Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 50 - HEWAN BUAS


__ADS_3

'Kenapa dia ikut lelang? Bukankah dia tidak ingin ikut lelang karena rumor tanah baru itu palsu?' batin Reyna dengan heran.


"Kenapa kau ingin tanah ini? Bukankah kau bilang tidak ingin ikut?" tanya Yuna.


"Mau ikut atau tidak terserah pada aku dong. Kenapa? Apakah kalian sudah tidak punya uang untuk beli tanah?" kata Maria dengan sinis.


'Sepertinya dia ingin main dengan aku ya. Baiklah akan aku layani kau sampai kau puas.' batin Reyna dengan senyum licik.


"Reyna...." Yuna memandang Reyna bertanya padanya apakah harganya harus dinaikkan lagi.


"Naikkan saja Yuna." kata Reyna.


'Biar aku lihat kau bisa bermain dengan aku sampai mana?' batin Reyna dengan senyum licik.


Yuna langsung menaikkan harganya seperti yang Reyna suruh.


"No.5 1.5 Miliar."


Maria hanya tersenyum melihat Reyna dan Yuna menaikkan harganya. Maria mengangkat nomornya dan menaikkan dengan harganya.


"No.7 3 Miliar."


Semua orang termasuk Yuna terkejut Maria membeli tanah dengan harga 3 Miliar. Yuna juga tidak ingin kalah dan menaikkan harganya.


"No.5 3.5 Miliar."


"No.7 4 Miliar."


Semua orang di ruangan tidak percaya Maria dan Yuna merebut tanah yang tidak berguna itu. Banyak orang menatap sinis dan bertanya-tanya kenapa mereka ingin membeli tanah ditempat yang jauh dari kota bahkan lingkungan dan sosial yang tidak bagus.


"No.5 4.1 Miliar."


Maria melihat sepertinya Yuna sudah tidak punya uang karena menaikkan harga dengan sedikit. Maria tersenyum langsung menaikkan harga lagi.


"No.7 5 Miliar."


Yuna terkejut dan berkeringat dingin karena tanah yang Maria jual dengan harga 5 Miliar, sedangkan uang perusahaan papanya hanya ada 5 Miliar.


"Naikkan harganyaa Yuna." kata Reyna membuat Yuna terkejut memandang Reyna.


"Apa kau yakin Reyna? Kita hanya ada uang 5 Miliar." kata Yuna dengan pelan.


"Tidak apa. Percaya lah pada aku." kata Reyna dengan senyum sambil melihat ke HP-nya.


Yuna melihat Reyna dari tadi membuka Hpnya seperti tidak peduli dengan tanah ini.


'Apa aku harus mempercayaimu Reyna?' batin Yuna dengan sedih melihat Reyna.

__ADS_1


"Kenapa kalian dari tadi diam saja? Apa kalian sudah tidak punya uang untuk beli tanah? Sepertinya kalian hanya orang miskin hanya beli tanah seharga lebih dari 5 miliar saja tidak ada." kata Maria memandang Yuna dengan sinis.


Yuna merasa terpancing dengan perkataan Maria langsung menaikkan harganya.


"No.5 5.1 Miliar."


***


"Kenapa mereka berebut tanah yang jauh dari kota dengan harga 5 Miliar?" kata Kai dengan heran.


"Entahlah. Bahkan rumornya ditempat itu sangat tidak bagus. Disana banyak orang yang licik dan tidak tau aturan. Bagaimana menurutmu Ren?" kata Andrew bertanya ke Ren.


Ren tidak mendengar perkataan Andrew. Ren hanya melihat sekeliling dengan teliti.


"Kau kenapa Ren?" tanya Kai.


"Kau mencari siapa?" tanya Andrew.


"Reyna." jawab Ren dengan singkat sambil melihat sekeliling dengan teliti.


"Reyna?" tanya Andrew dan Kai serempak.


"Apa Reyna ada diruangan ini?" tanya Kai melihat sekeliling bahkan Andrew juga ikut mencari.


"Tapi aku tidak melihat Reyna. Apa kau yakin Reyna ada di sini?" tanya Andrew.


"Mungkin kau salah lihat kali Ren." kata Kai.


"Insting aku tidak mungkin salah." tegas Ren fokus melihat ruangan itu mencari Reyna tanpa melihat ke Andrew dan Kai.


'Insting?' batin Andrew dan Kai serempak dan saling pandang dan melihat ke Ren yang dari tadi mencari Reyna.


"Insting dari mana dia tau kalau Reyna ada disini?" tanya Kai bisik ke Andrew.


"Tidak tau." jawab Andrew sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa aku tidak melihatnya dari tadi?" gumam Ren dengan kesal.


"Ren, Reyna mungkin benar tidak ada disini. Kenapa kau bersikeras tau kalau Reyna ada diruangan ini? Lelang digedung ini banyak ruangan." kata Andrew.


"Benar Ren. Mungkin kau salah tebak." kata Kai.


"Insting aku tidak mungkin salah karena aku mencium parfum Reyna diruangan ini." kata Ren sambil mengedus-ngedus bau diruangan itu.


"........."


"Apa Ren itu binatang? Bisa mencium bau Reyna diruangan yang luas dan banyak orang?" tanya Kai.

__ADS_1


"Binatang? Aku malah berpikir dia itu Raja hewan buas yang ingin bertemu dengan Ratu hewan buas." kata Andrew.


"Kenapa kau malah bilang Reyna itu ratu hewan buas? Reyna itu manusia." kata Kai.


Andrew melihat Kai sepertinya tidak mengerti perkataannya hanya menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kau menggelengkan kepala? Apa kau merasa tidak enak badan?" tanya Kai yang sama sekali tidak tau maksud Andrew.


"Kai menurut aku kau pulang minum susu supaya kau tau apa maksud perkataan aku." kata Andrew


"Apa maksudmu?" tanya Kai dengan bingung.


"Kau itu bodoh atau tuli? Masa apa yang aku maksud saja kau tidak mengerti?" geram Andrew melihat Kai.


"Apa maksud perkataanmu?" Kai tiba-tiba bersuara agak keras.


"Apa kau merasa Reyna juga tidak normal?" tanya Andrew bisik ke Kai.


Kai mencerna maksud perkataan Andrew. Tiba-tiba Kai ingat kalau Reyna juga tidak normal dengan tubuhnya. yang sangat kurus bisa makan sangat banyak sebanyak 2-5 porsi sekali makan.


"Aku juga berpikir Reyna itu tidak normal karena badannya yang sangat kurus bisa makan sebanyak 5x dalam 1 hari bahkan 1x makan bisa 2-4 porsi." kata Kai.


"Benarkan. Aku juga merasa Ren juga sangat tidak normal. Coba kau bayangkan diruangan sebesar ini dia bisa mencium bau Reyna." kata Andrew.


"Iya juga." kata Kai.


"Jadi maksud aku Reyna dan Ren itu Ratu dan Raja hewan buas karena mereka sama sekali tidak normal. Satunya makan sampai 1 ton lebih, satunya lagi bisa mengetahui keberadaan wanitanya hanya mengedus bau parfumnya sedangkan diruangan ini sangat banyak orang bahkan banyak orang yang pakai parfum yang sangat pekat. Bukankah menurutmu mereka seperti hewan buas?" kata Andrew dengan panjang lebar.


"Benar juga katamu Andrew. Mereka berdua sangat cocok bahkan seperti bisa bertelepati. Reyna saja tau apa yang dilakukan Ren pas di ruang osis, padahal kau hanya memberitahu Reyna bahwa Ren tidak mengerjakan tugasnya hanya merasa sedih." kata Kai.


"Benar. Mereka seperti punya indra ke-6. Pemikiran mereka sepertinya juga sama, aku merasa mereka seperti kembar yang sudah lama tidak ketemu." kata Andrew.


"Apa yang kalian bicarakan dari tadi?" tanya Ren melihat kedua sahabatnya berbisik-bisik berdua.


"Tidak ada. Hanya bertanya-tanya kenapa ada yang berebut tanah yang jauh dari kota." kata Andrew dengan cepat.


"Apa kau sudah menemukan Reyna, Ren?" tanya Kai.


"Belum. Tapi aku yakin benar dia ada diruangan ini." kata Ren dengan pasti.


Andrew dan Kai hanya diam mendengar perkataan Ren.


"Jadi sekarang kau lagi ngapain?" tanya Andrew melihat Ren membuka Hp-nya seperti mencari sesuatu.


"Melihat list data pengunjung lelang." jawab Ren melihat list di Hp-nya.


Data list pengunjung dan partisipasi lelang Ren meminta seseorang mengirimkan ke Hp-nya.

__ADS_1


__ADS_2