
---- AIRPORT ----
Harry dan pak Satya sedang berada di airport terminal 3 khusus untuk penerbangan dan pendaratan internasional.
"Pak, jam berapa Client kita sampai?" tanya Harry.
"Em... Masih ada sekitar 45 menit lagi. Apa kau ingin berkeliling airport?" tanya pak Satya.
"Apakah boleh pak?" tanya Harry.
"Tentu saja. Pastikan 10 menit sebelum pesawat mendarat kau sudah harus ke sini lagi." kata pak Satya.
"Baik pak." jawab Harry langsung saja keliling bandara.
***
Disisi lain ada seorang orang tua yang sudah lansia berdiri di salah satu terminal sedang melihat sekeliling dengan koper dan barangnya.
"Hei, apakah terjadi sesuatu pada orang tua itu?" tanya salah satu pengawal bandara melihat seorang bapak yang sudah berusia 60 keatas sedang berdiri di tengah-tengah bandara.
"Kenapa dengan bapak tua itu?" tanya temannya pengawal bandara.
"Aku melihat dia sudah berada di bandara ini selama 2 hari. Apa mungkin bapak itu tersesat?" tanya pengawal bandara.
"Tidak mungkin kan bisa tersesat. Jika memang tersesat, bukankah harusnya bertanya pada kita?" tanya temannya.
"Bagaimana kalau kita tanya saja sama bapak lansia itu?" tanya pengawal.
"Bagaimana kalau kita suruh salah satu pramugari?" usul temannya.
"Boleh juga, Kau pergi panggil dia ke sini. Dan aku pergi bertanya pada bapak itu." kata pengawal.
Temannya langsung pergi mencari pramugari untuk bertanya pada pramugari tersebut. Sebelum temannya ingin pergi, dia langsung melihat manager di dekatnya langsung meminta tolong pada manager itu dan memberitahu situasi yang mereka lihat.
Manager itu langsung mendekati pria lansia yang sedang duduk di salah satu kursi penumpang dan bertanya pada pengawal itu.
"Ada apa?" tanya manager.
Pengawal itu menyuruh manager untuk menjauh dan menager itu langsung mengangguk.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa kau sudah bertanya pada bapak itu?"
"Bapak itu berasal dari kota C. Dia berencana bertemu dengan putra dan menantunya dan ingin pindah ke luar negeri. Namun, ada yang aneh dengan tiket pesawatnya." kata pengawal.
"Aneh? Apa maksudmu?" tanya manager dengan bingung.
Setelah pengawal itu menjelaskan, manager itu langsung mendekati bapak lansia itu dan bertanya padanya.
"Halo pak. Tampaknya bapak ada masalah dengan tiket penerbangan bapak. Jika bersedia, kami akan menghubungi putra bapak dan menayakan hal ini kepada putra bapak." kata manager.
"Aku sudah menghubunginya dari 2 hari kemarin, tapi tidak di jawab olehnya." kata pak Lansia tersebut.
Manager dan kedua pengawal itu saling pandang, mereka berpikir satu sama lain seperti ada yang aneh.
"Coba kau hubungi putranya. Ini nomor tiketnya, jika putranya yang membeli tiketnya pasti ada nomor telponnya. Bukankah setiap penumpang beli tiket ada nomor telponnya." kata manager mengasih nomor tiket pada pengawal.
"Baik Pak." kata pengawal langsung pergi mencari nomor putra pak tua itu.
Manager itu merasa kasihan pada pak Tua itu dan menyuruhnya untuk duduk di tempat ada sandarannya karena tempat bapak itu duduk tidak ada sandaran membuatnya punggungnya sakita dan lelah.
Bapak lansia itu duduk dengan pelan dan menunggu panggilan dari putranya. Setelah beberapa jam sudah menjelang makan siang, bapak tua itu dari tadi melihat ada seorang pengawai yang sedang membuka kotak nasinya dan mengiler dengan makanan itu, karena bapak lansia tersebut belum makan selama dua hari karena dirinya tidak bawa uang, dan hanya makan biskuit yang di berikan oleh putranya dan sudah habis tadi pagi.
"Bapak, ke sini duduk pak. Apa bapak belum makan?" tanya pengawai tersebut.
Bapak lansia tersebut hanya menggeleng kepalanya mengatakan belum. Pengawai itu merasa kasihan jadi memberikan bapak itu kotak nasinya pada pak tua itu.
Bapak lansia tersebut langsung makan dengan cepat dengan tangan gemetar karena sudah sangat lapar bahkan sudah mau menangis.
"Pelan-pelan saja makannya pak. Tidak usah terburu-buru." kata pengawai itu memberikan minuman pada pak lansia tersebut.
"Te-terima kasih." jawab pak Tua lansia tersebut dengan meneteskan air matanya.
Pengawai itu hanya bisa tersenyum dan menenangkan bapak lansia tersebut supaya bapak lansia tersebut bisa makan dengan pelan.
"Bagaimana? Apakah sudah ketemu nomor putranya?" tanya manager.
"Sudah. Tapi..."
"Ada apa?"
__ADS_1
"Mereka sekarang berada di A.S. kota New York." jawab pengawal.
"Eh?? New York?" tanya manager dengan terkejut.
"Ya. Dia sudah pergi ke sana lusa malam kemarin bersama dengan istrinya."
"Terus, bagaimana dengan ayah mereka?" tanya mananger.
"Ditelantarkan oleh putra mereka." jawab salah satu supervisor.
"Bagaimana bisa? Terus apakah dia tinggal saja di kotanya?" tanya Manager.
"Kata pengawai itu, putra mereka menyakinkan ayahnya untuk pindah ke New York bersamanya. Jadi, putra mereka menyuruh ayahnya untuk menjual semua rumah dan tanahnya di kota C. tapi, Putranya malah mengambil semua hartanya dan uangnya dan pergi ke New York bersama istrinya. Jadi Putranya meninggalkan ayahnya di bandara." jawab Supervisor.
"Putranya sama sekali tidak ada hati nurani. Bisa-bisanya meninggalkan ayah mereka di bandara. Jika semua hartanya di ambil, di mana lagi bapak itu tinggal?" kata pengawal dengan kesal mendengar perkataan Supervisor.
"Mau tidak mau bapaknya menjadi tunawisma." kata supervisor.
"Aku jadi merasa kasihan pada bapak tua itu. Apakah tidka bisa menghubungi keluarnga atau kenalannya yang tinggal di kota ini?" tanya Manager.
"Saya akan mencoba cari lagi." kata pengawal itu dan langsung pergi.
Manager dan Supervisor itu merasa kasihan melihat pak Tua yang sudah lansia tersebut makan dengan menangis sambil menahan rasa sakitnya pada putranya yang telah di telantarkan oleh putranya.
***
Harry yang sedang berkeliling bandara dengan santai melihat sekeliling bandara.
"Aku tidak menyangka kalau bandara di kota ini seperti mall. Bahkan mereka ada jual baju dan kosmetik." kata Harry melihat sekeliling toko.
"Waduh, sudah 30 menit aku berkeliling. Aku harus cepat balik, nanti pak Satya malah marah pula padaku." kata Harry melihat jam sudah 30 menit berkeliling.
Harry dengan cepat berbalik, tapi Harry ingin berlari, Tapi Harry langsung berhenti karena mata Harry langsung fokus melihat sosok seorang yang dia kenal.
"Itu... Tidak mungkin kan..." kata Harry terbelalak melihat apa yang di lihatnya.
T.B.C
Jangan lupa Like, Comment nya ya. ☺️☺️☺️
__ADS_1
Sorry kalo banyak typo. 😔😔