Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 28 – GADIS LEMAH


__ADS_3

“Jadi anda siapa?” tanya Reyna yang menahan tangan orang itu.


Orang itu tidak menjawab malah menendang kaki Reyna supaya melepaskannya. Reyna melihat orang itu ingin menendangnya langsung menghindar dan melepaskan tangan orang itu. Setelah berhasil menghindar orang itu langsung meninju Reyna. Reyna melihat itu langsung menghentikannya dengan satu tangan.


“Hah…. Kenapa susah benar menjawab pertanyaan orang?” kata Reyna menghela nafasnya melihat orang itu tidak menjawab.


Orang itu langsung menendang perut Reyna, Reyna dengan cepat menghindar langsung menarik tangan orang itu dengan tangan kirinya dan mengunci tangan kanan di punggung orang itu, sambil mendorong tubuh orang itu kearah dinding yang ada disamping dan menempelkan kepalanya ke sana dan tangan kanan Reyna langsung mengunci leher orang itu dengan tangannya sehingga tubuh orang itu tidak bisa digerakkan lagi.


“Jawab pertanyaan saya. Kenapa mengikuti saya dan memantau saya dari jauh.” kata Reyna


Orang itu hanya diam saja dan tidak menjawab sama sekali membuat Reyna menghela nafasnya untuk bersabar dengan orang ini.


“Apa kau buta atau tuli? Sepertinya tidak ada hawa kehidupan di dalam dirimu, seperti aku bicara sama patung batu.” kata Reyna menghela nafasnya melihat orang itu tidak menjawab ataupun bicara.


Orang itu langsung dengan tangan kirinya mengambil peluit dileher dan membunyikannya, karena tangan kirinya tidak di kunci oleh Reyna. Setelah orang itu membunyikan peluitnya, 5 menit kemudian datang rombongan sekitar 8 orang mendekati Reyna.


Reyna melihat ada orang yang mendekatinya sekitar 8 orang dan melihat orang disampingnya berkata dengan kesal, “ Kau tidak mau bicara tapi malah membawa bantuan? Bahkan aku belum mendapatkan informasi yang aku inginkan, kok bisa pula kau membawa teman untuk menolongmu?” kata Reyna dengan tidak percaya dan kesal sama orang ini.


“Gadis kecil apakah bisa melepaskan orang disamping kau?” tanya Orang berada ditengah.


“Kenapa aku harus melepaskan dia? Dia mengikuti saya dari tadi dan saya bertanya padanya tapi tidak dijawab? Bagaimana saya mau melepaskannya?” tanya Reyna


“Gadis kecil, mendingan kau cepat melepaskannya. Jika tidak, maka aku tidak akan segan dengan kau.”


“Segan apa?” tanya Reyna dengan santai.


“Apa yang kalian bicarakan dari tadi?! Cepat bereskan wanita ini!” teriak orang yang samping Reyna ke teman-temannya membuat Reyna menatap ke orang disampingnya itu.


“Kau dengan teman kau sendiri mau bicara, tapi dengan aku tidak mau bicara. Apa kau menganggap aku ini debu? HAH!” bentak Reyna kesal sama orang disampingnya ini.


“Gadis kecil cepat lepaskan orang disampingmu, kita akan pergi sekarang juga jika kau melepaskannya.”


Perkataan orang didepan yang berada tengah itu membuat Reyna kesal dan ingin marah sekarang juga. Bagaimana bisa dia lepaskan sementara dia masih belum mendapatkan informasi yang diinginkan.


“Ingin melepaskan dia? Boleh. Setelah dia menjawab pertanyaan saya. Jika tidak mau, kalian saja yang menjawab bagaimana?” jawab Reyna yang masih menahan orang disampingnya.


“Jangan perdulikan perkataannya! Cepat habisi gadis lemah ini!” teriak orang yang ditahan Reyna membuat beberapa orang maju mendekati Reyna.

__ADS_1


Reyna mendengar perkataan orang yang ditahannya membuat Reyna membulatkan matanya.


‘Apa yang barusan dia bilang? Gadis lemah? Apa dia berpikir aku ini seorang gadis kecil yang lemah?’ batin Reyna menatap tajam orang itu.


“Siapa yang kau bilang gadis lemah? Kau pikir aku ini gadis lemah?” kata Reyna ingin menahan emosinya karena dibilang lemah.


“Kau cuma hanya seekor cicak bagi kami. Jangan berpikir karena kau hanya seorang gadis kita mau segan memukul gadis sepertimu.” kata orang disampingnya sambil meremehkan Reyna.


Reyna mendengar perkataan orang disampingnya sudah tidak bisa menahan emosinya dan berkata, “Cicak?? Siapa yang kau bilang cicak?? Kau terlalu meremehkan aku tau.” Reyna marah dan langsung memukul tengkuk leher orang disampingnya dan langsung pingsan.


“Kau… Apa yang kau lakukan padanya???” teriak orang yang berada ditengah melihat temannya pingsan.


“Tidak ada, hanya membuat tidur selamanya.” kata Reyna dengan datar menatap orang didepannya.


“Kau….”


“Kau apa? Kenapa kalian tidak maju saja semuanya?” kata Reyna dengan datar sambil menaruh belanjaannya di samping.


“Apa yang kalian lakukan cepat habisi dia!!” teriak orang ditengah itu menyuruh semuanya memukul Reyna bersamaan.


Brak…


Bruk…


Brak…


Bruk…


Setelah 10 menit Reyna sudah menghabisi 7 orang dari 8 orang itu. Orang yang berada ditengah tidak percaya apa yang dilihatnya, 7 orang kalah melawan seorang gadis dalam 10 menit.


‘Tidak mungkin?? 7 orang kalah melawan seorang gadis dalam 10 menit??’ batin orang itu merasa tidak percaya apa yang dilihatnya.


“Apa kau selanjutnya yang ingin melawan aku?” tanya Reyna dengan datar sambil membersihkan tangannya.


“A-aku…”


Reyna mendekati orang itu dan berkata, “Siapa yang menyuruh kalian untuk memantau ku? Jawab sekarang juga jika tidak ingin seperti mereka.” kata Reyna dengan datar.

__ADS_1


Reyna melihat orang itu hanya diam saja dan tidak menjawab membuat Reyna menghela nafasnya dengan menahan emosi.


“Kenapa kau tidak menjawab? Bukankah lebih baik menjawab dari pada kalian aku habisi sampai kalian tidak bernafas dan membuang kalian didanau buaya biar kalian dimakan buaya?” kata Reyna dengan menahan emosi dan mencoba menakutinya.


Orang langsung merinding mendengar akan membuang mereka ke danau buaya, dia melihat Reyna seperti bercanda. “Apa yang bisa kau lakukan gadis kecil? Kau hanya anak SMA mana mungkin bisa membuang kita ke danau buaya? Jika kau melakukan itu kau akan menjadi seorang pembunuh.” kata orang itu ke Reyna dengan senyum meremehkan.


“Apa yang barusan kau bilang? Gadis SMA?” tanya Reyna dengan bingung dan seperti salah mendengar apa yang didengarnya.


“Kau jangan berpura-pura bodoh gadis kecil. Bukankah kau itu hanya gadis SMA dilihat dari penampilan mu saja aku sudah tau.” kata orang itu dengan sinis.


“Siapa yang kau bilang gadis SMA?? Aku ini sudah 20 tahun!!” teriak Reyna merasa kesal karena dianggap masih seorang gadis SMA.


“WHAT!! Kau jangan bercanda? Dilihat dari muka dan penampilanmu saja terlihat seperti masih berusia 16-17 tahun?” tanya Orang itu tidak percaya kalau Reyna sudah beranjak usia 20 tahun.


“Kenapa? Tidak percaya? Apa perlu aku mengasihkan kartu identitas aku padamu?” tanya Reyna.


“Tidak perlu!” kata Orang itu langsung menghajar Reyna.


Reyna dengan cepat menahan tangan orang itu langsung menarik tangannya dan menguncinya kebelakang punggung orang itu dengan kasar membuat orang itu kesakitan.


Akh….


“Bagaimana? Apakah sakit?” tanya Reyna.


‘Bagaimana gadis ini bisa sekuat ini?’ batin orang itu merasa kesakitan karena Reyna menahan tangan dipunggungnya dengan


kasar.


“Aku bisa membuatmu lebih sakit lagi dari ini. Sekarang bilang padaku siapa yang menyuruh kalian untuk memantau aku?” tanya Reyna dengan sinis dan menekan tangan orang itu supaya tidak kabur.


 “Aku tidak akan mengatakannya pada gadis kecil cicak lemah sepertimu.” kata Orang itu dengan sinis.


“Sepertinya kau tidak mendengar perkataan aku ya. Aku ini sudah berusia 20 tahun dan sudah dewasa dan bukan anak kecil lagi!” kata Reyna dengan tegas. Langsung saja Reyna memegang tangan orang itu dan menendang kakinya dan langsung terlempar ke belakang seperti karung beras.


“Akh…” teriak orang itu kesakitan.


“Coba sekali lagi kau bilang aku gadis lemah, aku beneran bisa membuang kau ke danau buaya.” kata Reyna dengan menatap tajam dan dingin orang itu.

__ADS_1


__ADS_2