Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 284 – IDENTITAS PELAKU


__ADS_3

“Hal penting apa yang ingin kau sampaikan?” tanya Gale yang langsung duduk di kursi.


“Apa kau tahu kalau putri mu ada kena masalah di hotel pulau Z?” tanya Aizen.


“Hah? Masalah apa?” tanya Gale dengan terkejut. Gale tahu kalau Reyna dan yang lain kena masalah yaitu Rayna mendapat kamar buruk.


“Masalah mereka dapat kamar buruk.” kata Aizen. Entah kenapa Aizen merasa kalau Gale seperti sama sekali tidak peduli dengan masalah putrinya.


“Tentu saja aku tahu. Aku juga tahu kalau ada seseorang dengan segaja memberikan kamar buruk pada keluarga putriku.” jawab Gale dengan santai.


“Apa kau tahu siapa pelakunya?” tanya Aizen.


“Tidak. Masih dalam penyelidikian. Harusnya hari ini mereka sudah dapat orangnya.” kata Gale.


“Apa kau serius sudah dapat orangnya?” tanya Aizen dengan terkejut.


“Bukankah aku sudah bilang masih dalam penyelidikan?” tanya balik Gale merasa Aizen tidak mendengar perkataannya.


“Memangnya kenapa dengan pelakunya?” tanya Gale.


“Sebenarnya Ren juga menyelidiki pelakunya tapi sayangnya Ren tidak bisa mendapat informasinya.” kata Aizen dengan menghela nafas.


Aizen tidak menyangka kalau Ren tidak dapat mendapat informasinya karena Aizen merasa kalau Ren bisa dapat dengan mudah dan ternyata hasilnya tidak dapat sedikitpun.


“Apa Ren seorang hacker?” tanya Gale dengan terkejut.


“Ya. Sudah pastikan.” jawab Aizen dengan cepat.


“Tapi, bukankah itu berarti orang suruhanku juga tidak akan mendapat informasinya?” tanya Gale menebak. Gale sudah menebak kalau orang suruhannya tidak mendapat informasinya karena ini sudah terlalu lama.


“Entahlah. Aku juga tidak tahu.” kata Aizen.


Gale dengan cepat menelpon orang suruhannya dan ternyata mereka juga tidak bisa menemukan pelakunya.


“Siapa sebenarnya orang ini?” tanya Gale dengan penasaran.


“Entahlah. Aku rasa ini pasti akan terjadi lagi.” kata Aizen.


Sebelum Gale bicara Hp Aizen berbunyi. Aizen melihat siapa yang menelponnya malam begini. Aizen melihat layer Hp ternyata Ren yang telpon akhirnya diangkat Aizen.


Aizen : “Ada apa malam telpon papa, Ren?”

__ADS_1


Ren : “Pa, aku sudah menemukan pelakunya.”


Aizen : “APA??!!!”


Aizen terkejut mendengar Ren sudah menemukan identitas pelakunya.


“Ada apa?” tanya Gale.


“Ren sudah menemukan identitas pelakunya.” jawab Aizen.


“Apa??!! Apa kau serius??” tanya Gale dengan terkejut. Gale tidak menyangka kalau Ren mendapat informasinya.


Aizen : “Siapa pelakunya, Ren? Bagaimana kau bisa mendapatkan informasinya?”


Aizen menanyakan dengan cepat dan keras sampai Ren menjauhkan telponnya di telingannya.


Ren : “Tenang Pa. Aku akan mengirimkan datanya pada Papa. Aku juga ingin bertanya tentang orang ini, karena orang ini sepertinya punya hubungan dengan Papa.”


Aizen : “Hubungan? Siapa Namanya?”


Ren tidak menjawab karena sudah mengirimkan datanya. Aizen langsung saja meminjam computer Rayden dan membuka emailnya. Aizen melihat foto dan nama orang itu langsung terkejut. Begitu juga dengan Gale.


“I-Ini….” Aizen sudah tidak menyangka kalau dia pelakunya.


Ren : “Tentu saja, Uncle. Aku juga sudah memberikan link di email. Uncle bisa mengecek sendiri apakah benar atau tidak.”


Ren hanya jawab dengan datar. Aizen dengan cepat mengeceknya langsung. Aizen dan Gale melihat link yang di berikan Ren dan ternyata orang yang mencelakai Rayna adalah orang yang sama.


Aizen langsung saja memberitahu Ren untuk mengrahasikan ini pada siapapun sebelum mereka memeriksanya dengan pasti.


Aizen : “Ren, apa bisa kau jangan memberitahu tentang ini pada siapapun?”


Ren : “Memangnya kenapa, Pa?"


Aizen : “Untuk sementara saja sampai memastikannya dengan pasti.”


Ren : “Baiklah,Pa. Tapi Reyna sudah mengetahuinya sebelum aku memberitahu Papa.”


Aizen : “APA??!!!”


Aizen terkejut kalau Reyna juga sudah mengetahuinya, apa lagi Gale yang paling terkejut. Gale dengan cepat bicara pada Ren.

__ADS_1


Gale : “Ren, apa Reyna ada bersamamu?”


Ren : “Ada. Dia ada di sampingku. Jika Uncle mau bicara sama Rey langsung bicara saja Uncle karena aku sudah voice speaker.”


Gale : “Reyna, jangan berbuat macam-macam sebelum Papa memeriksanya sampai tuntas ya.”


Gale mendengar Reyna mengetahuinya langsung saja terkejut. Gale takut kalau putrinya mau menemukan dan membalas perbuatannya.


Reyna : “Aku tahu, Pa. Dan lagi walaupun aku ingin membalasnya, sekarang orangnya tidak ada di sini, bagaimana aku bisa membalasnya.”


Gale : “Tetap saja! Jangan melakukan apapun. Biar ini serakan pada Papa, kau lanjutkan saja kuliahmu dan menjaga adikmu di sana.”


Reyna : “Baik, Pa. Reyna janji akan menjaga Ray dan keluarganya. Dan lagi jika terjadi sesuatu, Ren juga akan ikut membantu.”


Gale : “Baguslah. Ren Uncle serahkan putri-putri Uncle padamu. Pastikan kau menolong dan menjaga mereka.”


Ren : “Tentu Uncle. Aku akan menjaga Rey dan Rayna.”


Setelah mendengar perkataan Ren, Gale langsung menutup sambungannya. Gale merasa jadi cemas dan syukur secara bersamaan dengan Reyna.


Gale tahu kalau Reyna kuat karena bisa bela diri, jadi pasti bisa melindunginya tapi di saat bersamaan Gale juga sadar kalau Reyna itu Wanita dan bukan laki-laki.


“Tenang saja. Ada Ren bersama mereka. Ren pasti bisa membantu mereka, apalagi Ren adalah pacar putrimu.” kata Aizen dengan senyum.


“Ya. Aku tahu. Tapi hanya saja aku takut Reyna tidak bisa mengendalikan dirinya untuk menemukan pelakunya.” kata Gale.


“Memangnya kenapa?” tanya Aizen dengan bingung. Aizen masih belum tahu kalau sifat Reyna sangat mirip dengan Gale.


“Dia sangat mirip denganku. Apalagi pas waktu beru masuk SMA, dia dengan berani melawan preman 15 orang seorang diri sampai aku terkejut pas Reyna pulang dengan babak belur.” kata Gale mengingat Reyna dulu.


“Apa? Melawan 15 orang preman? Apa kau tidak salah?” tanya Aizen dengan terkejut.


“Iya. Reyna sama sekali tidak takut apapun. Apalagi Reyna juga membuat mereka babak belur sampai beberapa tulang mereka patah karena dirinya sampai mereka masuk rumah sakit selama 1 bulan.” jawab Gale dengan pasti.


Aizen terkejut kalau Reyna berani melawan 15 orang sekaligus. Aizen langsung sadar kalau sifat Reyna tidak selembut Rayna. Walaupun Reyna juga lembut pada orang tapi dia juga tidak segan dengan orang lain yang melawannya.


“Tapi, bukankah itu bagus itu berarti dia bisa melindungi dirinya dan saudaranya. Akhirnya aku tahu kenapa Ren suka pada Reyna. Pasti karena sifat Reyna yang satu ini.” kata Aizen dengan tersenyum.


“Kau memang benar. Tapi aku hanya takut saja dia memaksakan dirinya. Jadi kita harus cepat menemukan dia sebelum dia Kembali mencelakai kedua putriku.” kata Gale dengan cepat.


“Ya. Kau benar.” Aizen juga setuju dengan Gale karena dia juga tidak ingin Reyna dan yang lain kena lagi jebakan si pelaku.

__ADS_1


Gale dengan cepat mengirimkan informasi pada anak buahnya supaya dengan cepat mencari keberadaannya. Aizen juga mengirim ke anak buahnya juga karena Aizen tahu kalau pelakunya pasti menargetnya.


T.B.C.


__ADS_2