Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 19 – MENYAMAR


__ADS_3

“Kau kenapa Reyna? Dari tadi diam saja.” kata Kai yang melihat dari tadi Reyna diam saja.


“Tidak ada. Mira apa sudah kenyang?” tanya Reyna ke Mira yang melihat Mira sudah habis makan burger.


“Em…” kata Mira ingin bicara tapi ragu.


“Ada apa Mira? Apa lagi tidak enak badan?” tanya Kai melihat Mira seperti agak ragu.


“Em… Kak… Apa Mira boleh minta burger lagi?” tanya Mira ke Reyna dengan nada agak pelan.


“Apa Mira masih lapar?” tanya Reyna


“I.. Iya kak. Mira masih lapar.” kata Mira dengan nada agak gemetar karena takut tidak dibelikan burger lagi.


“Boleh. Kakak pesan lagi ya.” kata Reyna dan langsung pergi pesan burger lagi dan setelah 10 menit langsung kasih ke Mira.


“Terima kasih kak.” kata Mira dan makan burger lagi dengan lahap.


“Kamu makan sangat banyak Mira? Mira kapan terakhir makan?” tanya Reyna melihat Mira makan burger dengan lahap dan tidak berhenti makan.


“Em… Terakhir makan jam 9 pagi.” kata Mira dengan pelan.


“9 pagi????” teriak Reyna dan Kai bersamaan dengan terkejut ternyata Mira hanya sarapan saja.


“Apa Mira tidak makan siang?” tanya Kai yang langsung bertanya.


“Tidak kak, Mira dari pagi makan roti saja dirumah. Tapi sepulang sekolah, ada orang yang berkata ingin jemput Mira karena kenalan dengan mama. Makanya Mira ikut orang itu, ditengah jalan orang itu ingin beli Mira makan dan pergi ke Mall. Tapi orang itu pergi karena ada urusan langsung pergi dan meninggalkan Mira. Mira menunggu orang itu sampai kakak menemukan Mira.” kata Mira dengan panjang lebar.


Reyna dan Kai terkejut apa yang dikatakan Mira dan mereka saling pandang.


“Apa Mira diculik orang?” tanya Reyna dengan terkejut dan melihat Kai yang sepertinya punya pertanyaan yang sama.


“Sepertinya begitu. Apa Mira tahu orang yang membawa Mira kesini?” tanya Kai


“Tidak kak.” kata Mira dengan polos.


“Kalau Mira diculik pasti orang itu akan mencari Mira lagi.” kata Reyna dengan pelan.


“Benar katamu Reyna. Kita harus hati-hati.” kata Kai.


“Tadi aku melihat ada 2 orang yang mencurigakan dilobby. Mungkin mereka orangnya.” kata Reyna yang mengingat 2 orang yang mencurigakan.


“Gimana kalau mereka tau kalau kita ada bersama Mira? Apa kita panggil polisi saja?” tanya Kai.

__ADS_1


“Tidak usah. Aku ada ide.” kata Reyna dengan senyum dan membawa Mira dan Kai suatu tempat.


“Ngapain kita ke sini Reyna?” tanya Kai yang didepan toko baju anak-anak.


“Nanti kau akan tau, ayo masuk.” kata Reyna dan mereka masuk ke toko anak-anak.


----10 Menit Kemudian----


“Bagaimana? Apa bagus?” tanya Reyna baru keluar dari ruangan ganti.


“Apa anak ini beneran Mira?” tanya Kai tidak percaya.


“Iya, ini Mira. bagaimana?” tanya Reyna


“Bagus kok, kalau begini tidak ada yang tau kalau ini Mira.” kata Kai yang melihat Mira Rambut disanggul keatas, memakai topi dan berpakaian seperti laki-laki.


“Apa kakak tidak mengenal Mira?” tanya Mira ke Kai.


“Ya, kakak tidak mengenalmu bahkan kakak berpikir Mira itu laki-laki.” kata Kai dengan senyum.


“Benarkah? Kak Reyna benar hebat ya bisa mengubah penampilan Mira.” kata Mira kagum dengan Reyna.


“Benar Reyna, idemu beneran mantap. Ingin mengubah penampilan Mira seperti laki-laki dengan begini tidak ada yang tau kalau ini Mira. Darimana kau belajar?” kata Kai kagum dengan Reyna


“Sekarang kita mau kemana?” tanya Kai


“Mira apa ingin bermain?” tanya Reyna ke Mira.


“Mau kak, Mira ingin bermain bola.” kata Mira dengan antusias.


“Kita pergi ke Game Center saja.” kata Kai melihat Mira ingin main bola.


“Boleh, ayo..” kata Reyna dengan mengandeng tangan Mira.


Reyna, Kai dan Mira pergi ke Game Center bermain Basket, ping pong, capit boneka. Mira hari ini sangat senang karena untuk pertama kalinya bermain gembira seperti ini. Karena orang tuanya sangat sibuk dan tidak bisa mengajak Mira bermain.


----1 Jam Kemudian----


“Mira bagaimana hari ini apakah senang bermain?” kata Reyna yang melihat Mira sangat gembira.


“Senang banget kak, karena pertama kalinya Mira main di Game Center.” kata Mira dengan senang yang memegang Boneka agak besar dapat dari capit boneka.


“Apakah Mira selama ini tidak pernah main di Game Center?” tanya Reyna

__ADS_1


“Tidak kak. Mama sama papa selalu sibuk dan tidak sempat bermain sama Mira.” kata Mira dengan wajah sedih.


Melihat Mira Reyna jadi merasa sedih dan langsung memeluk Mira.


“Tidak apa-apa Mira, kalau Mira merasa kesepian kakak bisa menemanimu bermain.” kata Reyna yang melepaskan pelukannya dan menatap Mira.


“Benarkah kak Reyna? Kak Reyna mau bermain dengan Mira?” tanya Mira dengan tidak percaya langsung matanya berbinar.


“Iya. Kalau Mira bosan, kak Reyna bisa menemani Mira bermain.” kata Reyna dengan senyum.


“Yay….. Terima kasih kak Reyna.” kata Mira dengan senang karena ada yang menemaninya bermain langsung memeluk Reyna dengan cepat.


“Sekarang kita ke lobby ya, mana tau mama Mira sudah datang.” kata Reyna membalas pelukan Mira dengan lembut.


“Iya kak.” kata Mira dengan senang dan menggandeng tangan Reyna.


Setelah itu mereka langsung pergi ke lobby utama untuk menunggu mama Mila.


***************************************************


Disisi lain Ren sekarang lagi di mobil menuju ke Mall Alexander untuk menemui Reyna dan Kai. Ren sekarang tidak bisa menahan amarahnya kepada Reyna terutama Kai karena berani memeluk Reyna di Market.


‘Awas saja kalian ya! Berani membuat aku marah! Terutama kau Kai lihat bagaimana aku menghukummu!’ batin Ren dengan mengepalkan tangannya mengingat foto Reyna dan Kai berpelukan. Bahkan Ren tidak bisa fokus ke yang lain termasuk Andrew yang disebelahnya bicaranya tidak dihiraukannya.


‘Ren ini terlalu posesif dengan Reyna. Kai aku ingin tau kau punya berapa nyawa yang kau korbankan untuk kemarahan dan cemburu Ren’ batin Andrew yang melihat Ren melihat kedepan bahkan Ren sendiri tidak tau keberadaan Andrew yang berada disamping yang sedang berkemudi.


“Em…Ren, apa yang akan kau lakukan sama Reyna dan Kai?” kata Andrew yang membuka pembicaraan.


“Lakukan apa??” tanya Ren dengan nada tinggi.


“Em…” kata Andrew dengan ragu.


“Apa kau ingin mengatakan bagaimana aku menghukum mereka berdua yang telah membuat aku marah?” tanya Ren dengan mata tajam.


“Em… Itu..” kata Andrew yang menelan salivanya


‘Harusnya tidak usah aku tanyakan.’ batin Andrew dengan keringat dingin.


“Tentu saja aku akan menghukum Kai dengan ganas! Bisa-bisa aku akan mencabik dia dengan tanganku sendiri. Kalau bisa aku bawakan dia ke pulau amazon bahkan ujung dunia sekalipun sampai tidak bisa  bertemu dengan Reyna.” kata Ren dengan tatapan seram dan tegas bahkan tidak bisa menahan emosinya.


Glekk……


‘Wah, kayaknya dunia Kai bisa hancur jika dibawa ke pulau Amazon.’ batin Andrew dengan menelan salivanya dengan susah dan takut apa yang dikatakan oleh Ren mengatakan membawa Kai ke pulau Amazon supaya tidak ketemu dengan Reyna.

__ADS_1


__ADS_2