Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 140 - DI TERIMA BEKERJA


__ADS_3

Setelah Reyna makan siang bersama dengan Ren dan pergi ke Heaven Corporation di antar oleh Ren. Reyna masuk ke dalam melihat ada seorang lelaki muda yang berpakaian sopan berada di Resepsionis.


"Apa lowongan IT masih ada kak?" tanya seorang lelaki.


"Lowongannya sudah tutup kak. Karena kita sudah mendapatkan karyawannya." kata Resepsionis.


"Apakah masih butuh kak? Soalnya saya juga lagi butuh kerjaan." kata Lelaki.


"Maaf kak, kami tidak menerima lowongan lagi." kata Resepsionis.


"Begitu ya." kata Lelaki itu dengan kecewa.


Reyna mendengar lelaki muda itu seperti sangat ingin memiliki pekerjaan merasa sangat kasihan karena sepertinya lelaki itu sangat membutuhkan pekerjaan.


Reyna juga merasa sangat tidak asing dengan suara lelaki itu seperti pernah mendengarnya. Reyna langsung mendekati lelaki itu.


"Apa tuan memerlukan pekerjaan?"


Lelaki itu mendengar ada suara di belakangnya langsung menoleh ke belakang. Setelah melihat siapa itu dia terkejut begitupun dengan Reyna melihat wajah lelaki itu.


"Harry?"


"Kak Reyna?"


Reyna dan Harry bilang bersamaan sampai menunjuk ke arah lawannya.


"Kak Reyna kenapa di sini?" tanya Harry.


"Aku kerja magang di sini. Apa kau mencari pekerjaan? Tapi bukankah kau masih sekolah?" tanya Reyna.


"Aku sudah SMA kelas 3 kak. Aku ingin cari pekerjaan. Aku melihat perusahaan ini ada lowongan mencari seorang IT jadi aku ingin mencobanya." kata Harry.


"Tapi syaratnya minimal kerja di sini harus S1. Apa kau tidak melihat lowongannya?" tanya Reyna.


"Aku melihatnya kak. Tapi aku juga ingin mencobanya, mana tau mereka ingin menerimaku." kata Harry.


"Apa yang kau bisa lakukan tentang IT?" tanya Reyna.


"Em....." Harry merasa sangat tidak ingin bicara karena banyak orang di sekitar mereka.


"Kita bicara di belakang saja." kata Reyna tau maksud Harry yang tidak ingin orang lain mengetahuinya.


Reyna mengajak Harry pergi ke ruangan belakang ruang makan. Disana sangat jarang ada orang yang ingin makan di ruangan, jadi Reyna mengajak Harry bicara di dalam.


"Apa kau bisa memenuhi syarat untuk bekerja bagian IT di perusahaan ini?" tanya Reyna.


"Aku pasti tidak bisa memenuhi syarat kak, tapi kemampuan aku pasti bisa." kata Harry dengan percaya diri.


"Apa yang bisa kau lakukan?" tanya Reyna.

__ADS_1


"Aku bisa hacking program kak." jawab Harry.


"Benarkah?" tanya Reyna.


"Ya."


"Apa kau bisa membuktikannya? Coba kau hacking data perusahaan ini. Kau jangan mengambil atau menghapus datanya hanya membukannya saja." kata Reyna.


"Bisa kak. Aku akan memperlihatkan pada kak Reyna." kata Harry mengambil laptop di tasnya.


Reyna melihat apa yang di lakukan oleh Harry. Harry mengetik dengan cepat dan tidak sampai 10 menit Harry sudah bisa membuka program yang susah di buat oleh Heaven Corporation dengan cepat.


"Ini kak." kata Harry.


Reyna terkejut melihat Harry bisa hacking data Heaven Corporation dengan cepat bahkan alarm peringatan di perusahaan juga tidak bunyi.


"Apa perusahaan tidak mengetahuinya?" tanya Reyna.


"Tidak. Kakak tidak mendengar suara alarmnya bukan?" tanya Harry dengan santai.


"Baiklah kalau kakak tidak percaya aku akan mengcopy data mereka sedikit ke laptopku." kata Harry dengan santai mengcopy data Heaven Corporation.


"Apa kau bisa membuka CCTV di perusahaan ini?" tanya Reyna.


"Tentu kak." kata Harry membuka CCTV di perusahaan Heaven corporation.


"Benar kak."


"Bagaimana kau bisa melakukan hal seperti ini di usiamu yang sangat muda?" tanya Reyna dengan terkejut.


"Sebenarnya aku belajar dari kakak aku kak. Kakak aku sangat pandai IT, bahkan dia pernah membantu temannya yang sudah mau bangkrut menjadi normal." kata Harry.


"Kemampuan mu ini sangat luar biasa Harry. Aku rasa kau bisa bekerja di perusahaan ini." kata Reyna dengan yakin karena Reyna juga sedang mencari seorang IT seperti Harry.


"Benarkah kak? Tapi bagaimana caranya? Aku kan tidak memenuhi syarat." kata Harry.


"Aku kenalan dengan atasan perusahaan ini. Nanti aku akan memberitahu padanya untuk mempekerjakan mu di sini." kata Reyna.


"Benarkah Kak Reyna?" tanya Harry dengan mata berbinar-binar.


"Tentu saja. Kau percayakan saja padaku nanti." kata Reyna dengan senyum.


"Aku mau bekerja disini kak tapi ada beberapa syarat dari ku." kata Harry.


"Syarat? Apa itu?" tanya Reyna.


"Pertama aku tidak ingin orang lain mengetahui kalau aku seorang Hacker karena akan sangat merepotkan jika orang lain tau. Jadi aku ingin kakak menyembuyikan tentang kemampuanku bahwa kalau aku seorang Hacker." kata Harry.


"Kedua, aku tidak ingin posisi yang di tinggi di perusahaan ini karena aku masih sekolah. Jika ada orang lain yang tau kalau aku masih sekolah memiliki posisi tinggi akan heboh."

__ADS_1


"Ketiga. Aku akan melakukan pekerjaan apapun termasuk pekerjaan hacker jika ada yang berani mengambil data perusahaan aku akan membantu juga, tentu saja aku akan melakukan pekerjaan dengan benar asalkan syarat pertama dan kedua di turuti." kata Harry.


"Tentu saja. Jika orang lain tau tentang kemampuanmu nantinya perusahaan juga akan heboh. Nanti aku akan bicara pada pak Satya." kata Reyna.


"Benarkah kak Reyna?" tanya Harry.


"Tentu saja. Kita langsung saja ke ruangan pak Satya sekarang." kata Reyna.


Reyna langsung mengajak Harry ke ruangan pak Satya. Sampai ke ruangan pak Satya dan bicara dengannya supaya Harry untuk bekerja di perusahaan ini.


"Apakah dia bisa di percaya nona?" tanya pak Satya merasa ragu dengan kemampuan Harry.


"Ya. Jika melakukan kesalahan maka aku akan bertanggung jawab." kata Reyna.


Harry tertegun mendengar kalau Reyna akan bertanggung jawab jika dia melakukan kesalahan.


"Kalau nona bicara sampai seperti itu maka saya akan percaya juga dengannya." kata pak Satya dengan senyum.


"Benarkah pak kalau aku boleh bekerja di perusahaan ini?" tanya Harry merasa tidak percaya bisa bekerja di perusahaan besar.


"Tentu. Tapi bukankah kau masih sekolah? Bagaimana kau bisa bekerja tapi masih melanjutkan sekolahmu?" tanya pak Satya.


"Aku sekolah malam pak. Jadi saya bisa bekerja dari pagi sampai sore. Tapi ada beberapa hari aku masuk sore jadi kemungkinan aku harus pulang lebih awal." kata Harry.


"Tentu saja. Nanti anda bisa bicarakan di HRD." kata pak Satya.


"Terima kasih pak." kata Harry dengan senang.


"Jika anda tidak ada urusan penting, besok anda sudah bisa bekerja di sini." kata pak Satya.


"Baik pak. Terima kasih pak. Terima kasih kak Reyna." kata Harry dengan gembira.


"Tentu." kata Reyna.


"Iya kak terima kasih." kata Harry.


"Kalau begitu kami permisi pak." kata Reyna dengan sopan pergi keluar dari ruangan pak Satya dengan Harry.


"Pastikan kau bekerja dengan benar. Jika kau bekerja dengan benar pasti kau akan cepat naik pangkat." kata Reyna.


"Tentu saja kak Reyna. Aku pasti tidak akan mengecewakan kak Reyna." kata Harry.


"Oh ya kak, apa kakak nanti sore ada waktu?" tanya Harry.


"Kalau sore ini tidak bisa karena ada urusan. Kenapa?" tanya Reyna.


"Oh begitu ya. Aku ingin mengajak kakak makan malam bersama di apartemenku. Rachel juga sangat kangen dengan kakak." kata Harry.


"Kapan ada waktu luang aku pergi ke apartemenmu. Aku juga kangen dengan Rachel." kata Reyna juga merasa sangat ingin bertemu dengan Rachel.

__ADS_1


__ADS_2