Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH.109 - PAMAN TUA


__ADS_3

"Ray? Apa benar itu Ray?" kata pamannya langsung saja mendekati Reyna dan memeluknya dengan erat.


"Ray, apa benar ini kau? Bukankah kau sudah lama menghilang?" tanya Harry.


Reyna terkejut melihat orang yang tidak dikenalnya bahkan memeluknya. Sedangkan Ren yang melihat lelaki lain memeluk Reyna langsung saja marah dan mendekati Harry dan langsung mendorongnya supaya melepaskan Reyna.


"Lepaskan tangan kau darinya!" teriak Ren mendorong Harry dengan keras.


"Siapa anda?" tanya Harry.


"Justru aku yang bertanya padamu. Siapa kau? Kenapa tiba-tiba memeluk pacar orang. Apa kau ingin mati?" Ren menatap tajam Harry.


"Pacar??" kata Harry terkejut mendengar kalau orang yang berlindung dibelakangnya adalah pacarnya.


"Tidak mungkin Ray punya pacar. Ray sudah menikah bahkan memiliki anak. Tidak mungkin punya pacar." kata Harry dengan cepat.


"Harusnya itu yang aku bilang. Rey tidak pernah menikah tidak mungkin punya anak." kata Ren dengan tegas.


"Kau jangan asal bicara. Kau lihat sendiri dengan baik apa dia orang yang kau cari." sambung Ren melindungi Reyna di belakangnya.


Harry melihat Reyna di belakang Ren dengan teliti. Ternyata memang benar itu Ray, bahkan wajah dan penampilannya sangat mirip.


"Apa kau benar bukan Ray?" tanya Harry.


"Bukan. Aku tidak mengenal anda tuan." jawab Reyna datar menggelengkan kepalanya dibelakang Ren.


"Benarkah? Tapi penampilanmu dan wajahmu sangat mirip dengannya." kata Harry ke Reyna.


Reyna merasa bingung kenapa orang ini merasa sangat ingin bertemu dengannya. Bahkan Reyna melihat dia memang merasa sangat terkejut dan bahagia setelah melihatnya.


"Hiks... Paman...." Rachel menangis terisak-isak ke pamannya. Sedangkan Richie membujuk adiknya supaya tidak menangis.

__ADS_1


Harrya melihat Rachel menangis langsung mendekati Rachel karena khawatir Rachel terluka.


"Kenapa Rachel? Kenapa menangis? Apa ada yang sakit?" kata pamannya menunduk sejajar dengan tinggi Rachel dan membujuknya untuk tidak menangis.


"Hiks... hiks... paman....." Rachel menangis terisak-isak dan memeluk pamannya.


"Kenapa Rachel? Bicara dengan paman. Jika Rachel hanya menangis paman tidak tau kenapa Rachel menangis." kata Pamannya dengan pelan dan mengelus punggung Rachel dengan pelan.


"Hiks... Paman... Mommy tidak mau Rachel lagi...." Rachel dengan suara terisak-isak.


"Mommy tidak mungkin tidak mau Rachel lagi. Mommy pasti merindukan Rachel." kata Harry dengan lembut.


"Tapi, mommy tidak kenal dengan Rachel dan kak Richie." kata Rachel yang masih menangis.


Reyna melihat Rachel menangis merasa bersalah karena telah membuatnya menangis. Tapi apa yang dibilang Reyna adalah benar kalau dia bukan mommy Rachel dan Richie. Bahkan Dia baru pertama kali bertemu dengan mereka. Tapi Reyna merasa aneh melihat wajah Richie dan Rachel karena sangat mirip dengannya. Bahkan Rachel sangat mirip dengannya waktu kecil.


Reyna ingin mendekati Rachel dan membujuknya tapi tidak diperbolehkan oleh Ren karena takut Harry akan memeluknya seperti tadi. Ren tidak ingin lelaki manapun memeluk atau menyentuh Reyna, karena Reyna hanya miliknya sendiri.


Reyna melihat Rachel tidak berhenti menangis pun langsung tidak tega dan mendekati Rachel, tapi Ren menghentikannya. Reyna langsung membujuk Ren karena dia ingin mendekati Rachel bukan Harry.


"Rachel, jangan menangis lagi. Nanti cantiknya hilang." kata Reyna menunduk supaya sejajar dengan Rachel dan membelai kepala Rachel.


Rachel melihat Reyna senyum padanya membuat berhenti menangis walaupun masih merasa ingin mengeluarkan air matanya membuat Harry dan Richie terkejut.


"Bukankah Rachel disini ingin menjadi putri. Seorang putri tidak boleh menangis karena nanti orang merasa sangat sedih. Lihatlah paman dan kakak Rachel sedih bukan kalau Rachel menangis. Jadi jangan menangis ya." kata Reyna dengan senyum.


"Hmm......." Rachel mengangguk kepala dengan pelan dan senyum tipis.


Harry dan Richie terkejut melihat Reyna berhasil membuat Rachel berhenti menangis bahkan membuat Rachel tersenyum.


"Senyum dong, nanti jadi tambah cantik jika Rachel tersenyum. Jika Rachel tidak senyum nanti jadi jelek." kata Reyna dengan senyum membelai kepala Rachel dengan lembut bahkan sedikit mencubit hidung Rachel.

__ADS_1


Rachel mendengar kata Reyna langsung saja menghapus air matanya dan tersenyum melihat ke Reyna dan memeluknya. Reyna langsung membalas pelukan Rachel.


Harry melihat keponakannya tersenyum langsung lega. Dia merasa sangat kagum dengan Reyna bisa menghentikan tangisan Rachel, karena Rachel jika sekali menangis maka dia tidak akan mudah dibujuk dan terus merengek.


"Terima kasih sudah menghentikan Rachel menangis." kata Harry dengan senyum.


"Tidak apa, dan lagi ini memang kesalahan aku karena telah membuatnya menangis." kata Reyna dengan senyum.


Rachel langsung saja memegang tangan Reyna dan tidak ingin melepaskannya karena merasa sangat nyaman dengan Reyna. Harry yang melihat itupun sangat terkejut melihat kelakuan Rachel yang tidak suka dekat dengan orang lain bahkan memegang tangan mereka langsung memegang tangan Reyna.


"Apa mommy tidak akan pergi lagi?" tanya Rachel menatap Reyna.


Reyna merasa sangat tidak enak mendengar Rachel memanggilnya mommy karena dia bukan anaknya. Tapi Reyna tidak ingin membuat Rachel menangis langsung mengiyakan.


Rachel langsung tersenyum Reyna mengangguk kepalanya. Rachel langsung mengeratkan tangannya karena tidak mau melepaskan Reyna.


"Apa yang barusan kau katakan Rey?? Apa kau ingin menjadi ibu tiri mereka? Aku tidak akan pernah menyetujuinya.." tanya Ren dengan marah karena Reyna setuju dengan Rachel.


Reyna melihat ke arah Ren marah besar. Reyna merasa heran mendengar apa yang dibilang Ren.


'Ibu Tiri? Kenapa aku harus menjadi ibu tiri Rachel dan Richie? Walaupun aku ada yang mengganjal di hatiku kenapa mereka berdua sangat mirip denganku. Aku merasa ingin menyelidikinya.' batin Reyna.


Sedangkan Riku juga merasa ada yang aneh dengan Rachel dan Richie kenapa mereka berdua sangat mirip dengan orang yang dicarinya. Bahkan Rachel sangat mirip dengannya sewaktu kecil. Riku melihat ke Reyna pun sepertinya sangat mirip dengan orang yang dicarinya.


Walaupun Reyna berkata dia bukan orang yang dicarinya tapi Riku merasa dia adalah orang yang dicarinya karena bukan cuma hanya penampilan, nama dan wajahnya saja yang sama, aura dan sifatnya juga sama persis dengannya.


'Kenapa aku merasa kalau gadis ini beneran Reyna orang yang ku cari selama 6 bulan lebih ini? Aku harus menyelidiki gadis ini dengan teliti. Nanti aku akan menyuruh Rui menyelidikinya.' batin Riku.


"Siapa kau paman tua? Apa hubungan kau dengan mommy ku?" kata Rachel melihat Ren marah pada Reyna.


Semua orang disana terkejut apa yang barusan dibilang oleh Rachel. Bahkan Ren lebih terkejut dibandingkan yang lain.

__ADS_1


'Apa yang barusan dibilang anak kecil ini? Paman tua? Apa dia bilang aku ini tua?' batin Ren menatap Rachel.


__ADS_2