Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 171 - REN DAN REYNA


__ADS_3

---- Kamar Reyna ----


"Rey.." Ren melihat ke Reyna yang masih fokus mencuci mukanya.


"Kenapa Ren?" tanya Reyna melihat ke Ren.


"Aku ingin bicara denganmu." kata Ren serius.


"Tunggu aku selesai." kata Reyna.


Ren langsung keluar dari kamar mandi dan menunggu Reyna selesai.


"Ada apa Ren?" tanya Reyna baru keluar dari kamar mandi.


"Kau tau kalau aku sudah banyak membantu mu kan." kata Ren.


"Ya aku tahu. Aku sangat berterima kasih padamu karena telah membantu aku Ren." kata Reyna dengan senyum.


"Karena aku sudah banyak membantu mu. Apa hadiah untuk aku?" tanya Ren dengan serius.


"Hadiah? Bukankah aku sudah memasak untuk mu?" tanya Reyna dengan bingung apa lagi yang Ren mau.


"Bukankah hadiah barusan untuk aku menjemput Harry dan keponakanmu?" tanya Ren dengan datar.


Ren tidak mau hadiahnya hanya di berikan masakan Reyna saja. Ren menginginkan hadiah lain. Hadiah spesial untuk nya karena telah banyak membantunya.


Reyna : "......"


'Ingin hadiah lain? Jangan bilang kalau dia ingin tidur dengan ku kan?' batin Reyna entah kenapa memiliki perasaan yang tidak enak.


"Kau mau apa? Kalau soal tidur dengan aku jangan harap aku mau." kata Reyna dengan datar tapi kata menekan kata tidur.


Ren     : "......"

__ADS_1


'Apa Rey punya kemampuan mambaca pikiran orang? Kenapa apa yang aku pikirkan selalu tau sama Rey? Ini tidak bisa di biarkan. Aku harus cari cara supaya bisa tidur dengannya.' batin Ren memikirkan cara.


"Kenapa diam? Jangan bilang kalau apa yang aku pikirkan benar?" tanya Reyna memicingkan matanya pada Ren.


"Aku memang ingin kau tidur dengan ku. Tapi bukan tidur bersama." kata Ren.


"Jadi apa kalau bukan tidur denganmu?" tanya Reyna.


Ren langsung memegang tangan Reyna dan menyuruhnya duduk di sampingnya. Reyna tanpa ragu langsung duduk di samping Ren. Ren langsung saja menaruh kepalanya di paha Reyna.


"Apa seperti ini tidak boleh?" tanya Ren.


"Apa kau segitu ingin tidur dengan ku?" tanya Reyna dengan senyum memegang kepala Ren denga lembut.


"Menurutmu?" tanya Ren dengan senyum.


"Aku tau kau sangat ingin Ren. Tapi aku tdak ingin di bilang seorang pelakor jika lelaki ingin tidur bersama dengan ku. Tunggu sampai kita resmi, sampai hari itu tiba. Kau boleh melakukan apa pun pada ku." kata Reyna dengan pelan.


"Makanya kau menyuruhmu untuk kita cepat bertunangan. Tapi kau tidak mau." kata Ren dengan kesal.


"Bukankah sama saja? Kita bertunangan kau masih Free masih bisa bebas, dan kita tidak tidur bersama, tidak tinggal bersama." kata Ren.


"Tapi jika ada yang membully aku, kau menyelamatkan aku dan mengatakan kalau aku ini adalah tunanganmu kan. Maka masalah tidak akan pernah selelsai. Aku yakin mereka semakin menjadi mencari cara untuk menyiksaku." kata Reyna.


Ren     : "......"


Ren mati kutu di buat Reyna karena ada benarnya. Jka mereka bertunangan maka Ren pasti akan memberitahu kalau Reyna adalah tunangannya. Maka masalah semakin ribet dan malah semakin banyak yang bermusuhan dengan Reyna.


"Tapi jika ada aku mereka pasti tidak akan bisa melukai mu kan." kata Ren dengan lembut.


"Jika menurutmu begitu tidak masalah. Aku hanya bilang pada mereka kalau aku di paksa menikah dengan mu sampai kau ingin membunuh semua keluargaku jika aku tidak menurut." kata Reyna dengan santai.


Ren     : "......"

__ADS_1


"Kenapa kau bisa berpikir seperti tiu? Apa aku terlihat jahat di matamu?" tanya Ren merasa Reyna selalu berkata yang membuatnya terkejut dan membuatnya tidak bisa berkutik.


"Kenapa kau selalu berkata seperti itu pada orang?" tanya Ren.


"Benarkah? Tapi aku hanya berkata pada orang yang ingin bermacam-macam denganku saja." kata Reyna dengan santai.


"Mulutmu bicara sangat pedas tapi..." kata Ren langsung saja mengangkat kepalanya ke bibir Reyna.


"Umm....." Reyna seperti susah bernafas karena Ren tiba-tiba menciumnya.


"Mulutmu rasanya sangat manis..." kata Ren sambil mengeluarkan lidahnya sedikit.


"Kau....." Reyna merona melihat Ren tiba-tiba menciumnya.


Ren langsung saja duduk dan langsung memindahkan Reyna supaya tidur di sampingnya langsung memeluknya dengan erat.


"Ren... Kau...." Reyna terkejut melihat Ren menariknya untuk tidur di sampingnya bahkan di peluk di belakang Ren dengan erat.


"Jangan bergerak Rey... Jika kau tidak ingin aku melakukan yang lebih..." kata Ren dengan pelan. Reyna terdiam mendengar perkataan Ren mengatakan melakukan hal lebih.


"Tenang saja. Aku tidak akan melakukan apa pun pada mu Rey. Biarkan aku memelukmu sebentar saja. Jika aku sudah tidur lelap kau sudah boleh melepaskan ku." kata Ren dengan pelan mencium rambut Rey dengan lembut.


"Kenapa aku merasa tidak percaya dengan perkataan mu Ren." kata Reyna dengan gugup.


"Jika aku melakukan hal lebih pada mu kau boleh memukul aatau menyiksa aku Rey. Biarkan aku sebentar saja memeluk mu seperti ini ya. Aku janji tidak akan melakukan apa apa padamu." kata Ren dengan pelan seperti memohon.


Reyna akhirnya menyerah dengan Ren karena Reyna juga tidak bisa berbuat apapun karena tangannya di pegang Ren dengan kuat bahkan tangan satunya lagi Ren memeluknya dengan erat sampai Reyna tidak bisa bergerak.


Setelah beberapa menit berlalu Reyna melihat tangan Ren sudah agak longgar, Reyna melihat ke belakang melihat Ren sudah tidur lelap. Reyna dengan pelan menyingkirkan tangan Ren tapi Ren malah mengeratkan pelukannya bahkan kakinya juga ikut mengunci kaki Reyna.


Reyna mengendus kesal melihat Ren apakah dia sengaja atau memang tidurnya seperti ini. Reyna akhirnya mengambil guling di atas ranjangnya dengan pelan menyingkirkan tangan Ren dengan pelan dan di ganti dengan guling. Untung saja gulingnya dekat jika jauh maka Reyna hanya bisa pasrah dan tidur dengan Ren.


"Akhirnya bisa lepas juga." kata Reyna merasa gerah melihat Ren memeluknya dengan erat sampai badannya terasa sakit.

__ADS_1


Reyna melihat wajah Ren yang tertidur seperti sangat nyaman dan tidur dengan lelap sampai memeluk guling dengan erat. Reyna memegang wajah tampan Ren sebentar dan langsung memberikan selimut pada Ren.


Reyna langsung mematikan lampunya dan tidur di kasurnya sendiri. Reyna membiarkan Ren yang tidur lelap di bawah kasur yang di siapkan untuk Ren.


__ADS_2