
Reyna di kantor tersenyum-senyum melihat fotonya bersama Rachel dan Richie. Apa lagi Reyna semakin tersenyum dan lucu teringat dengan perkataan Richie yang seperti malu malu dengannya.
Flashback On
Reyna dan Yuna mengantarkan Rachel dan Richie pulang ke apartemen Harry.
"Mommy, hari ini terima kasih ya. Karena mommy Rachel memiliki kenangan yang tidak bisa Rachel lupakan." kata Rachel mencium pipi Reyna.
"Sama-sama Sayang. Dan ini bukan cuma hanya kenangan untuk hari ini saja. Lain kali kita bisa pergi ketempat yang lain lagi dan membuat banyak kenangan." kata Reyna dengan senyum melihat muka Rachel sangat imut langsung saja menciumnya dengan gemes.
Richie melihat Reyna mencium Rachel merasa sangat iri. Richie walaupun dia sangat pendiam dan cuek sama sama Reyna. Tapi Richie juga menginginkan kesayangan seorang ibu karena Richie dari kecil tidak pernah bertemu dengan mommy nya.
Waktu Reyna mengajarkannya menembak Richie sangat senang. Richie sangat ingin ada yang memperhatikan dan memujinya karena selama ini hanya paman Harry yang perhatian padanya tapi entah kenapa Richie sangat ingin mendapatkan perhatian sama Reyna.
Richie sangat ingin Reyna juga mencium dan banyak bicara dengannya tapi Richie sangat malu untuk bertanya dengan Reyna tentang hal ini karena menurutnya bukan sifat dia.
Reyna melihat Richie seperti memperhatikannya langsung mendekati Richie.
"Richie. Apa ada yang ingin Richie kunjungi pas libur?" tanya Reyna dengan senyum.
"Kunjungi?" tanya Richie dengan bingung.
"Lain waktu jika Richie libur panjang. Apa ada yang ingin Richie kunjungi seperti ke pantai atau ke luar kota?" tanya Reyna.
Richie terdiam mendengar perkataan Reyna. Apakah Reyna akan mengajaknya keluar lagi? itu yang dipikirkan Richie.
'Apakah Tante Reyna akan mengajak aku dan Rachel keluar bersama lagi?' batin Richie.
"Kenapa diam?" tanya Reyna.
"Apakah Tante akan mengajak kita jalan-jalan lagi?" tanya Richie.
"Tentu saja. Kalian masih kecil begini harus banyak waktu untuk keluar melihat pemandangan dan bermain. Jangan bermain di rumah terus nanti kalian tidak tau apa-apa tentang di luar." kata Reyna dengan senyum.
"Aku masih belum tau mau kemana Tante." kata Richie menundukkan kepalanya sambil bermain kedua jarinya.
"Tidak masalah Richie. Ini juga salah Tante karena menanyakan tiba-tiba." kata Reyna dengan senyum mengelus kepala Richie.
__ADS_1
Richie terasa hangat melihat Reyna mengelus kepalanya dengan lembut. Richie tidak pernah merasakan seperti ini sama siapapun selain pamannya.
Richie melihat Reyna mengelusnya merasakan ada hatinya sangat berbeda dengan saat pamannya Harry mengelus kepalanya.
"A... Tante... " Richie langsung memanggil Reyna setelah Reyna melepaskan tangannya.
"Ada apa?" tanya Reyna.
"I-itu... " Richie ingin mengatakan sesuatu pada Reyna tapi entah kenapa dia merasa malu dan tidak ingin bicara.
"Kenapa Richie? Hm.." Reyna menunggu apa yang ingin di bicarakan Richie.
"Hari ini terima kasih Tante telah mengajak aku dan Rachel bermain. Aku sangat senang Tante mengajak kami bermain." kata Richie dengan malu sambil memainkan kedua jarinya.
Reyna tersenyum melihat kelakuan Richie yang menurutnya sangat imut dan lucu.
"Sama-sama Richie. Tante juga senang bisa bermain bersama kalian." kata Reyna dengan senyum.
Richie sangat ingin Reyna memeluknya tapi dia tidak memiliki keberanian untuk mengatakan pada Reyna.
"Baiklah Harry, kalau begitu kami balik duluan ya." kata Reyna.
"Tidak masalah kok. Dan lagi aku juga senang bisa bermain dengan mereka berdua." kata Reyna dengan senyum.
Harry sangat berterima kasih pada Reyna karena telah membuat kedua keponakannya tersenyum dan bahagia. Melihat senyuman Rachel dan Richie saja Harry sudah tau kalau keponakannya sangat senang dan puas bermain karena di ajak ke taman hiburan.
Selama ini Harry menjaga mereka berdua, mereka sangat jarang tersenyum dan tidak banyak bicara.
"Apa mommy akan pulang?" tanya Rachel merasa sedih karena Reyna sudah mau pulang.
"Iya sayang. Lain kali mommy datang dan membawa kalian ke tempat lain lagi ya." kata Reyna dengan senyum langsung mendekati Rachel dan mencium pipinya dengan lembut.
"Ok mommy. Janji ya." kata Rachel dengan senang.
"Richie ke sini." kata Reyna memanggil Richie.
Richie mendekati Reyna. Reyna melihat wajah Richie dengan teliti, langsung saja memeluk dan mencium pipi Richie dengan gemes.
__ADS_1
"Akh.... Aku sudah tidak tahan lagi. Kau sangat menggemaskan Richie." kata Reyna dengan gemes memeluk Richie dengan lembut, mencium pipinya, bahkan mencubit pipi Richie dengan gemes.
Richie terkejut melihat Reyna tiba-tiba memeluk dan menciumnya dengan bertubi-tubi. Tapi Richie langsung tersenyum melihat Reyna memeluk dan menciumnya.
'Sangat hangat.' batin Richie merasakan kehangatan dan membalas pelukan Reyna.
"Pastikan kalian berdua tidur dengan nyenyak ya. Jangan lupa cuci muka dan gosok Gigi sebelum tidur." kata Reyna.
"Baik mommy/ Tante." kata Rachel dan Richie serempak.
Setelah itu Reyna langsung pulang bersama Yuna.
Flashback End
"Kenapa Reyna? Tersenyum sendiri." kata Yuna melihat Reyna senyum sendiri.
"Tidak. Aku hanya mengingat kejadian semalam." kata Reyna.
"Aku juga teringat dan terkejut melihat kau tiba-tiba memeluk Richie semalam. Aku pikir Richie akan menghindar arau tidak nyaman denganmu, ternyata dia malah membalas pelukan mu." kata Yuna ingat kejadian semalam.
"Aku sengaja melakukan itu."
"Apa maksudmu sengaja?" tanya Yuna dengan bingung.
"Aku melihat Richie selalu memperhatikan aku dan Rachel. Aku pikir dia iri dengan Rachel karena aku memeluk dan menciumnya." kata Reyna.
"Benarkah? Tapi aku tidak melihat Richie ingin di peluk?" tanya Yuna dengan bingung. Yuna ingat Richie hanya diam saja dan tidak banyak bicara.
"Aku bisa melihatnya. Karena walaupun Richie anak yang diam dan cuek tapi dia tetap saja masih anak berusia 3 tahun. Richie pasti menginginkan kasih sayang seorang ibu." kata Reyna.
"Apa karena dia ingin merasakan kasih sayang seorang ibu makanya dia ingin kau memeluknya?" tanya Yuna.
"Ya. Walaupun aku melihat Richie sangat malu untuk meminta di peluk. Karena Richie seorang lelaki makanya dia sangat tidak ingin meminta hal yang kekanakan seperti memeluk atau menciumnya." kata Reyna.
"Dilihat dari sifat dan tingkah laku Richie pasti sangat malu untuk mengatakan hal seperti itu dengan jujur." kata Yuna mengingat sifat Richie yang pendiam dan cuek.
"Benarkan." kata Reyna dengan senyum.
__ADS_1
Di kantor Reyna dan Yuna berbincang-bincang tentang sifat dan kelakuan lucu Rachel dan Richie.