Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH.157 - DI USIR


__ADS_3

"Memangnya kenapa kalau aku jadi umpan?" tanya Reyna.


"Tidak! Aku tidak akan membiarkan mu menjadi umpan." kata Ren menolak Reyna menjadi umpan.


"Kenapa pula? Dan lagi aku tidak bertengkar atau bertarung dengannya. Hanya mencari perhatiannya saja, selama aku mencari perhatiannya, kau dan Rayna langsung keluar dari hotel dan tunggu di mobil." kata Reyna.


"Apa kau yakin tidak apa?" tanya Ren merasa cemas.


"Kau pikir aku ini takut melawan wanita lajang itu? Aku rasa dia tidak bisa sentuh sehelai rambut aku." kata Reyna dengan senyum.


"Dan lagi aku sering melawan wanita seperti itu di kampus. Apa kau pikir aku bisa kalah melawannya?" sambung Reyna.


Ren terdiam karena ada benarnya. Selama ini Reyna tidak pernah kalah dengan siapapun. Itu pun Reyna pernah membuat Ren tidak berkutik dan tidak bisa berkata-kata lagi.


“Baiklah. Tapi jika terjadi sesuatu denganmu maka aku akan turun tangan.” kata Ren dengan pasti.


“Tentu Ren. Walaupun aku rasa kau akan senang melihat aku melawan wanita lajang itu sampai tidak berkutik lagi.” kata Reyna dengan senyum.


“Hahaha… Tentu saja. Aku senang melihat wanita aku melawan musuhnya sampai mereka berlutut di depanmu.” kata Ren dengan tertawa memikirkan bagaimana wanita itu tidak bisa berkutik melawan Reyna.


“Baiklah. Karena tidak ada yang berbicara lagi maka kita langsung saja melakukan strateginya.” kata Reyna.


“Tapi bagaimana caranya Rayna keluar?” tanya Calvin.


“Pertama aku dan Calvin dulu yang keluar dari lift untuk memperhatikan wanita itu. Ren dan Rayna turun lift setelah 10 menit berlalu. Oh ya, pastikan muka Rayna tidak boleh di lihat orang lain.” kata Reyna.


“OK.” kata Ren, Rayna dan Calvin.


Langsung saja Rayna dan Calvin ke bawah duluan dan membawa beberapa koper untuk check out. Sampai di lobby, Reyna melihat wanita itu masih saja menangis dan di keliling oleh banyak orang. Reyna dan Calvin langsung ke Resepsionis untuk check out.


“Siang, kita mau check out.” kata Calvin mengeluarkan kartu kamar dan kartu identitasnya.


“Baik. Biar saya cek dulu.” Resepsionis itu langsung mengecek nomor dan tagihannya.


“Semuanya 500.000.”


‘Mahal benar satu malam 500.000. Belum lagi kamarnya kecil dan kotor pula lagi.’ batin Calvin merasa tidak puas


dengan harganya.


“Calvin, langsung bayar saja. Kita tidak usah banyak bicara, karena kita sedang terburu-buru.” kata Reyna.


Calvin merasa tidak puas dan ingin complain, tapi setelah mendengar perkataan Reyna, Calvin terdiam dan langsung saja membayar dengan wajah kesal.

__ADS_1


Setelah membayar, resepsionis itu memberikan kertas untuk hotel tersebut. Jika ada complain atau saran maka di suruh menuliskan di kertas dan menaruh di box yang sudah di sediakan.


Calvin merasa sangat tidak puas langsung saja menulis keburukan hotel tersebut dan tidak memberikan bintang. dan menuliskan banyak komplainnya dari kebersihan, kamar, dan perilaku pegawai hotel tersebut. Setelah selesai menulis, Calvin langsung menaruh di kotak Box yag telah disediakan.


Sedangkan seorang wanita yang sedang menangis langsung mengangkat kepalanya karena mendengar suara yang familiar. Wanita itu langsung melihat ke Reyna dan Calvin langsung saja berteriak.


“DIA…. Dia orang yang telah melakukan kekerasan padaku!” teriak wanita itu menunjuk ke arah Reyna.


Reyna yang sedang sedang santai dan mendengar suara langsung saja menoleh ke belakangnya.


“Apa?” tanya Reyna merasa agak terkejut mendengar teriakan.


“Kau! Kau yang berani melawan aku barusan kan. Kau lihat gara-gara kau, aku jadi terluka.” kata wanita itu menunjuk ke arah Reyna.


“Memangnya apa yang telah aku lakukan padamu nona?” tanya Reyna dengan datar.


“Kau jangan berpura-pura bohong!” teriak wanita itu.


Semua orang di sana hanya berbisik-bisik tentang Reyna karena telah melakukan kekerasan.


“Nona, apa nona yang bernama Rayna?” tanya seorang petugas satpam mendekati Reyna.


“Ya. Ada apa ya pak?” tanya Reyna.


“Apa benar nona yang menghina nona ini?” tanya satpam.


“Kau jangan pura-pura ya! Sudah tau kalau kau menghina aku dan mengatakan kalau aku ada sugar daddy dan seorang lajang. Bahkan kau menamparku.” teriak wanita itu menatap Reyna.


“Sejak kapan aku bicara dengan mu seperti itu?” tanya Reyna dengan santai.


“Kau….”


“Aku menamparmu karena itu salah kau sendiri. Sepertinya kau suka sekali membalikan fakta.” kata Reyna dengan santai.


“Membalikkan fakta apa? Kau jangan banyak ngaco ya.” tanya wanita itu.


“Biar aku yang memberitau pada pak Satpam kalau yang menghina dan mengejek aku itu adalah wanita itu dan aku korbannya.” kata Reyna ke Satpam.


“Kau jangan banyak berbohong ya.” kata wanita itu dengan marah, karena wanita itu tau kalau semua orang di sana akan mempercayainya karena wanita itu punya bukti kalau Reyna menamparnya.


“Dari pada hanya bicara sebagai bukti mendingan kita buka CCTV saja. Kita bisa tau siapa yang duluan mulai.” kata Reyna dengan santai.


“Maaf nona, kalau CCTV di lobby lagi sedang rusak.” kata Satpam.

__ADS_1


“Kalau di dalam lift bagaimana?” tanya Reyna.


“Apa nona bertengkar di dalam lift?” tanya Satpam.


“Tidak. tapi kita bicara di depan lift, walaupun tidak bisa melihat orangnya tapi, bisa mendengar suaranya bukan? Bukankah dari suara itu bisa tau siapa yang salah?” tanya Reyna.


Satpam itu terdiam karena ada benarnya. Apa lagi CCTV di lift sudah di perbaiki malam tadi. Jadi kemungkinan bisa mendengar suaranya.


“Baiklah nona. Saya akan mengecek CCTV di lift.” kata Satpam langsung menghubungi ruang CCTV dan meminta rekamannya


Sedangkan wanita itu langsung wajah pias karena dia lupa kalau di lift ada kamera CCTV.


Setelah beberapa menit Satpam itu langsung dapat rekaman di lift dan membuka rekaman itu. Banyak orang di sana juga mendengarkan dan melihat sampai Reyna masuk ke lift sendirian.


Orang-orang yang dari tadi berpihak pada wanita itu langsung saja berpihak pada Reyna.


“Bukankah kau sendiri yang lajang? Bilang kalau wanita ini lajang dan memiliki sugar daddy tapi nyatanya kau yang tidak tau diri.”


“Benar. Kau hanya mementingkan diri sendiri.”


“Bisa-bisanya dia memperlakukan seperti itu pada temannya.”


Banyak orang mengejek dan marah pada wanita itu karena berani berbohong pada mereka dan meninggalkan wanita itu sendiri.


Wanita itu merasa sangat malu karena di permalukan sama semua orang. Wanita itu langsung menatap tajam Reyna dan ingin memukulnya. Tapi sayangnya Reyna menahannya.


“Bukankah aku sudah memperingatimu? Jangan coba-coba bermain dengan ku jika kau tidak ingin kena akibatnya.” kata Reyna dengan santai.


“Ini semua gara-gara kau! Kau yang seharusnya kena apa yang aku alami.” kata wanita itu ingin menampar Reyna dengan tangan satunya lagi tapi ditahan oleh Calvin.


“Jangan kau berani-berani memukulnya dengan tangan kotor kau itu.” kata Calvin dengan dingin langsung menghempas tangan wanita itu sampai terjatuh.


“Si-siapa kau? Kenapa kau malah membelanya?” tanya wanita itu.


“Tentu saja aku harus membela istri aku dari pada membela wanita lajang seperti mu.” kata Calvin menatap tajam wanita itu dan membawa Reyna pergi.


Wanita itu terkejut kalau lelaki yang tampan itu adalah suami Rayna.


 “Ti-tidak mungkin pria itu suami Rayna.” kata wanita itu dengan gemetar dan terkejut. Bahkan semua orang disana merasa jijik dengan wanita itu karena telah menipu mereka.


"Nona, silakan nona keluar dari hotel ini. Nona menganggu ketenangan orang lain." kata Satpam.


"Kau cuma hanya seorang Satpam berani melawanku. Kau tau aku ini siapa di hotel ini?" tanya wanita itu menatap tajam Satpam.

__ADS_1


"Saya tidak perduli nona siapa. Jika nona tidak ingin keluar dari hotel ini, maka saya akan memaksa mengusir nona keluar dari hotel." kata Satpam.


Wanita itu tidak bergerak sedikitpun langsung saja Satpam menarik wanita tersebut dengan agak kasar karena wanita tersebut melawannya dan menarik wanita keluar dari hotel.


__ADS_2