Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 7 – RAHASIA WANITA


__ADS_3

Setelah melihat Dokter Andrew keluar Reyna langsung bicara.


“Kenapa kau bicara seperti itu ke dokter itu Ren?” tanya Reyna dengan pelan.


“Emangnya kenapa?” tanya Ren


“Dia kan lebih tua, kau tidak boleh berbicara dengannya seperti itu.” kata Reyna dengan Tegas kalau Ren sangat


bicara tidak sopan dengan Dokter Andrew.


“Kenapa kau membelanya?” tanya Ren dengan cemburu melihat Reyna membela dokter Andrew.


“Bukankah kita sebagai yang lebih muda harus menghormati yang lebih tua dari kita.” kata Reyna dengan lembut


“Siapa yang bilang kalo dia lebih tua dari kita?” tanya Ren melihat Reyna dengan senyum kecut.


“Hah? Apa maksudmu?” tanya Reyna dengan bingung.


“Dia itu SEUMURAN dengan kita Reyna.” kata Ren dengan menekan kata seumuran dengan agak keras.


“HAH? APA KAU BILANG?” teriak Reyna dengan terkejut yang didengarnya.


“Iya benar Rey dokter itu seumuran dengan kita.” kata Ren yang melihat Reyna terkejut dengan ucapannya.


“Apa kau bercanda Ren? Seumuran? Berarti usianya masih 20 tahun?” tanya Reyna dengan tidak percaya kalau dokter itu sangat muda sudah menjadi Dokter, apalagi dikampusnya.


“Iya Benar. Andrew waktu usia 15 tahun sudah lulus S2. Dia bekerja dirumah sakit terbesar dikota kita dan


sekarang melanjutkan S3nya sambil bekerja dikampus kita.” kata Ren dengan panjang lebar.


Reyna terkejut apa yang dibilang oleh Ren kalau Dokter Andrew sudah lulus S2 bahkan sekarang lagi melanjutkan


S3.


“Dokter itu bekerja dirumah sakit terbesar dikota kita, kenapa harus magang di kampus kita? Bukankah dia bisa


langsung kerumah sakit tempat dia bekerja untuk magang?” tanya Reyna dengan bingung dokter Andrew bekerja di rumah sakit terbesar dikota tapi magang di kampus.


“Tempat dia bekerja tidak bisa lagi Reyna karena dia sudah jadi dokter tetap disana. Sedangkan dirumah sakit


itu ada peraturan kalau sudah menjadi Dokter tetap tidak boleh magang lagi dirumah sakit itu.” kata Ren dengan  menjelaskan dengan panjang lebar.


Reyna mengangguk mengerti dan tiba-tiba perutnya berbunyi.


Kyuukkk~…

__ADS_1


Spontan Reyna memegang perutnya dan Ren melihat perut Reyna dan langsung melihat ke Reyna dengan senyum.


“Apa kau lapar?” kata Ren dengan senyum.


“I.. Iya..” kata Reyna dengan malu dan muka memerah


“Bukankah kau sudah makan tadi dikantin? Apa masih belum cukup makannya?” tanya Ren


“Hehehe… Sepertinya tidak. Bahkan aku sudah memesan nasi goreng ayam 2 porsi besar masih belum cukup.” kata Reyna dengan tertawa kecil sambil memegang perutnya.


“2 porsi nasi goreng ayam?? Bukankah kau memesan 1 porsi aja dikantin?” kata Ren dengan terkejut padahal pas


dikantin Ren melihat Reyna hanya memesan 1 porsi nasi goreng.


“Aku tambah lagi dikantin.” kata Reyna dengan senyum


Ren tertawa dan menggeleng kepalanya mendengar kata Reyna yang sudah makan nasi goreng ayam 2 porsi besar dan masih belum kenyang.


“Kau sama sekali tidak berubah Reyna. Walau kau sudah tambah cantik, porsi makan kau masih sama dan bahkan


bertambah 2x lipat.” kata Ren dengan cengengesan melihat Reyna masih lapar padahal sudah makan 2 porsi nasi goreng.


“Apa kau bisa membelikan aku makan?” pinta Reyna meminta Ren pergi belikan makan untuknya.


“Ha… Hadiah apa?” tanya Reyna dengan terbata tiba-tiba punya firasat buruk.


“Hadiah aku yang membelikan makan untukmu?” kata Ren dengan senyum menggoda Reyna.


“Kenapa harus ada hadiah segala, kalau kau tidak mau pergi belikan. Biar aku pergi beli sendiri.” kata Reyna yang melihat Ren mau menggodanya langsung mau turun dari kasurnya.


“Jangan! Kakimu masih sakit. Biar aku pergi beli.” kata Ren langsung mencegah Reyna yang mau turun dari kasur.


“Kalau kau meminta yang aneh-aneh mendingan aku pergi beli sendiri.” kata Reyna dengan nada agak besar dan kesal dengan Ren.


“Iya. Aku tidak akan  menggodamu lagi. Jangan pergi beli sendiri. Kakimu masih sakit. Biar aku yang pergi beli untukmu.” kata Ren dengan lembut dan memeluk Reyna.


Ren langsung membaring Reyna dikasur dan langsung pergi beli makan untuk Reyna.


----10 Menit kemudian----


Setelah Ren membawa makan untuk Reyna, Reyna langsung aja memakannya dengan lahap. Ren yang melihat itu langsung tersenyum Reyna makanannya dengan sangat lahap dan banyak.


Setelah Reyna selesai makan langsung meminum, Ren langsung mengasih takoyaki yang dibelinya.


“Mau?” tanya Ren yang menyodorkan takoyaki ke mulut Reyna.

__ADS_1


Reyna langsung memakannya dan matanya langsung berbinar.


“Ini sangat enak, isinya cumi-cumi ya?” tanya Reyna


“Iya, ada isi ayam, dan udang, apa kau mau makan juga?” tanya Ren yang melihat Reyna mengunyah takoyaki dengan senang.


“Mauuu….” kata Reyna dengan senang langsung saja mengambil takoyaki yang dipegang oleh Ren dan memakannya.


“Bagaimana kau bisa memakan nasi 2 porsi dan memakan 3 bungkus takoyaki Reyna? Apa kau tidak takut gemuk?” tanya Ren dengan tertawa kecil melihat Reyna yang makan sangat banyak.


“Tidak. Tiap malam aku kan pergi fitness 2-3 jam sehari. Kenapa harus takut gemuk?” tanya Reyna dengan santai.


'Bagaimana bisa pergi fitness tiap malam bisa kurus langsung dalam 3 jam sedangkan 1 kali makan bisa sampai 4-5 porsi. Apa lagi sehari makan?' kata Ren dalam hati


“Sehari kau makan berapa banyak?” tanya Ren dengan penasaran.


“Sehari….? (berpikir sebentar) pagi makan roti dan teh, siang makan 2-4 porsi, sore makan cemilan dan terkadang makan nasi, malam 2-3 porsi. Itupun terkadang tengah malam makan lagi. Rata-rata sehari bisa 5x makan.” kata Reyna sambil menghitung berapa banyak makan dalam sehari.


Ren membulatkan matanya bagaimana Reyna bisa makan sebanyak itu dalam sehari. Ren membayangkan 5x makan dalam sehari  bisa sebanyak apa dia makan pasti bisa gemuk. Sedangkan tubuhnya seperti sangat kurus dan normal.


“Bagaimana bisa kau sekurus ini sedangkan kau sehari makan bisa 4 sampai 5 kali makan?” tanya Ren dengan heran kenapa Reyna bisa makan sebanyak itu dengan tubuhnya yang sangat kurus.


"Tentu saja….” kata Reyna menggantungkan kalimatnya


“Tentu saja… apa?” tanya Ren dengan penasaran


“Rahasia wanita.” kata Reyna sambil memegang pipi dengan senyum manisnya.


“……..” Ren terdiam mendengar kata Reyna.


“Apa aku boleh tau?” tanya Ren dengan penasaran.


“Kenapa kau mau tau, apa kau mau kurus juga Ren?” tanya Reyna.


“Karena aku sangat penasaran, kau makan begitu banyak sedangkan tubuhmu sangat kurus. Tidak mungkin kau hanya pergi fitness dalam 3 jam saja bisa sekurus itu sedangkan kau makan dalam sehari bisa sampai 6-8 porsi.” kata Ren dengan sangat penasaran


“Nanti kau juga akan tau Ren.” kata Reyna dengan senyum manisnya


“Kasih tau sekarang Reyna. Jangan membuat aku penasaran.” kata Ren yang tidak bisa menghilangkan rasa penasarannya.


“Iya Ren. Nanti setelah kita pulang kampus kau akan tau. Kau bersabar ya.” kata Reyna dengan senyum sambil menepuk kepala Ren.


Ren melihat Reyna memegang kepalanya terasa sangat senang dan tersenyum.


“Baiklah akan aku tunggu sampai pulang kampus, Awas kalau kau tidak beritahu aku ya.” kata Ren dengan senang langsung mencium dahi Reyna dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2