
“Apa lagi ini? Kenapa mereka tidak memberikan aku bersantai saja?” Reyna melihat Cecilia dan Serena menunggunya di depan pintu.
“Bagaimana rasanya?” tanya Cecilia dengan sinis dan lumayan senang melihat Reyna yang basah dan kotor.
“Apanya?” tanya Reyna.
“Bagaimana rasa siksaannya? Apa kau ketakutan?” tanya Cecilia.
“Lumayan…” jawab Reyna dengan senyum.
“Benarkah? Aku masih ada siksaan lain untukmu, apa kau mau?” tanya Cecilia dengan senyum sinis.
“Benarkah? Apa itu?” kata Reyna dengan antusias.
“Ikut aku, nanti kau akan tahu.” kata Cecilia dengan senyum.
“Ok.”
Reyna mengikuti Cecilia dan Serena. Serena merasa ada yang aneh dengan Reyna karena Reyna tiba-tiba menurut dan mengikuti mereka.
“Cel, apa kau tidak merasa aneh?” bisik Serena.
“Apa?”
“Dia…” Serena menunjuk ke Reyna.
“Apa kau tidak merasa aneh? Tiba-tiba dia menurut dengan mu. Aku takut kalau dia merencanakan sesuatu.” jelas Serena.
“Benar juga.. Tapi tidak perlu khawatir karena aku juga punya rencana lain.” kata Cecilia dengan pelan.
“Kalau begitu bagus sih..”
Reyna hanya diam melihat Cecilia dan Serena sambil berbisik. Reyna tersenyum karena pasti mereka melakukan sesuatu.
‘Aku tidak tahu apa yang kalian rencanakan, tapi aku yakin kalian akan sangat terkejut dengan kejutan nanti.’ batin Reyna dengan senyum.
Reyna merasakan instingnya kalau hari ini hubungannya dengan Ren akan terbongkar. Makanya Reyna ingin segera pulang, tapi sayangnya di hentikan sama Anna dan yang lain.
Karena Anna dan yang ingin bermain dengannya, maka Reyna tidak akan segan lagi.
__ADS_1
‘Biar aku lihat bagaimana reaksi kalian mendengar hubunganku dengan Ren.’ batin Reyna dengan senyum sinis.
***
“Para permisa semua, akhirnya tiba juga saat ini…” teriak salah satu pemilik acara.
“Acara setiap tahun… Apa kalian tahu ap aitu??”
“Tau!!!!” teriak semua orang di sana.
“Tentu saja kan, Tidak ada satupun yang tidak tahu acara apa ini. Ini adalah acara untuk para mahasiswa dan mahasiswi dikampus ini untuk menjadi yang terbaik..”
***
“Acara mahasiswa tertampan dan tercantik?”
“Ya, entah dari mana asal acara ini aku juga tidak tau. Sepertinya acara ini sudah semenjak beberapa tahun setelah kampus ini dibangun.” jelas Kai.
“Kenapa ada acara semacam ini di kampus kita?” tanya Yuna dengan penasaran.
“Entahlah. Makanya banyak mahasiswa dan mahasiswi yang masuk ke kampus ini. Karena mereka ingin mengikuti acara khusus ini makanya jadi banyak peminat.” kata Andrew.
“Tidak ada. Paling dapat beberapa uang dan menjadi pengemar mahasiswa.” jawab Kai dengan asal.
“Apa mungkin Ren juga ikut acara ini?” tanya Yuna ingat kalau ini acara untuk pria tampan.
“Tentu saja tidak. Ren tidak mau membuang waktu untuk acara seperti ini.” jawab Kai.
“Walaupun Ren tidak daftar, ada banyak mahasiswi ingin Ren ikut acara tersebut karena tidak ada yang pantas jadi pemenang selain Ren. Jadi salah satu dari mereka mendaftarkan untuk Ren.” jelas Andrew.
Yuna terdiam mendengar penjelasan Kai dan Andrew. Ren tidak ingin ikut acara yang tidak penting seperti itu, tapi para mahasiswi mendaftarkan untuknya.
“Apa Ren tidak marah?” tanya Yuna.
“Kenapa marah? Dia bahkan tidak perduli dengan acara ini. Walaupun jadi pemenang dan mendapatkan uangnya, Ren pasti memberikan uang itu ke kotak panti asuhan didepan ruang dosen.” kata Andrew.
“Semua hadiahnya?” Yuna terkejut.
“Ya. Ren tidak suka mengambil uang yang bukan hasil kerjanya. Acara ini memang yang menang Ren tapi Ren tidak ikut dengan keinginannya jadi Ren mengasih semua uang itu ke panti asuhan.” kata Andrew.
__ADS_1
“Harga diri Ren terlalu tinggi jika dia tidak melakukan sesuai keinginannya dia pasti menolak semua hadiah yang diberikan.” kata Kai.
“Ya. Pernah juga panti asuhan ingin memberikan hadiah untuk Ren karena selalu menyumbang, tapi Ren menolak dengan halus. Walaupun diterima dengan paksa, minggu depannya Ren membeli pakaian untuk anak panti asuhan.” kata Andrew.
“Aku tidak menyangka kalau Ren begitu rendah hati. Ren memberikannya semua pada semua anak panti asuhan.” kata Yuna dengan terkejut.
“Ren memang membeli semuanya untuk anak panti, tapi yang menyerahkan pada mereka adalah pengawal uncle Aizen. Ren tidak mau membuang waktunya hanya untuk memberikan hadiah untuk mereka.” kata Andrew dengan senyum.
“Kenapa?”
“Haha.. Tanpa aku beritahupun sudah pasti jawabannya itu.” kata Andrew dengan Kai tertawa bersamaan. Yuna hanya diam saja melihat Andrew dan Kai tertawa.
“Oh ya, bukankah kau bersama dengan Ren? Kenapa kau kesini?” tanya Andrew yang baru saja ingat.
“Oh. Aku kabur.” jawab Kai dengan santai.
Andrew : “…!!!”
“Kenapa kau kabur? Apa kau tidak takut Ren marah padamu?” tanya Andrew dengan terkejut.
“Kenapa aku harus mengikutinya mencari Reyna? Aku saja bahkan sudah berpikir Reyna sudah pulang, tapi Ren bersikeras kalau Reyna masih dikampus.” jawab Kai.
“Ren juga bodoh. Dia ingin mencari Reyna tapi tidak mencoba menelponnya malah berlari kemana-mana mencarinya. Kenapa sesaat Reyna tidak ada otak Ren selalu berhenti berjalan, malah rasa paniknya yang keluar?” kata Kai.
“Ren selalu begitu karena setiap terjadi sesuatu pada Reyna, Ren pasti menjadi panik dan tidak berpikir jernih.” kata Andrew
“Bahkan pernah sesaat Reyna hanya pergi sebentar saja beli sesuatu disupermarket, Ren saja sudah panik karena Reyna tidak balik. Padahal baru saja 15 menit Reyna tidak balik. Semenjak itu Ren selalu ikut Reyna kemana saja, walaupun hanya beli 1 barang saja.”
Andrew dan Kai merasa Ren sama sekali tidak bisa berpikir jernih jika terjadi sesuatu pada Reyna. Sedikit ditinggal sebentar saja Ren sudah mulai khawatir
***
Ren sedang mencari Reyna seluruh ruangan dikampus tapi tidak menemukannya. Ren ingin bertanya pada Kai tapi tidak menemukan Kai dimanapun. Setelah beberapa menit Ren menunggu Kai tidak Kembali membuat Ren sadar dan marah karena Kai kabur.
“Sialan kau Kai beraninya kau kabur!!” teriak Ren dengan marah.
“Lihat saja, aku akan membuat perhitungan denganmu nanti jika aku sudah menemukan Rey.” kata Ren marah besar karena Kai kabur.
Ren dengan cepat ingin menemukan Reyna. Ren sama sekali tidak bisa berpikir positif ataupun jernih, buktinya Ren hanya berlari mencari Reyna. Ren tidak ingin mencari Reyna dengan menelpon ataupun mencarinya lokasi Reyna.
__ADS_1
T.B.C