Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 226 - TENTANG RAYNA


__ADS_3

"Kak Calvin, kakek... Kalian sudah pulang?" kata Rayna yang sedang membersihkan meja melihat Calvin dan Edgar sudah pulang.


"Ya. Aku pulang. Bagaimana keadaanmu? Apakah sudah membaik?" tanya Calvin dengan senyum mencium dahi Rayna.


"Sudah kak. Aku sudah menyiapkan air panas untuk kakak dan kakek. Kalian berdua pergi mandi saja karena airnya masih hangat." kata Rayna dengan senyum.


"Terima kasih Rayna. Kalau begitu kakek pergi mandi dulu karena kakek badan sudah sangat gerah dan ingin mandi." kata Edgar langsung masuk kamar dan mandi.


"Daddy... Lihat... Aku mendapatkan nilai 100." kata Rachel dengan antusias memperlihatkan nilai ujiannya pada Calvin.


"Benarkah? Anak Daddy memang hebat." kata Calvin dengan bangga dengan Rachel mendapatkan nilai sempurna.


"Kak Richie juga mendapatkan nilai 100 sama seperti Rachel, Daddy." kata Rachel menambahkan.


"Anak-anak Daddy memang hebat." kata Calvin dengan senyum.


"Apakah Daddy akan mengajak Rachel jalan jalan?" tanya Rachel dengan berharap.


Rachel sangat ingin pergi keluar kota seperti ke pantai atau ke taman bermain.


"Setelah kalian selesai ujian dan libur panjang pasti Daddy akan mengajak kalian jalan-jalan." kata Calvin dengan senyum.


"Waiii... Love You Daddy..." kata Rachel dengan semangat dan senang. Rachel langsung mencium pipi Calvin banyak banyak sampai puas. Sedangkan Calvin hanya merasa gemes dengan kelakuan putrinya, juga mencium Rachel.


"Kau sudah pulang Cal." kata Reyna yang keluar dari kamar dengan handuk di kepalanya yang baru selesai mandi.


"Ya. Oh ya, Reyna. Apa kau tau di mana tempat yang bagus?" tanya Calvin.


"Tempat yang bagus? Memangnya kau mau kemana?" tanya Reyna.


"Liburan. Aku ingin pergi liburan dengan anak-anak bersama Rayna. Apa kau tahu di mana tempat yang bagus?" tanya Calvin.


Reyna terdiam sebentar mendengar perkataan Calvin. Awalnya Reyna ingin mengajak mereka ke ruamh orang tuanya. Reyna ingin membicarakan ini sama Calvin.


"Nanti saja lanjut bicaranya setelah makan. Jika kalian masih bicara, nanti tidak ada sisa untuk kalian semua." kata Rayna menghentikan pembicaraan Reyna dan Calvin.


"Baiklah. Aku mandi dulu, nanti baru kita membicarakan hal ini." kata Calvin langsung ke kamar membersihkan diri.

__ADS_1


Setelah Calvin dan Edgar selesai mandi, mereka berdua langsung keluar makan bersama yang lain.


30 menit kemudian mereka semua sudah selesai makan. Calvin dan Edgar menonton TV. Sedangkan Rayna dan Reyna mencuci piring dan membersihkan meja. Sedangkan Rachel dan Richie bermain berdua di meja tamu.


"Huam...." Rachel menguap dan merasa ngantuk.


"Apa kau lelah Rachel?" tanya Richie melihat Rachel menguap.


"Hm..." Rachel mengangguk.


"Ayo kita pergi tidur. Biarkan saja mainannya nanti kakak akan membersihkannya." kata Richie langsung membawa Rachel pergi tidur.


"Kalian pergi tidur saja, nanti biar Daddy yang membersihkannya. Jangan lupa gosok gigi sebelum tidur ya." kata Calvin.


"Baik Daddy." kata Rachel langsung ke kamar mandi bersama Richie untuk menggosok gigi mereka setelah itu pergi tidur.


"Rayna, kau pergi temani mereka tidur. Di sini biar aku yang bersihkan." kata Reyna.


"Baiklah kalau itu kemauan mu Rey. Kalau begitu aku ke kamar ya." kata Rayna langsung mencuci tangannya dan pergi ke kamar untuk menemani Rachel dan Richie tidur.


"Cal, kau pergi tidur juga temani mereka tidur. Jangan biarkan Rayna sendirian di kamar." kata Edgar.


"Tunggu Cal." kata Reyna meninggalkan piring di dapur untuk mencengah Calvin masuk kamar.


"Ada apa Reyna?" tanya Calvin.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu. Ini penting." kata Reyna dengan serius.


"Penting? Memangnya apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Calvin.


"Tunggu aku selesai cuci piring dulu, baru kita bicara. Ini sangat penting dan aku tidak ingin Rayna dan anak-anak tahu." kata Reyna dengan serius.


Calvin dan Edgar saling pandang melihat Reyna sangat serius akhirnya mereka menyetujui perkataan Reyna dan menunggu sampai Reyna bicara. Sedangkan Reyna dengan cepat membersihkan cuci piringnya dan langsung ke tempat Calvin dan Edgar.


"Ada apa Reyna?" tanya Calvin.


"Apa kau ada melihat Ray akhir akhir ini kelakuannya berbeda?" tanya Reyna.

__ADS_1


Calvin bingung dengan perkataan Reyna, tapi dia tetap menjawab pertanyaan Reyna.


"Tidak ada. Sama seperti biasa." jawab Calvin.


"Apa kau yakin?" tanya Reyna.


"Oh ya, tadi aku melihat ada yang aneh dengan Ray tadi. Aku melihat dia pakai baju lengan panjang. Biasanya Ray tidak pernah memakai baju lengan panjang di rumah." kata Calvin berpikir.


Calvin tadi awalnya ingin bertanya pada Rayna, tapi Calvin urungkan karena Rayna seharian di rumah saja dan istirahat pasti tidak akan ada terjadi sesuatu padanya.


"Sebenarnya tadi pagi aku bertanya pada Ray kalau aku ingin pulang ke rumah." kata Reyna sambil menghela nafasnya.


"Terus?" tanya Edgar yang penasaran.


"Aku ingin mengajaknya pulang ke rumah bersama ku dan bertemu dengan Papa dan Mama liburan panjang besok, tapi setelah aku bilang bertemu dengan orang tua kita, tiba-tiba Rayna berkeringat dingin dan ketakutan seperti takut bertemu dengan orang tuanya." kata Reyna.


Calvin dan Edgar terkejut mendengar perkataan Reyna kalau Rayna takut bertemu dengan orang tua kandungnya. Apa lagi mendnegar perkataan Reyna, Calvin merasa trauma Rayna kabuh lagi.


"Terus? Apa yang terjadi?" tanya Calvin.


"Aku berhasil menenangkannya. Tapi pas aku kerja di kantor merasa tidak tenang dengan keadaan Rayna karena tadi pagi, jadi aku langsung pulang kerumah untuk melihat keadaannya. Setelah aku pulang, ternyata kamar Rayna sudah berantakan dan banyak kaca pecah di lantai. Aku melihat Rayna duduk meringkuk di sudut seperti ketakutan." jawab Reyna.


"Jadi akhirnya aku menenangkan Rayna. Untung saja aku tadi pulang, jika tidak aku rasa Rayna masih duduk di lantai dan membiarkan tangannya terluka." lanjut Reyna.


"Apaaa???" teriak Calvin dan Edgar. Calvin dan Edgar tidak tahu kalau hari ini terjadi sama Rayna. Untung saja Reyna pulang, jika tidak mereka pasti berpikir kalau Rayna masih ketakutan dan melukai dirinya.


"Jadi, kenapa Rayna memakai baju lengan panjang karena....." kata Calvin mengantung kalimatnya.


"Ya. Karena menutup lukanya. Rayna tidak mungkin membiarkan Rachel dan Richie melihatnya kan." kata Reyna.


"Jadi aku ingin bertanya padamu. Apa yang terjadi pada Rayna selama bersama mu. Aku rasa Rayna menjadi Trauma karena Mama Tirimu kan." kata Reyna.


Calvin terdiam. Calvin merasa tidak ingin bilang pada Reyna, tapi mau sampai kapan pun suatu saat pasti Reyna akan tahu karena Reyna berhak tahu karena Reyna adalah saudara kandung Rayna.


"Baiklah. Tapi aku mohon jangan bilang ini pada Rayna dan anak-anak. Karena aku takut anak-anak cemas dan sedih, terutama pada Rayna." kata Calvin. Calvin ingin Reyna mengrahasiakan ini.


"Ok." kata Reyna.

__ADS_1


Akhirnya Calvin menceritakan semuanya tanpa ada yang di sembunyikannya. Reyna dan Edgar hanya diam mendengarkan cerita Calvin.


T.B.C


__ADS_2