Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 225 - HARTA


__ADS_3

Edgar setelah sarapan pagi langsung saja melihat rumahnya. Edgar sangat penasaran dengan rumahnya, Edgar takut kalau Edward sudah menjual surat tanah yang di simpannya di ruang kerjanya.


Edgar ke rumahnya pinjam pakai mobil Aizen karena Edgar tidak ada mobil, Reyna dan Calvin sebenarnya ada mobil cuma mereka memakai mobil untuk pergi kerja.


40 menit Edgar sampai di rumahnya. Edgar mengemudi dengan pelan dan santai. Edgar tidak melihat pengawal di depan gerbang pintunya. Edgar langsung turun dari mobil dan membuka gerbang untuk memasukkan mobilnya.


Setelah memakirkan mobil, Edgar keluar mopbil dan membuka pintu yang di kasih oleh Aizen. Semenjak di jual oleh Aizen, Aizen menyuruh orangnya untuk menukar semua kunci rumah di pintu depan dan belakang karena takut ada orang yang memegang kunci lama rumah itu.


Edgar masuk ke dalam melihat isi rumahnya masih utuh dan tidak ada yang berubah. Edgar langsung saja masuk ke ruang kerjanya untuk memeriksa dokumen dokumen tanah dan hartanya.


Edgar langsung melihat brangkas yang dia simpan di lemari buku. Edgar meliaht brangkasnya sudah terbuka dan isinya sudah kosong. Hanya ada beberapa surat yang tidak penting saja di letak di dalam.


"Sial! Anak sialan itu mengambil surat perusahaan aku. Jangan bilang kalau anak sialan itu menjual perusahaannya juga." kata Edgar dengan marah.


Edgar langsung saja mencari dokumen dan surat penting di ruang kerjanya. Setelah beberapa lama Edgar mencari dokumen di ruang kerjanya ternyata hanya ada dokumen kerja sama dengan perusahaan kecil saja. Kerja sama dengan perusahaan besar sama sekali tidak ada.


"Anak sialan itu, apa dia ingin mengambil semua harta aku!! Jika aku bertemu denganmu, aku akan membuatnya babak belur!!" teriak Edgar sampai melempar guci di sebelah mejanya sampai pecah karena saking marahnya pada Edward.


Edgar duduk sampai merasa stress melihat semua dokumen dan hartanya hilang semua. Edgar langsung melihat lemari buku. Edgar langsung teringat kalau dia masih ada hartanya.


Edgar langsung berdiri dan ke lemari buku di belakang pintu dan mengambil buku di yang agak di tengah dan menekan tombol. Lemari buku itu langsung tergeser ke samping. Edgar memiliki tempat rahasia di ruangan kerjanya.


Tempat rahasia ini hanya di ketahui oleh Edgar saja, semua orang tidak tahu tentang tempat rahasia ini termasuk putrinya Celestia.


Edgar langsung masuk ke dalam ruangan rahasianya. Di dalam ada ruangan persegi panjang yang lumayan besar sebesar 10 X 8 M. Di dalamnya masih untuh dan tidak ada yang rusak hanya ada banyak debu karena sudah lama tidak di bersihkan.


Edgar langsung saja membuka lemarinya di dalamnya masih ada brangkas yang besar. Edgar langsung memasukkan nomor pin dan membuka brangkas itu.


Edgar langsung lega melihat di dalam isi brangkasnya masih ada surat tanah dan emasnya. Edgar langsung mengambil semua isi brangkasnya dan melihat semua isi surat tersebut. Setelah di periksa ternyata semuanya masih utuh dan tidak ada yang kurang.


Edgar merasa lega karena hartanya tidak di ambil oleh Edward. Jika semua hartanya di ambil oleh Edward, Edgar tidak tahu harus berbuat apa dan sudah di pastikan Edgar sudah menjadi tunawisma.

__ADS_1


Edgar melihat ada notifikasi di hpnya langsung melihat ternyata Calvin mau datang ke rumah. Edgar langsung saja menyimpan suratnya di brangkas dan mengambil beberapa surat dan langsung mengunci tempat rahasianya.


"Kakek, kakek sudah sampai?" tanya Calvin yang baru saja masuk ke dalam rumah, langsung melihat Edgar turun dari tangga.


"Ya, baru saja sekitar 1 jam lalu." kata Edgar.


"Bagaimana Kek? Apa hartanya papa bawa semua?" tanya Calvin.


"Ya, dia membawa semua harta kakek di kamar dan di ruang kerja kakek. Untung saja ruangan rahasia kakek masih aman." kata Edgar.


"Jadi, ruangan rahasia kakek masih aman dan tidak di ketahui oleh papa?" tanya Calvin.


"Ya. Ini ada beberapa tanah dan dokumen penting yang akan kakek kasih pada Aizen nanti, karena sudah memberikan rumah kita." kata Edgar.


"Tapi, apakah tuan Aizen mau menerimanya kek? Aku rasa Tuan Aizen tidak mau menerima tanah yang kakek berikan." kata Calvin merasaa ragu.


"Nanti kakek yang akan memberikan padanya. Apa kau ingin melihat kamar mu?" tanya Edgar ke Calvin. Edgar merasa kalau Calvin pulang pasti ingin masuk ke kamarnya dulu.


"Pergi lah. Kakek akan ke dapur mengambil minum." kata Edgar.


Calvin langsung saja naik ke atas melihat kamarnya. Sedangkan Edgar ke dapur meliaht apa yang bisa di minum.


Calvin masuk ke kamarnya melihat kamarnya masih seperti dulu tidak ada yang berubah. Walaupun sudah berdebu dan tidak pernah di bersihkan.


Calvin duduk di kursi dan melihat sekeliling kamarnya dan merasa Nostalgia, kenangannya di masa lalu lansung terpikir di kepalanya dimana Mama Celestia masih hidup dan selalu tidur bersamanya semenjak kecil.


Calvin mengingat kenangannya di masa lalu dan melihat di mejanya ada foto dimana Dia tersenyum dengan mama Celestia.


Calvin melihat foto bersama mamanya membuat Calvin tiba tiba mengeluarkan air matanya. Calvin langsung mengingat  kenangannya bersama Celestia.


Di mana mereka pernah membuat kue bersama, jalan jalan bersama, nonton bersama, membuat Calvin semakin mengeluarkan air matanya dan langsung memeluk foto tersebut.

__ADS_1


"Jika mama masih hidup, mama bisa merasakan bagaimana memiliki cucu dan menantu yang cantik seperti Rayna, Ma." kata Calvin dengan senyum pelan.


Calvin langsung menghapus air matanya dan menaruh lagi foto itu di meja. Calvin langsung mengambil remote AC dan membuka Remote AC itu dengan pelan.


Di dalam Remote AC itu ada kunci kecil dan Calvin mengambilnya. Calvin langsung ke lemari baju dan membuka laci, dan mengeluarkan bajunya. Di dalam bajunya ada brangkas kecil.


Calvin mengambil brangkas kecil itu dan membuka brangkas itu dengan kunci yang di ambilnya dari remote AC. di dalamnya ada foto keluarganya dimana Celestia masih hidup, dan masih banyak foto di dalam dan ada kalung emas yang di berikan oleh Celestia.


Setelah Calvin melihat isi brangkas itu, Calvin langsung menguncinya dan membawanya pulang bersamanya karena ini adalah hartanya yang paling berharga.


"Calvin, apa kau mau minum? Di kulkas hanya ada jus dan teh kotak." kata Edgar melihat Calvin turun membawa brangkas kecilnya.


"Boleh kek." kata Calvin langsung duduk dan minum Jus.


"Apa itu harta berharga mu?" tanya Edgar melihat Calvin tidak mau melepaskan brangkas kecilnya.


"Ya. Sangat berharga di dunia." kata Calvin dengan senyum.


"Paling foto bersama Mama mu, Celestia kan." kata Edgar dengan senyum.


"Apa kakek boleh melihatnya?" pinta Edgar.


Calvin langsung membuka brangkasnya dan memberikannya pada Edgar. Edgar melihat isi di dalam brangkas itu langsung tersenyum.


Ternyata benar kalau Calvin menyimpan foto Celestia dan masih banyak foto Calvin bersama Celestia dan ada juga foto keluarganya.


"Apa kau akan membawanya pulang?" tanya Edgar setelah menutup berangkas Calvin.


"Tentu saja kek. Nanti aku juga akan memasukkan foto aku bersama Rayna dan anak-anak." kata Calvin dengan senyum.


Edgar tersenyum mendengar perkataan Calvin. Memang harta yang paling berharga bagi Calvin adalah keluarganya.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2