Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 280 – KAMAR BURUK


__ADS_3

Pesawat telah mendarat di pulau. Rachel dan Richie yang pertama turun dari pesawat karena sangat senang dan antusias melihat pemandangan di pulau.


“Kak, apa aku tidak salah lihat kalau kita akan ke sini?” tanya Clara dengan terkejut.


“Kakak juga tidak ingin percaya. Kak Calvin tidak tahu kalau kita akan bermain ke sini?” tanya Harry ke Calvin.


“Kakak juga tidak tahu. Coba tanya Rayna.” kata Calvin.


Harry langsung pergi tanya Rayna. Edgar hanya tersenyum saja melihat cucu mereka yang sangat terkejut.


“Kak Rayna, pulau ini punya siapa? Apa kakak yakin kalua kita akan bermain resort ke sini?” tanya Harry ke Rayna.


“Kakak juga tidak tahu. Tapi tadi kata Rey kalua kita akan kalau tujuan kita memang di pulai ini.” Kata Rayna membuat Harry terkejut. Calvin dan Clara yang mendengar pun juga tidak kalah terkejutnya.


“Apa kakak serius? Kakak tidak bercanda kan?” tanya Clara memastikan takut dia salah dengar,


“Memang benar. Jika kalian tidak percaya tanya saja sama Rey.” kata Rayna.


“Kak Reyna.. Apa benar tujuan kita di sini?” tanya Harry yang sama sekali tidak percaya.


“Ya. Kenapa?” tanya Reyna. Reyna melihat Harry begitupun dengan Clara dan Calvin pun juga terkejut.


“Aku tidak menyangka kalau kita akan ke sini kak. Apa mungkin kita juga akan menginap di sini?” tanya Clara dengan antusias.


“Ya. Kita akan menginap di sini. Kenapa? Kalian seperti sangat terkejut. Apa kalian tidak pernah ke resort?” tanya Reyna.


“Tidak pernah kak. Orang tua kita tidak pernah membawa kita ke tempat seperti ini.” jawab Harry.


“Kalau begitu kalian bermain sepuas kalian.” kata Reyna dengan senyum.


Rayna dan yang lain sangat kagum dengan pemandangan di sekeliling pulau. Mereka masuk berdiri di depan hotel saja pemadangannya sudah cantik, apalagi jika lebih dekat.


“Kalian langsung saja masukkkan pakaian dan peralatan kalian ke kamar.” kata Gale.


“Kamar kita di mana Pa?” tanya Rayna.


“Masuk saja kamar mana saja yang kalian mau.” jawab Gale.


Rayna dan sekeluarganya langsung diam dan bingung kenapa harus kita yang memilih kamarnya.


“Apa Papa yakin kita yang memilih kamarnya?” tanya Calvin.

__ADS_1


“Ya. Kalian masuk saja ke kamar yang kalian suka.” kata Gale dengan santai langsung menuju lift.


Rayna dan yang lain masih bingung dengan perkataan Gale. Edgar langsung menyadarkan cucunya.


“Kenapa kalian diam? Ayo masuk ke kamar kalian. Apa kalian ingin di sini terus?” tanya Edgar membuat Rayna dan yang lain tersadar.


Rayna dan yang lain langsung saja masuk salah satu kamar yang ada di dalam. Reyna juga masuk ke kamar menaruh barangnya.


“Kenapa kau ada di luar kamar ku?” tanya Reyna melihat Ren sudah di depan pintu kamarnya.


“Aku menunggu mu. Apa sudah selesai? Ayo kita pergi sekarang.” kata Ren langsung menarik Reyna dengan lembut tapi Reyna menghentikannya.


“Tunggu. Kita tunggu Ray dan yang lain dulu.” kata Reyna.


“Mereka di kamar mana?” tanya Ren.


“Justru aku tidak tahu di mana, kita ke bawah saja menunggu mereka.” kata Reyna.


“Ok. Kita ke bawah langsung.” Ren hanya setuju saja.


Setelah beberapa menit Ren dan Reyna menunggu di bawah, akhirnya Rayna dan yang lain juga ke bawah bersama Gale dan Siska.


Gale, Clara dan Harry hanya mengikuti Siska saja, sedangkan Rayna dan Calvin memutuskan ikut dengan Reyna dan Ren.


“Kita ke mana?” tanya Calvin.


“Kita keliling saja dulu baru memutuskan.” kata Reyna. Ren dan yang lain hanya setuju saja karena mereka juga tidak tahu apa yang ada di pulau Z.


Reyna dan yang lain langsung berjalan-jalan sekeliling hotel tersebut. Rayna tidak bisa kagum dengan yang ada di dalam hotel itu.


Hotel itu ada banyak toko antik-antik, emas, makanan, dan minuman yang banyak.


“Rey, kau tidur di mana?” tanya Rayna dengan penasaran. Rayna tidak menemukan Reyna dan yang lain karena sudah berkeliling lantai tersebut.


“Tentu saja lantai paling atas. Kenapa kau bertanya?” tanya Reyna.


“Lantai paling atas? Bukankah itu untuk VVIP?” tanya Calvin dengan terkejut.


Calvin sudah melihat lantai di lift tadi karena Gale menyuruh mereka terserah metreka memilih kamar jadinya Calvin memutuskan masuk ke lantai 60. Karena lantai 61 sampai 65 adalah lantai VVIP.


“Pantas saja aku tidak melihat kalian. Kalian nanti pindah ke lantai paling atas.” kata Reyna.

__ADS_1


“Tapi bukankah tadi papa mengatakan kalau kita bebas memilih kamar?” tanya Calvin dengan bingung.


“Dengar. Maksud papa itu di lantai VVIP, makanya kita bisa memilih sendiri kamarnya. Jika kau masuk ke lantai 60 itu untuk pelanggan yang lain.” jelas Reyna.


“Apa ini berarti kita Pindah kamar sekarang?” tanya Ren langsung tahu kalau akan bantu Rayna membawa barangnya.


“Sepertinya begitu. Kalian tidak di kasih kunci kamar kan? Kenapa kalian bisa masuk ke dalam kamar lantai 60?” tanya Reyna.


“Pintunya tidak di kunci. Makanya kami masuk saja ke kamar itu.” jelas Calvin.


“Apa kamar kalian bersih?” tanya Calvin.


“Hah? Bukankah memang harusnya sudah bersih?” tanya Reyna dengan bingung.


“Nanti kau lihat saja sendiri di kamar.” kata Calvin tidak menjelaskan lebih dalam dan membiarkan Reyna melihatnya sendiri.


Akhirnya Reyna dan Ren balik ke kamar Rayna dan Calvin untuk memindahkan kamar mereka. Reyna ke lantai 60 langsung melihat kamar Rayna. Dan ternyata benar kamar itu tidak di kunci. Apa lagi yang paling terkejut kamar tersebut tidak di bersihkan.


“Kenapa kamar ini bisa sekotor ini?” tanya Reyna dengan terkejut melihat kamar Rayna dan Calvin sangatlah kotor. Bahkan lebih parahnya banyak snack dan minuman di meja dan di Kasur. Bahkan sepreinya sudah ada yang sobek.


“Dari kita masuk ke sini memang seperti ini. Tadi kita juga menayakan ke pelayan di sini katanya kamar memang di bersihkan sendiri. Makanya tadi ingin bertanya pada office di bawah.” kata Calvin.


“Siapa pelayan itu? Beraninya menyuruh pelanggan kita membersihkan kamar sendiri. Jadi apa gunanya mereka bekerja di sini.” kata Reyna sudah mulai marah.


“Jadi bagaimana?” tanya Ren. Ren sudah tahu apa yang akan di lakukan oleh Reyna.


“Kita pindahkan barang kalian saja dulu. Apa kamar Harry dan Clara juga di lantai ini?” tanya Reyna.


“Iya.”


“Kalian tunggu di sini, aku bawa troli dulu.” kata Ren langsung pergi mengambil troli besar.


Ren akhirnya dapat troli. Rayna dan yang lain langsung memindahkan barang mereka ke lantai paling atas. Reyna memindahkan kamar Rayna dan yang lain di sebelah kamarnya.


‘Aku akan membalas kalian yang telah memberikan kamar buiruk pada saudara ku. Sepertinya aku tidak perlu telpon Papa.’ batin Reyna dengan marah.


Reyna merasa kalau dirinya sendiri sudah cukup dan tidak perlu bantuan Gale karena Reyna bisa menyelesaikannya sendirian.


Ren hanya diam saja dan tidak bicara pada Reyna karena tahu kalau Reyna sedang kesal dan marah pada pelayanan yang telah memberikan kamar buruk pada Rayna.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2