
“Jadi kalian tidak mau melakukannya?” tanya Reyna.
“Kenapa kami harus melakukan hal itu, kami tidak salah apa-apa.” kata wanita itu dengan membela dirinya.
“Kalau tidak mau bagaimana kalau aku meminta hal yang lain?” tanya Reyna.
Kedua wanita itu langsung terkejut mendengar Reyna langsung meminta hal yang lain. Ren hanya diam saja karena Ren tau kalau Reyna pasti tidak melepaskan mereka begitu saja.
“Apa yang kau minta? Kita tidak ada salah apapun.” kata wanita itu dengan bingung.
“Kalau kalian tidak mau mengaku aku akan bilang ke satpam bahwa ada 2 wanita yang ingin menggoda lelaki orang.” kata Reyna.
“Sudah kita bilang kita tidak menggodanya.”
“Apa kalian lupa kalau disini ada cctv?” kata Reyna menunjuk CCTV dekat mereka.
Kedua wanita itu terkejut karena dekat mereka ternyata ada CCTV. Mereka langsung keringat dingin karena takut ketahuan kalau mereka telah menggoda Ren.
“Kenapa kalian berkeringat? apa kalian tidak tau kalau dekat sini ada CCTV?” kata Reyna.
Mereka hanya diam saja dan Reyna langsung berkata, “Harusnya kalian tau sendiri kalau di taman bermain ini banyak CCTV. Karena kalian tidak mau mengaku maka aku hanya bilang ke satpam dan membuka CCTVnya sebagai bukti.”
“Ja-jangan….” kata kedua wanita itu dengan serempak dan ketakutan.
“Jadi kalian sudah mengaku?”
“I-iya kita memang menggodanya dan sengaja membuatnya marah dan meminta uang kompensasinya.”
“Baiklah, karena kalian sudah jujur aku ingin meminta uang kompensasi karena kalian telah menggodanya.” kata Reyna langsung meminta uang pada mereka.
Kedua wanita itu terkejut, bukannya meminta mereka untuk pergi malah meminta uang pada mereka.
“Kenapa kami harus mengasih uang padamu?”
“Berikan uangnya atau kalian akan aku share ke media sosial kalau ada 2 wanita yang telah berani menggoda lelaki orang.” kata Reyna dengan datar.
Mau tidak mau kedua wanita itu mengasih uang kepada Reyna karena tidak mau video mereka diupload ke media sosial.
Setelah kedua wanita itu pergi, Ren dan Mira langsung mendekat ke Reyna.
“Kak Reyna hebat ya bisa melawan dengan kedua wanita itu.” kata Mira dengan senyum.
“Tentu saja, orang lain tidak boleh seenaknya menindas kita, apalagi kita seorang wanita harus kuat menghadapi tantangan.” kata Reyna dengan percaya diri.
Mira dan Ren hanya tersenyum.
“Terus kita mau kemana?” tanya Reyna.
__ADS_1
Ren melihat jam tangannya sudah jam 6.30 lewat. “Kita makan malam saja dulu setelah itu baru dipikirkan.” kata Ren.
“Baiklah. Mira mau makan apa?” tanya Reyna
“Mira ingin makan seafood.” kata Mira melihat ada warung seafood.
“Baiklah, kita pergi makan seafood.” kata Ren.
Ren, Reyna dan Mira pergi makan seafood. Setelah 1 jam mereka makan mereka langsung keluar.
“Ren-nii Mira ingin naik bianglala.” pinta Mira dengan menggemaskan.
“Ok. Setelah naik bianglala kita pulang ya, kalau bermain terlalu malam nanti paman bisa khawatir.” kata Ren.
“Baiklah nii.” jawab Mira dengan senang.
Mira langsung mengandeng tangan Reyna dan Ren untuk segera naik bianglala.
“Mira pelan-pelan jalannya, kita baru selesai makan tidak boleh berlari.” kata Reyna melihat Mira berlari dengan cepat.
“Tapi mira ingin cepat naik bianglala kak.” kata Mira.
“Iya kita naik bianglala. Bianglalanya tidak akan kemana-mana, tapi jalannya pelan-pelan ya, nanti kau terjatuh.” kata Ren dengan pelan.
“Baiklah Ren-nii.” kata Mira dengan pelan.
“Wah… Kak Reyna lihat bukankah kota kita sangat indah.” kata Mira.
“Iya, sangat indah.” kata Reyna dengan senyum.
“Kak, Reyna bukankah itu kampus kak Reyna dan Ren-nii?” tanya Mira menunjuk kampus mereka.
“Iya benar itu kampus kita, dilihat dari sini ternyata besar juga kampusnya.” kata Reyna dengan senyum.
“Ren, apa aku tidak mau melihat pemandangan diluar?” tanya Reyna melihat Ren hanya duduk dan memainkan HP.
“Ya, aku melihatnya kok.” kata Ren dengan senyum.
“Darimana kau lihat? Bukankah kau main HP? “ tanya Reyna
“Aku tidak main HP.” kata Ren dengan tegas.
“Simpan HP mu. Untuk apa kau naik bianglala tapi tidak melihat pemandangan yang seindah ini.” kata Reyna.
“Baiklah tuan putri.” kata Ren dengan senyum manisnya membuat muka Reyna merona merah.
Ren menyimpan HP-nya langsung mendekati Reyna dan duduk disampingnya. Sedangkan Mira duduk dipangkuan Reyna.
__ADS_1
“Apa kau senang hari ini?” tanya Ren.
“Tentu saja. Walaupun makan aku masih belum puas.” kata Reyna dengan senyum membuat Ren senyumnya melebar.
“Bukankah kau sudah makan sangat banyak tadi? Aku sangat penasaran dengan tubuhmu, tubuh kau sangat kurus bisa makan sebanyak 5 porsi. Kau bukan dari ras raksasa kan?” tanya Ren dengan senyum menggoda sambil mencubit pipi Reyna dengan pelan.
“Ya bukan lah. Lihat darimana pun aku ini manusia biasa.” kata Reyna dengan senyum.
Mereka melihat pemandangan diluar, langsung kembang api meletus pas di dekat mereka.
“Wah… Kembang api sangat cantik.” kata Mira.
“Ya benar sangat cantik.” kata Reyna.
“Ren, lihat kembang apinya sangat indah.” kata Reyna ke Ren.
Ren langsung memegang kepala Reyna dan menciumnya dan tangan satunya lagi memegang tangan Reyna dengan lembut, sedangkan Mira tidak melihat karena fokus melihat kembang api.
Ren menyudahi ciumannya langsung melihat Reyna ternyata Reyna sudah bermuka seperti kepiting rebus karena terkejut dan malu.
“A…A… Ap…” Reyna terbata-bata tidak bisa mengeluarkan kata sedikitpun karena malu.
Ren langsung mencium pipi Reyna dengan lembut dan berkata, “Kau sangat imut kalau malu seperti ini Rey, bisa-bisa aku memakanmu sekarang juga.”
Bukan membuat Reyna mereda malah semakin memerah karena Ren menggodanya. Ren melihat muka Reyna semakin memerah Ren semakin ingin menggodanya. Ren ingin menggodanya lagi tapi Mira langsung bicara.
“Kenapa muka Kak Reyna merah? Apa kakak sakit?” tanya Mira melihat muka Reyna memerah.
“Ti-tidak apa Mira.” kata Reyna agak terbata.
“Lalu kenapa muka kakak memerah?” tanya Mira.
“Kakak hanya merasa kepanasan saja.” kata Reyna dengan pelan membuat Ren menahan ketawanya.
“Di sini kan ada AC, kenapa bisa kepanasan?” tanya Mira dengan bingung.
“I-Itu karena….” Reyna tidak bisa berpikir tenang langsung melihat ke Ren untuk berbicara.
Ren melihat Reyna menatapnya tau apa maksudnya langsung melihat ke Mira dan berkata, “Mira, kak Reyna hanya kecapean saja karena banyak bermain sama Mira tadi.”
“Benarkah?” tanya Mira.
“Iya Mira. Bukankah Mira juga kecapean sampai berkeringat?” tanya Ren.
“Kalau begitu setelah turun kita beli minuman dingin ya supaya segar.” kata Mira.
“Baiklah.” kata Ren.
__ADS_1