Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 123 - REN MENCIUM SEORANG GADIS


__ADS_3

Perusahaan Ryuujin.


“Ren kau makan dimana? Kita coba makan di ruang makan perusahaan ini.” kata Kai.


“Kau makan saja sendiri. Aku mau pergi dulu.” kata Ren langsung keluar dan mengambil kunci mobilnya.


“Kau mau kemana?” tanya Kai tidak di dengar Ren.


Ren baru saja sampai lobby langsung ketemu mamanya. Hana melihat putranya langsung saja tersenyum dan menghampirinya.


“Ren, kau mau kemana? Mama ada masak buatmu dan papa. Kita makan bersama di kantor papa ya.” kata Hana dengan senyum.


Hana selalu ingin makan bersama dengan Ren karena sudah sangat lama Ren tidak pulang. Karena Ren bekerja di perusahaan papanya jadi Hana membuat nasi untuk Ren dan suaminya untuk makan bersama.


“Maaf ma, Ren ada perlu. Mama makan berdua saja dengan papa.” kata Ren langsung bergegas pergi.


“Ren tunggu…” kata Hana ingin menghentikan Ren tapi tidak di hiraukan Ren.


Setelah Ren baru saja keluar Kai langsung keluar dari lift dan mencari Ren.


“Kemana dia pergi?” Kai mencari Ren.


“Oh Kai. Kau juga bekerja di sini?” tanya Hana melihat Kai.


“Siang tante Hana. Apa tante ingin makan bersama dengan Ren?” tanya Kai melihat Hana membawa bekal.


“Iya, karena sudah sangat lama Ren tidak makan bersama jadi tante ingin mendapatkan kesempatan ini karena Ren bekerja di perusahaan papanya.” kata Hana.


“Tapi sayangnya Ren sudah pergi meinggalkan tante.” sambung Hana.


“Ren pergi kemana tante?” tanya Kai.


“Tidak tau. Sepertinya dia tergesa-gesa. Apa kau tau kemana Ren pergi?” tanya Hana.


“Aku juga tidak tau tante. Aku ingin menanyakan padanya tapi dia langsung pergi saja.” kata Kai.


“Kenapa anak ini sangat sudah diatur sih. Apa salahnya makan bersama keluarganya? Apa dia tidak memikirkan mamanya? Ren malah pergi tanpa bilang sama tante.” kata Hana sedih.


“Apa mungkin dia pergi mengejar Reyna?” gumam Kai terdengar Hana.


“Mengejar siapa?” tanya Hana penasaran.


“Kalian sedang apa?”


Hana dan Kai mendengar suara langsung menoleh ke arah tersebut.


“Papa, Kau datang di saat yang tepat.” kata Hana tersenyum melihat suaminya.


“Tepat? Memangnya ada apa?”


“Kita pergi sekarang.” kata Hana menarik tangan suaminya dengan cepat.


“Kita mau kemana ma?”


“Sudah ikut saja. Mama rasa dia masih belum jauh.” kata Hana.


Hana baru saja keluar langsung melihat mobil Ren sudah laju cepat, Hana langsung saja cepat berjalan.

__ADS_1


“Cepat pa, kita kejar Ren.” kata Hana dengan tergesa-gesa.


“Kenapa kita harus mengejar Ren?” tanya papa Ren dengan bingung. Dia melihat istrinya sudah masuk ke mobilnya dengan cepat.


“Masuk sekarang juga. Nanti mama kasih tau.” kata Hana sudah masuk ke dalam mobil.


Papa Ren tidak tau apa masalahnya tapi dia menuruti istrinya dan mengikuti Ren. Sedangkan Kai hanya diam melihat orang tua Ren pergi mengejar Ren.


Heaven Corporation.


“Yuna, kita makan di kantin perusahaan ya. Aku ingin mencoba makanan di perusahaan ini.” kata Reyna.


“Ok. Aku juga penasaran dengan makanan disini.” kata Yuna.


Reyna dan Yuna isitirahat makan siang dan mereka berdua ingin makan di kantin perusahaan. Reyna dan Yuna turun naik Lift.


Baru saja sampai lobby Reyna melihat lelaki yang familiar di resepsionis.


“Siang, apa disini ada gadis yang bernama Reyna? Dia bekerja magang di sini.”


“Maaf dengan siapa ya?” tanya Resepsionis.


“Ren.”


Ren mendengar ada yang memanggilnya langsung menoleh.


“Ngapain kau disini?” tanya Reyna.


Ren melihat Reyna langsung memeluknya dengan erat melepas rindunya.


“Kau datang kesini hanya rindu denganku?” tanya Reyna.


“Tentu saja. Memang apa lagi? Sudah beberapa minggu aku tidak bertemu denganmu. Bagaimana aku tidak merindukanmu.” kata Ren.


“Kalau rindu kan bisa datang ke apartemenku sepulang kerja. Kenapa kau malah datang siang bolong ke sini.” kata Reyna.


“Apa pula masalahnya. Yang penting aku merindukanmu dan ingin bertemu dengan mu. Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau mendapatkan kerja di perusahaan ini? tanya Ren.


“Jika aku bilang pasti kau akan bilang pada kampus untuk memindahkan aku ke perusahaan papamu kan. Kalau begitu aku tidak mau karena siapa yang duluan masukkan dia yang dapat.” kata Reyna.


Ren mengendus kesal dengan perkataan Reyna. “Terserah kau.” kata Ren.


“Apa kau sudah makan siang? Jika belum kita makan bareng saja, aku mau mencoba makanan di perusahaan ini.” kata Reyna.


“Boleh. Asalkan makan bersamamu aku sudah merasa puas dan senang.” kata Ren dengan senyum.


Ren dan Reyna langsung pergi ke belakang perusahaan untuk makan siang. Sedangkan Yuna terdiam melihat Ren tiba-tiba datang, tiba-tiba memeluk Reyna.


“Apa ketua kesini ingin bertemu dengan Reyna hanya karena rindu?” tanya Yuna dengan melongo melihat Ren.


"Makanan apa yang enak disini?" tanya Ren melihat-lihat.


"Sepertinya itu enak. Kita pesan ayam bakar itu aja." kata Reyna melihat banyak orang mengantri.


"Ok."


Setelah pesan Reyna dan Ren mencari tempat duduk.

__ADS_1


"Reyna."


"Disini Yuna." kata Reyna melambaikan tangan.


"Kita makan apa?"


"Kita makan ayam bakar balado. Sepertinya enak karena banyak orang yang mengantri." jawab Reyna.


"Ren, bagaimana kerjamu disana?" tanya Reyna.


"Biasa aja." jawab Ren datar


"Kalau kalian bagaimana?" tanya Ren balik.


"Aku biasa aja. Tapi kalau Yuna tidak." jawab Reyna melihat ke Yuna.


"Memang ada apa?"


"Yuna sama sekali tidak ada pengalaman. Jadi apa yang akan dikerjakan dia melongo dan pusing sendiri." kata Reyna dengan senyum.


"Habisnya aku sama sekali tidak tau bagaimana menghitung banyak bon sekaligus. Apalagi Reyna sangat cepat." kata Yuna kesal.


"Itu karena aku sudah terbiasa. Pelan-pelan saja, jangan terlalu cepat. Nanti kau akan terbiasa." kata Reyna.


"Benar. Pelan-pelan saja. Ngapain cepat-cepat menyelesaikan tugas mu, nanti jika kau bisa salah hitung bisa merugikan perusahaan." kata Ren.


"Baiklah. Aku akan melakukan tugas dengan teliti."


Setelah mereka bertiga berbincang dan makan siang.


Disisi lain Hana dan suaminya yang masih di jalan kehilangan jejak Ren dan masih di jalan raya.


"Lihatlah gara-gara Papa kita kehilangan jejak Ren." kata Hana kesal dengan suaminya.


"Kenapa kita harus mengikuti Ren? Apa terjadi sesuatu pada Ren?" tanya Papa Ren.


"Ren pergi tanpa memberitahu pada mama. Mama takut terjadi sesuatu padanya." kata Hana dengan cemas.


"Ren pasti baik-baik saja Ma. Dia sudah dewasa bukan anak kecil lagi. Dia sudah bisa menjaga dirinya sendiri."


"Mama tau, tapi tetap saja mama cemas." kata Hana melihat kesamping kaca.


"Pa, bukankah itu perusahaan yang baru buka?" tanya Hana menunjuk ke depan.


"Ya. Perusahaan itu perusahaan besar dan seingat papa perusahaan itu juga merekrut anak magang sama seperti kita."


"Coba kita lihat kedalam pa." kata Hana.


Papa Ren hanya mengikuti kemauan istrinya. Baru saja masuk ke dalam Hana melihat sosok Ren dengan seorang gadis didepan pintu perusahaan.


"Bukankah itu Ren? Kenapa dia ada disini?" tanya Hana melihat Ren.


"Tidak tau."


Hana baru saja ingin membuka jendela mobil langsung melihat Ren mencium dahi gadis itu membuat Hana dan suaminya membeku.


"Apa mama sedang berhalusinasi melihat Ren mencium seorang gadis?" kata Hana terkejut melihat Ren mencium seorang gadis.

__ADS_1


__ADS_2