
“Apa dia anakmu?” tanya Riku.
“Bukan. Aku tidak punya anak.” jawab Reyna dengan cepat.
Reyna langsung menurunkan tubuhnya supaya sejajar dengan anak tersebut. “Halo anak manis. Aku bukan mommy mu. Dimana mommymu?” tanya Reyna dengan lembut memegang tangan anak itu.
“Mommy~.” kata anak kecil itu dengan gemes tidak mau melepaskan tangan Reyna.
“Kamu dengan siapa disini? Apa kamu tersesat?” tanya Reyna dengan lembut.
Anak kecil tidak menjawab malah tangannya semakin erat tidak mau melepaskan tangan Reyna.
Reyna melihat anak kecil itu tidak menjawab langsung membujuknya.
“Sudah ketemu sama mommy. Kamu dengan siapa disini? Tidak boleh berkeliaran nanti tersesat loh.” kata Reyna dengan lembut.
Ren yang mendengar Reyna menyebut dirinya mommy langsung saja membelalak matanya dengan lebar.
‘Apa yang barusan Reyna menyebut dirinya pada anak kecil itu? Mommy? Apa aku tidak salah dengar.’ batin Ren.
Anak kecil itu mendengar Reyna menyebutnya dirinya mommy langsung tersenyum lebar.
“Rachel datang dengan paman dan kakak Richie.” jawab Rachel dengan senyum.
“Namamu Rachel ya? Nama yang cantik. Paman ada dimana?” tanya Reyna merasa gemes dengan senyuman Rachel.
Sedangkan disisi lain seorang lelaki sedang mencari keponakannya yang sedang hilang.
“Rachel kemana? Kenapa dia selalu pergi sendiri. Jika terjadi sesuatu padanya aku bisa kena marah.” kata seorang lelaki yang sedang mencari Rachel.
“Richie, apa ketemu Rachel?” tanya Lelaki itu melihat Richie kembali.
“Tidak paman.” kata Richie menggelengkan kepalanya.
“Anak satu ini beneran bikin aku pusing. Tau begini aku tidak mengajaknya.” kesal pamannya.
“Walaupun paman tidak mengajak Rachel, pasti Rachel juga akan mencari paman jika paman tidak ada di rumah.” kata Richie datar.
__ADS_1
“Bukannya ada kau Richie. Kau sebagai kakak harus menjaga adikmu. Kenapa kau juga malah pergi sendiri.” kata Pamannya melihat keponakannya terlihat sangat santai dan tidak khawatir dengan adiknya sendiri.
“Kenapa paman salahkan padaku. Bukankah tadi aku sudah bilang kalau aku pergi ambil minum dan paman ada bersama dengan Rachel. Tapi Rachel menghilang malah menyalahkan aku padahal Rachel ada bersama dengan paman.” kata Richie datar
“Paman lebih dewasa tapi tidak bisa menjaga Rachel, tapi aku bisa menjaganya. Orang dewasa tidak bisa menjaga anak kecil dibandingkan kakaknya yang bisa menjaganya. kata Richie datar.
Paman : “……”
Pamannya tidak bisa berkata apapun karena apa yang dikatakan Richie adalah benar. Bahkan kakaknya bisa lebih menjaga adiknya dibandingkan pamannya sendiri.
"Mendingan kita pergi cari Rachel sekarang. Paman takutnya dia kenapa kenapa." kata Paman langsung mengalihkan pembicaraan.
Richie melihat pamannya pasti tidak bisa membalas percakapannya karena kata Richie barusan membuat pamannya mati kutu.
Richie dan pamannya langsung mencari Rachel. Mereka keliling di pesta itu dengan lama karena ruangannya sangat besar sampai mereka berdua kecapean.
Sampai Richie melihat Rachel bersama dengan seorang wanita bahkan memegang tangannya membuat Richie terkejut.
"Rachel bergandengan tangan dengan orang asing? Tidak biasanya Rachel dekat dengan orang yang baru saja ditemuinya. Siapa wanita itu?" kata Richie merasa terkejut melihat adiknya memegang tangan orang lain.
Richie tidak mau banyak bingung langsung saja mendekati Rachel. Setelah mau mendekati Rachel, Richie langsung mematung melihat wajah wanita yang sangat mirip dengan orang yang sangat dia rindukan dan dia sayangi.
Richie langsung menggelengkan kepalanya untuk tidak berpikir macam-macam karena seingatnya mommy sudah meninggal, tidak mungkin mommynya hidup lagi.
Richie langsung saja mendekati Rachel dna Reyna.
"Rachel."
Rachel mendengar ada yang memanggilnya langsung menoleh ke arah belakang Reyna.
"Kak Richie." kata Rachel senyum melihat kakaknya mendekatinya. Rachel langsung saja melambaikan tangan nya pada Richie.
"Kamu jangan berkeliaran. Kakak dan paman cemas mencarimu." kata Richie ke Rachel.
"Maaf kak membuat kakak khawatir." kata Rachel menundukkan kepalanya merasa bersalah.
"Lain kali jangan berkeliaran lagi. Kau membuat semua khawatir."
__ADS_1
"Iya kak. Maaf kan Rachel." kata Rachel dengan pelan.
Richie melihat tangan Rachel tidak mau melepaskan tangannya sama Reyna. Richie melihat wajah Reyna dengan sekilas dia langsung terkejut karena wajah Reyna sama dengan mommynya. Pantes saja Rachel tidak mau melepaskan tangan Reyna karena Rachel berpikir kalau wanita yang disampingnya ini adalah mommynya.
Reyna merasa terkejut melihat wajah anak laki yang sangat mirip dengan Rachel. Bahkan kedua mukanya sangat mirip dengannya.
'Siapa kedua anak ini? Kenapa wajahnya sangat mirip denganku?' batin Reyna merasa sangat heran.
Sedangkan Ren membelalak matanya melihat ada dua anak kecil yang sangat mirip dengan Reyna.
'Siapa kedua anak ini? Kenapa muka mereka sangat mirip dengan Rey? Jangan bilang kalau mereka anak Rey.' batin Ren. Ren langsung menggelengkan kepalanya dan berpikir tidak mungkin mereka anak Reyna.
Riku mematung seperti patung melihat gadis kecil yang sangat mirip dengan orang yang dicarinya, bahkan anak laki itu juga sangat mirip. Riku merasa kalau mereka berdua pasti kembar karena tinggi mereka sama dan muka mereka berdua sangat mirip.
"Mommy. Apa mommy tidak memeluk kak Richie?" tanya Rachel ke Reyna.
"Hah?" Reyna yang lagi bingung langsung terkejut mendengar kata Rachel bilang memeluk kakaknya.
"Apa mommy melupakan Rachel dan kak Richie?" tanya Rachel dengan sedih melihat Reyna hanya diam saja.
Reyna sekarang merasa bingung kenapa kedua anak ini sangat mirip dengannya bahkan memanggilnya mommy. Reyna masih berusia 20 tahun tidak mungkin memiliki anak yang berusia 3 sampai 4 tahun. Jika Reyna memiliki anak pasti di usia 15 atau 16 tahun sudah hamil, sedangkan Reyna seusia itu masih ada di luar negeri dan dia baru balik 6 bulan lalu dinegara ini mustahil memiliki anak seusia 3 atau 4 tahun.
"Aku merasa kalian berdua salah orang. Aku bukan mommy kalian." kata Reyna.
Rachel yang mendengar itu terkejut langsung saja matanya berkaca-kaca merasa ingin menangis. Apa mommy tidak mengenalnya? Apa mommy bukan anaknya?
"Apa mommy benci sama Rachel dan kak Richie?" tanya Rachel yang sudah mau menjatuhkan air matanya.
Reyna melihat Rachel sudah mau menangis langsung saja membujuknya tapi sudah terlambat karena Rachel sudah menjatuhkan air matanya. Richie langsung membujuk adiknya.
"Rachel, Richie."
Richie mendengar suara pamannya langsung saja menoleh ke belakang dan ternyata benar pamannya mencari mereka berdua. Langsung saja Richie memanggil pamannya.
Pamannya melihat Richie ada dengan Rachel langsung saja lega Rachel sudah ditemukan. Pamannya langsung mendekati mereka. Pamannya melihat Rachel menangis langsung saja mempercepat langkahnya takut keponakannya terluka.
Sudah mau beberapa langka lagi mendekati Rachel dia langsung saja berhenti melihat wanita yang bersama dengan Rachel dan Richie.
__ADS_1
"Ray?" gumam pamannya dengan terkejut melihat Reyna.