
"Tidak. Sepertinya hukuman ke pulau Amazon terlalu kecil untuk Kai karena masih ada penghuni. apa aku bawa Kai ke pulau tidak ada penghuni dan hanya ada binatang buas selama 1 bulan?" Kata Ren dengan pelan sambil berpikir panjang.
Glek....
'Dipulau yang hanya ada binatang buas??? Apa kau bercanda Ren??? Bagaimana Kai bisa hidup di pulau itu sendirian? Apa kau ingin buat Kai jadi raja binatang buas??' batin Andrew dengan tidak percaya apa yang didengarnya.
"Aku bisa pastikan dia tidak bisa keluar dari pulau itu. Jika dia berhasil keluar aku yang akan membunuhnya." kata Ren dengan tajam dan seram.
Andrew tidak percaya apa yang didengarnya. 'Lain kali aku tidak boleh berduaan dengan Reyna. Bisa-bisa aku juga yang kena hukuman mati.' batin Andrew dengan keringat dingin berpikir bagaimana jika dia melakukan hal yang sama dengan Kai.
"Andrew kenapa jalannya sangat lambat, percepat jalannya." kata Ren yang melihat mobil jalan dengan sangat lambat.
"Ini sudah cepat Ren, 10 Menit lagi kita sampai." kata Andrew yang melihat ke depan.
"Dipercepat lagi. jika dalam 5 menit lagi tidak sampai, kau akan tau akibatnya." kata Ren dengan tatapan tajam dan seram menatap Andrew.
‘Satu orang ini benar-benar seram jika menyangkut Reyna, lain kali aku tidak boleh berduaan beneran dengan Reyna bisa-bisa aku dihukum mati sama Ren.’ Andrew yang melihat Ren menatapnya dengan seram hanya bisa menelan salivanya dan hanya bisa menambahkan kecepatannya.
----Mall Alexander di Lobby----
“Apa masih lama jemputnya?” tanya Kai yang melihat jam sudah hampir jam 8 malam.
“Aku coba telpon lagi.” Kata Reyna mau menghubungi mama Mira tiba-tiba ada orang yang mendekati Mira dan Reyna.
“Mira, kakak kamu ternyata disini, kakak mencari mu dari tadi.” Kata seorang wanita.
Mira, Reyna dan Kai langung melihat orang memanggil Mira.
“Kakak siapa?” tanya Mira yang memegang tangan Reyna.
“Kakak yang disuruh mama Mira untuk menjemput Mira. ayo ikut kakak, kita pulang sekarang.” Kata Wanita sambil menjongkok supaya sama tinggi dengan Mira.
“Maaf. Anda siapa ya?” tanya Kai yang berada disamping Reyna dan Mira menatap Wanita itu dengan curiga.
“Oh maaf, saya orang yang disuruh orang tua Mira untuk menjemputnya. Saya ingin membawa Mira pulang kerumah.” Kata Wanita itu.
Reyna menatap wanita itu dengan curiga. ‘Wanita ini tidak asing bagiku? Dimana aku pernah melihatnya?’ batin Reyna melihat wanita itu dengan teliti.
“Maaf kak, Mira ingin menunggu mama untuk menjemput Mira. Kakak pulang saja biar kak Reyna dan kak Kai yang menemaniku.” Kata Mira dengan polos.
__ADS_1
Mira tahu kalau wanita ini yang ingin menculiknya, karena Mira pernah melihat mukanya. Walaupun mukanya habis dimake up dan mengubah penampilannya.
“Tapi Mira, kakak datang menjemputmu karena mama Mira tidak sempat datang karena ada keperluan penting. Mira ikut pulang sama kakak ya.” Kata Wanita itu dengan senyum sambil mengulurkan tangannya.
“Tidak! Mira ingin menunggu mama datang sampai menjemput Mira. Kakak pulang saja kerumah kakak sendiri.” Kata Mira dengan tegas dan menggenggam tangan Reyna dengan kuat.
Reyna yang melihat Mira menggenggam tangannya dengan kuat sudah tau kalau Mira tidak ingin ikut sama wanita itu. Reyna langsung menggenggam tangan Mira dan bicara sama wanita itu supaya pulang.
“Maaf, karena saya sudah menelepon mama Mira karena harus menjaganya sampai mamanya datang. Jadi kakak pulang saja. Biar saya yang menemaninya sampai mamanya sampai.” Kata Reyna dengan pelan.
“Kamu siapa? Apa jangan-jangan kamu yang menculik Mira?” teriak Wanita itu dengan curiga sampai semua orang memperhatikan mereka.
“Kenapa saya harus menculiknya? Saya sudah janji sama mama Mira untuk menjaganya sampai mamanya datang. Kenapa anda mengatakan saya menculik Mira?” tanya Reyna dengan heran.
Dalam hati Reyna sudah tahu kalau orang ini pasti orang yang menculik Mira. karena Reyna mengingat muka wanita itu dilobby saat mereka sedang makan burger. Walaupun mukanya habis dimake-up dan mengubah penampilannya Reyna bisa tahu langsung karena dia masih memakai buktinya.
“Kalau kamu tidak ingin menculiknya kenapa kamu tidak memberikannya pada saya.” Kata Wanita itu dengan keras dan tegas karena tidak mau menyerahkan Mira kepadanya.
Satpam yang berada di depan pintu gerbang tidak jauh dari Reyna dan yang lain langsung mendekati mereka karena Reyna dan yang lain juga ada di dekat pintu depan.
“Ada apa ini? Apa ada masalah?” tanya Satpam itu yang melihat Reyna dan yang lainnya ribut di Mall.
“Maaf anda siapa ya?” tanya Satpam itu yang melihat Reyna masih memegang tangan Mira.
“Saya Reyna pak dan ini Mira. Saya disini ingin menunggu orang tuanya datang menjemput Mira.” Kata Reyna dengan pelan.
Satpam itu melihat Mira dengan teliti. Dia melihat anak kecil itu tidak ingin lepas dari tangan gadis itu, langsung saja Satpam itu jongkok supaya sejajar dengan Mira dan bertanya . “Adik, apa boleh paman tau siapa namamu?” tanya Satpam yang melihat Mira yang masih memegang tangan Reyna.
“Mira paman.” Jawab Mira.
“Mira disini dengan siapa?” tanya Satpam.
“Mira dengan kak Reyna disini menunggu mama Mira datang menjemput Mira.” Kata Mira dengan pelan.
Disaat Satpam itu mau bicara langsung ada suara seseorang yang berteriak dekat pintu depan.
“REYNA!”
Reyna langsung menoleh kearah sumber suara yang familiar dan melihat kedepan pintu. Reyna melihat Ren dan Andrew mendekati mereka bersama Serena dan Cecilia juga ikut dibelakang Ren.
__ADS_1
Reyna hanya tersenyum melihat Ren datang dengan muka marah dan cemburu. Sedangkan Mira melihat siapa yang datang langsung muka gembira dan langsung melepaskan tangan Reyna dan berlari menuju kearah Ren.
“Ren-nii….” teriak Mira dengan gembira langsung berlari kearah Ren dan memeluk Ren dengan erat.
Semua orang termasuk Andrew, Serena dan Cecilia terkejut melihat ada anak kecil yang tiba-tiba memeluk Ren. Reyna bahkan tidak percaya apa yang dilihatnya Mira langsung melepaskan tangannya dan berlari memeluk Ren dengan erat.
‘Ren-nii? Apa Mira kenal dengan Ren?’ batin Reyna dengan pelan yang melihat Mira memeluk Ren dengan erat.
Ren terkejut melihat ada anak kecil yang memanggil namanya dan memeluknya dengan erat dan melihat menatap anak itu dengan dingin.
“Siapa kau? Kenapa memelukku?” tanya Ren dengan dingin menatap anak kecil yang memeluknya dengan erat.
“Ren-nii tidak mengenal Mira?” tanya Mira dengan wajah sendu yang ingin menangis.
“Mira?” tanya Ren dengan bingung kearah anak kecil itu dan setelah Ren jongkok melihat muka anak kecil itu dengan teliti Ren langsung terkejut.
“Kenapa kau disini Mira? Dengan siapa kau disini? Kenapa kau berpakaian seperti ini?” tanya Ren bertubi-tubi terkejut bertemu dengan Mira dengan berpakaian laki-laki di Mall bersama dengan Reyna dan Kai.
“Ren-nii Mira sangat merindukan Ren-nii…” kata Mira dengan senang karena ingat dengan Mira langsung memeluk Ren dengan erat dan tidak mau melepaskan Ren.
“Mira, kau dengan siapa disini? Kenapa berpakaian seperti ini?” tanya Ren.
Mira melepaskan pelukannya bukannya menjawab pertanyaan Ren malah memintanya untuk menggendongnya.
“Gendong.” pinta Mira dengan menaikkan kedua tangannya mengisyaratkan Ren untuk menggendongnya.
“Jawab pertanyaanku Mira, kenapa kau ada disini?” tanya Ren yang ingin jawabannya sekarang juga
“Gendong.” Kata Mira yang tidak menjawab pertanyaan Ren sambil menggembungkan pipinya dengan gemes menyuruhnya untuk menggendongnya sekarang juga.
Ren yang melihat muka Mira cemberut menghembuskan nafasnya langsung saja menggendongnya dan membuat semua teman Ren termasuk Reyna terkejut melihat Ren menggendong Mira dengan lembut.
“Apa ini cukup?” tanya Ren ke Mira.
“Hm…” Mira hanya mengangguk dan memeluk leher Ren dengan erat.
“Apa kalian saling kenal?” tanya Reyna yang melihat Ren menggendong Mira.
-------------------------------------------------------------------------------
__ADS_1
Note : Nii --> sebutan untuk kakak laki-laki.