
"Ini apa yang terjadi? Kenapa kalian berdua bertengkar?" tanya Aizen melihat Reyna dan Ren bertengkar.
“Om bisa tanya pada putra om sendiri. Apa yang dia lakukan padaku? Bahkan aku ingin mencincang seluruh tubuhnya.” kata Reyna dengan datar tapi matanya menatap tajam Ren.
“Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak sengaja, Rey. Aku tidak mungkin melakukan hal itu pada mu.” kata Ren dengan memelas ingin Reyna memaafkannya.
“Siapa yang ingin memaafkan mu?” kata Reyna menatap tajam Ren.
“Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau bisa marah pada Ren?” tanya Aizen ke Reyna.
Karena Aizen pasti tahu Reyna tidak akan marah jika Ren tidak membuatnya marah.
“Tadi siang Ren mengajak makan makan bersama, jadi aku menunggunya di Heaven Corporation karena dia akan menjemput aku. Tapi setelah 1 jam lebih aku menunggu Ren tidak datang datang menjemput aku, jadi aku menelponnya dan tidak di jawab sama Ren. Akhirnya Aku pergi ke perusahaan Ryuujin melihat Ren.” jelas Reyna.
“Terus? Apa Ren ada di perusahaan?” tanya Aizen.
“Ada. Ren ada di perusahaan, Tapi apa Om tahu apa yang aku lihat di ruangan Ren. Ren tidur di sofa dengan nyenyak.” kata Reyna melihat ke Ren yang sudah membisu.
“Tidur? Ren apa kau tidur di kantor?” tanya Aizen ke Ren.
“Ya. Karena aku capek, jadi ingin tidur sebentar, ternyata aku tertidur sangat lama dan tidak tahu kalau sudah sangat sore. Bahkan semua orang sudah pada pulang.” kata Ren.
“Apa hanya karena hal ini kau marah padanya Reyna?” tanya Aizen ke Reyna.
“Kalau Cuma hanya ini aku memang agak kesal saja Om. Tapi yang bikin aku marah bukan karena Ren tidur di kantor dan tidak menjemput aku. Tapi pas aku makan bersama dengan Ren di café.” kata Reyna
“Apa Om tahu, kalau Ren pas makan bersama di café, Ren tiba-tiba pergi saja tanpa bilang ke aku. Bahkan pergi tanpa bayar semua pesanan aku. Bagaimana aku bisa tidak marah padanya Om?” tanya Reyna.
__ADS_1
“Meninggalkan mu? Apa kau tidak memanggil atau menelponnya?” tanya Aizen.
“Aku tidak memanggilnya karena Ren pergi pas aku pergi ke Toilet. Setelah aku keluar dari toilet, aku tidak melihat Ren jadi aku pikir Ren pergi ke Toliet juga, jadi aku menunggunya."
"Sudah sekitar 30 menit lebih Ren pergi ke toilet dan tidak kembali, jadi aku pergi melihatnya, dan di toilet tidak ada orang. Aku mencarinya di café itu dan tidak dapat menemukan Ren. Karena aku tidak menemukan Ren, pada akhirnya aku menelponnya dan Ren tidak angkat telpon aku, jadi aku cemas terjadi sesuatu padanya.” kata Reyna.
“Karena Ren tidak menjawab panggilan aku jadi, aku balik ke tempat duduk aku. Dan tahu apa yang terjadi... Pelayan di sana memberitahu kalau Ren sudah pergi dan tidak bayar pesanan kita. Akhirnya aku kesal dan marah pada Ren dan langsung pulang setelah membayar makanannya.”
“Pas aku sampai di depan apartemen aku melihat mobil Ren parkir di luar apartemen aku. Jadi tanpa ragu aku mendekati mobil Ren. Dan tahu apa yang aku lihat, Ren malah tidur sambil membuka musik dengan tenang. Aku sedang khawatir padanya malah dia dengan santainya tidur di mobil sambil mendengarkan music.
“Apa kalian berpikir aku tidak akan marah padanya? Tidak! Aku sangat marah, bahkan ingin membawanya ke lautan ikan piranha itu menjadi santapannya. Bahkan kalau mau aku ingin mencincangnya sampai seluruh tubuhnya tidak tersisa sedikit pun.” kata Reyna langsung meluapkan emosinya.
Aizen dan yang lain mendengarkan cerita Reyna langsung melihat ke Ren yang sudah tidak berdaya sama sekali setelah mendengar cerita Reyna.
“Ren, apa benar yang di katakan Reyna kalau kau meninggalkannya?” tanya Aizen.
“Jangan coba membuat cerita Rekayasamu itu. Apa kau pikir aku akan di bohongi oleh mu?” tanya Reyna menatap tajam Ren membuat Ren semakin menciut di buat Reyna.
“Sudah… Sudah… Jangan bertengkar lagi… Biarkan ini menjadi pengalaman kalian. Ren kau jangan langsung pergi saja setelah mendengar cerita dari Pelayan, Kau harus mencari Reyna dulu atau menghubunginya dulu apakah Reyna sudah pergi ataqu belum.” kata Aizen
“Dan kau Reyna, jangan marah pada Ren hanya karena Ren pergi, bukankah Ren pergi karena dia takut terjadi sesuatu padamu? Maafkan dia untuk kali ini, dan jangan biarkan hubungan kalian menjadi kacau hanya karena masalah seperti ini.” jelas Aizen pada Reyna.
“Baiklah, karena Om Aizen sudah bilang untuk memaafkannya, maka aku akan memaafkan Ren untuk terakhir kalinya. Alasan kenapa aku marah pada Ren bukan karena hanya karena dia meninggalkan aku sekali kali ini. Ren sudah pernah 2 atau 3 kali meninggalkan aku seperti ini."
"Bagaimana aku tidak marah padanya karena dia telah meninggalkan aku berkali-kali. Jika hanya sekali maka aku akan memaafkannya, jika sudah sampai 2 kali, 3 kali, 4 kali, maka aku sudah tidak akan memaafkannya.” kata Reyna marahnya pada Ren tidak belum masih hilang.
Reyna hanya menahan emosinya saja karena ada Aizen dan Edgar. Reyna tidak ingin marah pada orang yang tidak bersalah, karena Reyna tidak suka marah pada orang yang lebih tua padanya.
__ADS_1
“3 kali???!!!” teriak Aizen, Calvin dan Edgar.
Mereka bertiga terkejut mendengar kalau Ren sudah pernah meninggalkan Reyna sampai 3 kali. Mereka bertiga akhirnya tahu kenapa Reyna sangat marah pada Ren karena bukan sekali saja dia meninggalkan Reyna.
“Ren, apa benar yang di katakan Reyna kalau eprnah meninggalkannya?” tanya Aizen merasa tidak percaya apa yang di dengarnya.
“Ya. Aku jujur. Aku memang pernah meninggalkannya sendirian, tapi bukan karena aku pergi tanpa bilang apapun padanya.” kata Ren.
“Kau jangan bohong padaku Ren.” kata Reyna menatap tajam Ren.
“Memangnya kapan aku pernah meninggalkan mu?” tanya Ren balik.
“Waktu di kampus, bukankah kau bilang kalau kau ingin pergi makan bersama aku? Kenapa waktu itu aku tidak melihatmu? Dan aku melihat kau pergi sendirian.” tanya Reyna.
“Apa waktu kau ingin makan seafood di jalan V? Tapi bukankah waktu itu kau tiba-tiba ada urusan mendadak dan kau pergi duluan?” tanya Ren.
“Kata siapa? Aku tidak pernah bilang itu padamu. Aku tidak memberikan pesan pada kau kan?” tanya Reyna.
“Kata Cecilia. Bahkan dia memfoto kau naik mobil.” kata Ren.
Reyna mendengar nama Cecilia mmebuat Reyna semakin menatap tajam dan tatapan yang sangat kejam sampai Ren merinding dan ketakutan melihat Reyna sudah sangat marah.
“Sepertinya rubah kecil itu sama sekali tidak mau menyerah. Lihat saja, nanti aku akan memberikan hadiah special untuk rubah yang tidak tahu diri itu.” kata Reyna sudah sangat marah sampai aura membunuhnya keluar karena sangat marah pada Cecilia karena telah berani berbohong.
Ren, Calvin, Aizen dan Edgar melihat Reyna sudah sangat marah dan seperti ingin membunuh seseorang sampai aura hitamnya keluar membuat semua lelaki di ruangan itu ketakutan dan mengigil melihat kemarahan Reyna.
T.B.C
__ADS_1