Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 33 – AMPLOP


__ADS_3

"Nona apa yang akan nona kasih hadiah untuk Bos?" tanya Rui.


"Hadiah apa? Bukankah sudah aku kasih?" tanya Reyna.


"Hadiah apa nona? Bahkan nona masih belum mengasih pada saya." jawab Rui dengan bingung.


"Kau bawa saja Max dan Trevor ke Bos kau, dia pasti senang." jawab Reyna dengan senyum sambil menunjuk Max dan Trevor membuat mereka terkejut.


Rui terkejut bahwa hadiah untuk Bos adalah orang yang ditolongnya. "Apa nona tidak salah hadiah untuk Bos adalah mereka semua nona?" tanya Rui tidak percaya apa yang dikatakan oleh Reyna.


"Aku tidak sedang bercanda. Bukankah dia senang aku memberikan hadiah untuknya?" kata Reyna dengan senyum licik.


'Bos bisa marah besar jika dia tau kalau hadiah yang dikasih nona Reyna adalah orang yang ditolongnya.' batin Rui


"Nona apakah nona tidak bisa kasih hadiah sebuah barang gitu? Saya bisa kena marah sama bos kalau saya mengatakan mereka adalah hadiah dari nona." kata Rui.


"Harusnya dia senang karena aku sudah bersusah payah memberikan hadiah untuknya, bahkan 20 orang. Bukankah itu hadiah spesial?" kata Reyna dengan senyum.


'Dari mana hadiah spesialnya? Aku baru pertama kali melihat ada orang memberikan hadiah spesial itu adalah


manusia, bahkan orang yang telah ditolongnya. Bisa-bisa bos marah besar pada aku.' batin Rui


"Kenapa kau diam? Jangan katakan padaku kau tidak bisa membawa mereka ke Bos kau Rui?" tanya Reyna melihat Rui seperti merasa tidak ingin memberikan Max dan yang lain pada bos.


"Jika bos marah gimana nona? Apa yang bisa saya lakukan pada bos jika dia tidak mau menerima mereka?" tanya Rui.


"Kalau itu kau urus sendiri Rui. Aku tidak mau tanggung." jawab Reyna dengan datar.


Rui semakin tercengang mendengar kata Reyna dia tidak mau menanggung jika terjadi sesuatu padanya jika Bosnya marah.


"Em.. nona apakah bisa mengasih saya barang 1 saja untuk mencegah kemarahan Bos? Saya benar-benar bisa mati jika bos tau kalau mereka adalah hadiah dari nona." kata Rui dengan nada memohon.


"Memangnya apa yang mau aku kasih? Aku baru pindah, tidak punya barang yang spesial." tanya Reyna.


"Apa saja boleh nona yang penting bisa membuat Bos meredakan emosinya." kata Rui


"Hmm..." Reyna berpikir apa yang harus dikasihnya dan tiba-tiba ada ide di otaknya langsung Reyna kekamar setelah 5 menit keluar langsung mengasih ke Rui.


"Ini kau kasih saja sama dia." kata Reyna sambil mengasih amplop ke Rui.

__ADS_1


"Ini apa nona? Apa nona yakin akan membuat meredakan kemarahan bos?" tanya Rui sambil melihat amplop itu.


"Kasih saja sudah dia pasti senang dan siapapun tidak boleh ada yang buka selain bos kau." kata Reyna memperingatkan Rui untuk tidak buka amplop itu.


"Baiklah nona." kata Rui.


"Ingat juga jangan kasih langsung padanya. Kasih padanya pada saat kau sudah tidak bisa meredakan kemarahannya." kata Reyna dengan senyum licik.


'Senyum nona membuat perasaan aku tidak enak? Entah kenapa aku merasa kalau terjadi sesuatu yang buruk?'  batin Rui melihat senyum Reyna entah kenapa memiliki perasaan yang tidak enak.


"Kenapa Rui?" tanya Reyna


"Tidak ada nona." jawab Rui.


'Mungkin hanya perasaan aku saja.' batin Rui.


Ting tong~  (Terdengar bunyi pintu bel)


“Mungkin orangnya sudah datang nona, biar saya buka pintunya.” kata Rui langsung pergi membuka pintu ternyata benar orang yang disuruhnya telah datang.


“Nona orangnya sudah datang menjemput.” kata Rui.


“Baik kak. Terima kasih sudah memberikan kami tempat tinggal. Aku pasti akan membalas kebaikan kakak, jika kakak ada masalah bisa menghubungi aku kapan saja kak, aku selalu siap membantu.” kata Max dengan janji dan mengasih nomor hpnya ke Reyna.


“Aku juga kak, jika kakak ingin minta tolong sama aku, aku juga akan membantu kakak.” kata Trevor dengan cepat.


“Ok. Kalian juga pastikan mendengar semua perkataan Rui, jika tidak dia pasti akan menghukum kalian semua.” jawab Reyna dengan senyum kecil.


“Baik kak, kami pasti akan mendengar perkataan kak Rui.” jawab Max dan Trevor serempak.


“Rui, pastikan kau menjaga mereka semua.” kata Reyna ke Rui.


“Baik nona.” jawab Rui.


“Nona saya mengasih nona makanan, makanlah selagi panas nona.” kata Rui mengasih Pizza ke Reyna.


“Jangan katakan padaku kalau karena ini truknya telat Rui?” tanya Reyna dengan tajam menatap Rui.


“Tentu tidak nona, sebelum saya datang saya sudah memesan makanan duluan nona.” jawab Rui dengan senyum tipis.

__ADS_1


“Benarkah? Baiklah kalau begitu. Thanks Rui.” jawab Reyna menerima Pizza yang diberikan Rui.


“Untuk aku mana kak? Aku juga ingin makan pizza.” tanya Trevor yang juga ingin makan pizza.


“Kalau kau mau aku bisa memberikannya padamu.” kata Reyna ingin mengasih pizza ke Trevor langsung Rui mencegahnya.


“Tidak usah nona, nanti saya akan pesan lagi untuk mereka semua.” jawab Rui dengan cepat.


“Benarkah? Baiklah.” kata Reyna.


“Benarkah akan kasih kita makan pizza kak?” tanya Trevor dengan antusias.


“Ya akan aku berikan kepada kalian sebanyak yang kalian mau, tapi kalau yang punya nona jangan kalian sentuh atau ambil, jika berani maka akan aku bunuh kau sekarang juga,” kata Rui dengan peringatan mematikan.


“Ba-baik kak. Pizza kak Reyna tidak akan aku sentuh ataupun memakannya.” jawab Trevor dengan gemetar ketakutan karena Rui menatapnya dengan tajam.


“Baiklah nona, kita pamit dulu.” kata Rui dengan sopan.


“Jika terjadi sesuatu hubungi aku.” kata Reyna


“Baik nona/ kak.” jawab Rui, Max, dan Trevor serempak.


Setelah Rui dan yang lain pergi Reyna langsung menutup pintu dan membawa pizza ke meja dan memakannya.


“Enak juga pizzanya.” kata Reyna sambil memakan sepotong pizza.


“Hari ini benar-benar melelahkan. Semenjak sampai di kota ini aku sama sekali belum berolah raga, malah dapat masalah dari orang. Benar-benar sial.” kata Reyna menghela nafas sambil memikirkan semenjak sampai di kota sudah mendapat banyak masalah.


“Apa tidak bisa membuat aku melakukan hal-hal yang normal seperti bicara dengan teman atau keluar jalan bersama mereka begitu? Jangan bilang kalau besok kalau aku mengalami masalah lagi, jika iya maka aku akan membuat orang itu membayar 100x lipat jika berani menganggu aku.” kata Reyna dengan mata tajam jika ada


yang berani mengganggunya dan langsung menonton TV sambil makan pizzanya.


Setelah setengah jam Reyna menonton TV dan menghabiskan pizzanya melihat jam sudah hampir jam 12 malam. Akhirnya Reyna membersihkan meja dan pergi tidur.


 


Jangan lupa like, comment, dan favoritkan.


Jika tidak suka dengan ceritanya bisa diskip ya.

__ADS_1


Maaf jika ada kesalahan dalam bahasa Author.


__ADS_2