Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 199 - ORANG BAIK DAN PERHATIAN


__ADS_3

Harry dengan cepat berbalik takut pak Satya memarahinya. Harry ingin berlari, tapi Harry langsung berhenti karena mata Harry langsung fokus melihat sosok seorang yang dia kenal.


"Itu... Tidak mungkin kan..." kata Harry terbelalak melihat apa yang di lihatnya.


Harry langsung mendekati sosok itu takut dia salah lihat.


Harry sudah mendekati hanya tinggal beberapa meter, Harry langsung membeku dan terkejut melihat sosok yang dia lihat ternyata tidaklah ilusi atau salah lihat.


"Ka-kakek..." kata Harry dengan pelan dan terkejut.


Sedangkan orang itu mendengar suara familiar, langsung menoleh ke arah suara.


"Harry..." kata Orang itu dengan terkejut melihat Harry.


"Kakek kenapa ada di sini? Bukankah kakek pergi dengan papa dan mama ke New York?" tanya Harry mendekati kakeknya dan menunduk melihat kakeknya.


Kakeknya tidak bicara dan hanya menundukkan kepalanya dengan wajah sedih.


"Ada apa kek? Kenapa kakek diam saja?" tanya Harry memegang tangan sang kakek.


"Kakek kamu di tinggalkan oleh papamu di bandara. Apa kau tau kalau kakek kamu sudah di bandara selama 2 hari?" jawab Manager. Manager merasa tidak tahan melihat pak tua yang sudah lansia tersebut sudah menangis.


Harry terkejut mendengar perkataan sang manager. Harry melihat ke Kakeknya sudah menangis karena mendengar di telantarkan oleh sang putra nya sendiri.


"Anda jangan asal bicara ya!!" teriak Harry dengan keras. Harry tidak mau orang tuanya di hianati seperti itu.


"Saya tidak bohong, nak. Jika kamu tidak percaya dengan perkataan saya. Kamu silakan saja melihat tiket pesawat kakek mu sendiri. Tiketnya di beli seminggu yang lalu, sedangkan Kakek kamu datang ke bandara 3 hari lalu." kata manager ke Harry.


"Juga, sepertinya kakek kamu tidak makan selama 2 hari ini. Tadi baru di kasih makan oleh salah satu pegawai toko karena merasa kasihan pada kakek mu." kata Pengawal.


Harry terkejut mendengar perkataan manager dan pengawal, Harry yang masih tidak percaya langsung menanyakan pada kakeknya.


"Kakek, apa boleh Harry melihat tiket pesawat kakek?" tanya Harry.


"Ini tiket pesawat kakek kamu." kata salah satu pengawal bandara.

__ADS_1


Harry melihat tiket kakeknya memang benar itu adalah nama kakeknya namun tanggal naik pesawat adalah seminggu yang lalu. Harry merasa tidak percaya apa yang di lihatnya.


Harry langsung menelpon orang tuanya, namun tidak ada yang di jawab atau mengangkat telepon nya. Harry akhirnya pasrah untuk tidak menelepon orang tuanya dan akan menelpon orang tuanya saat sampai di apartemen.


Harry langsung ingin membawa kakeknya pulang dulu setelah itu baru di pikirkan tentang hubungi orang tuanya.


"Kakek, bagaimana kalau kakek pulang sama Harry dulu ya." kata Harry dengan pelan ke kakeknya.


"Bukankah tempat tinggal kau sempit Harry?" tanya kakek Harry. Seingat Kakek Harry, kalau apartemen Harry sangat sempit.


Harry tersenyum dengan pertanyaan sang kakek. " Tidak apa kek. Aku masih ada tempat tidur untuk kakek." kata Harry dengan senyum.


Harry berpikir walaupun di apartemennya tidak ada tempat untuk kakeknya tidur, Harry masih bisa menitipkan kakeknya sama Kak Calvin, karena kakek masih belum tahu kalau kak Calvin dan Istrinya masih hidup.


Di keluarga Harry yang tahu kalau Calvin dan Rayna hidup hanya Harry sendiri dan kedua keponakannya yaitu Rachel dan Richie anak Rayna dan Calvin.


"Ayo kek, pulang sama Harry ya." kata Harry dengan senyum.


Kakeknya hanya mengangguk saja, karena jika hanya di bandara saja pasti tidak akan tahan karena kakeknya tidak ada uang ataupun makanan untuk di makan.


"Tidak apa. Pastikan kau menjaga kakek mu. Jangan sampai dia di tinggalkan oleh orang tua mu itu." kata Manager.


"Aku akan membawa barang kakek mu ke mobil." kata Pengawal membantu membawa troli kakek Harry.


Harry dan kakeknya langsung pergi dan berterima kasih kepada manager dan semua orang yang telah menolong kakeknya.


"Kakek, kita ke tempat penjemputan penumpang ya. Aku bersama CEO aku ke sini. Jadi aku harus menemui CEO aku dulu, baru kita pulang." kata Harry.


"Ya, tidak apa." jawab Kakek Harry dengan senyum.


Harry dan Kakeknya langsung menemui Pak Satya. Sedangkan Pak Satya sudah bertemu dengan Client nya dan sedang menunggu Harry karena Harry tidak balik-balik.


"Harry kemana? Kenapa dia masih belum balik?" tanya Pak Satya melihat Harry di penjemputan penumpang bandara.


Setelah beberapa menit, pak Satya melihat Harry langsung mendekati Harry. Pak Satya ingin menegur dan marah pada Harry tapi langsung terdiam melihat Harry bersama bapak lansia.

__ADS_1


"Kau kemana saja Harry? Apa kau tau aku khawatir dengan mu? Siapa bapak ini?" tanya Pak Satya dengan marah dan bertanya siapa yang ada bersamanya.


"Em..." Harry ingin menjawab tapi karena sudah kena marah sama pak Satya langsung menundukkan kepalanya.


Kakek Harry melihat Harry di marahin oleh atasannya ingin meminta maaf pada Pak Satya tapi Pengawal bandara sudah bicara duluan.


"Dia sedang menjemput kakeknya Tuan. Dia tidak sengaja bertemu dengan kakeknya di bandara. Kakeknya ingin memberikan kejutan pada keluarganya tapi secara kebetulan bertemu dengan cucunya. Oleh karena itu jangan marah padanya." kata Pengawal pada pak Satya.


"Hah~ Baiklah. Yang penting kau baik-baik saja. Nanti kau harus menjelaskannya pada ku di perusahaan." kata Pak Satya menghela nafas sebentar.


"Baik pak. Terima kasih." kata Harry dengan pelan.


"Bagaimana kakek mu pulang? Tidak mungkin kalau dia ikut bersama kita. Aku tidak enak dengan Client kita jika kakek mu ikut masuk mobil bersama nya." kata Pak Satya dengan bingung.


Harry juga bingung sendiri. Awalnya Harry ingin pulang duluan sama kakeknya, tapi Harry tidak bawa banyak uang untuk biaya taxi nya.


"You can go together with us." (Kau bisa ikut bersama kami.) kata Client keluar dari mobil.


Client tersebut telah mendengar semua percakapan pak Satya dengan Harry. Walaupun Client tersebut tidak begitu bisa bahasa Negara mereka, tapi dia masih mengerti percakapan mereka sedikit, walaupun tidak mengerti semuanya, tapi masih bisa melihat situasi.


"It's okay. Isn't there still a place in the car for him.' (Tidak apa-apa. Bukankah masih ada tempat di dalam mobil untuknya.) kata Client dengan senyum.


"Thank you." (Terima kasih). kata Pak Satya berterima kasih kepada Client nya.


"Ayo, masuk kedalam mobil. Client kita mengizinkan kakek mu ikut bersama kita." kata Pak Satya.


"Terima kasih pak." kata Harry dengan senyum dan sangat berterima kasih pada Client nya karena telah mengizinkan kakeknya ikut bersama nya.


Harry langsung membawa kakeknya masuk ke dalam mobil di bantu oleh pak Satya. Barang kakek Harry di taruh di belakang mobil pak Satya.


Setelah semua barang kakek Harry masuk kedalam, mereka langsung balik ke heaven corporation.


Harry sangat bersyukur karena di sekelilingnya banyak orang yang baik dan perhatian padanya dan keluarga nya.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2