Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 38 – MERASA SEPERTI BODYGUARD


__ADS_3

“Ren kemana sih? Aku sudah kehausan benar.” kata Reyna menunggu Ren beli minuman dan belum kembali dari tadi.


Reyna mencoba telpon Ren tapi disaat baru mau telpon ada yang menutup matanya dari belakang. Reyna ingin mencoba memukulnya tapi tidak jadi karena mendengar suara anak kecil.


“Siapa?” tanya Reyna.


“Coba tebak siapa?” kata gadis kecil


Reyna mendengar suara gadis kecil dan berpikir, ‘Siapa? Aku kan tidak pernah kenal dengan gadis kecil, bagaimana aku bisa tau?’


‘Apa mungkin Mira?’ batin Reyna berpikir karena hanya Mira saja yang dia tau karena tadi pagi Mira telpon mengajaknya bermain ke taman bermain.


“Mira?” Reyna langsung menebak.


“Bagaimana kak Reyna bisa tau kalau Mira?” kata Mira langsung melepaskan tangannya dan memeluk leher Reyna dengan lembut di belakang Reyna.


“Karena hanya Mira yang kakak kasih tau kalau kakak ada di taman bermain.” kata Reyna dengan lembut.


“Kak Reyna apa sudah menunggu lama disini?” tanya Mira.


“Kakak dari jam 11 sudah ada disini. Mira sendiri dengan siapa ke sini?” tanya Reyna melihat ke kiri dan kanan tidak ada orang.


“Mira dengan supir dan bibi kesini kak.” jawab Mira.


“Supir dan bibi dimana?” tanya Reyna.


“Mereka disana.” kata Mira menunjuk ke pintu depan.


Reyna mengajak Mira pergi kepintu depan untuk bertemu dengan bibi dan supir.


“Siang bibi. Apa bibi tidak ikut masuk?” tanya Reyna.


“Siang nona. Tidak usah nona saya hanya mengantarkan nona kecil kesni saja.” jawab Bibi.


“Kenapa bibi tidak ikut saja bisa menemani Mira bermain.” kata Reyna.


“Tidak usah nona, saya hanya mengantarkan nona kecil sampai sini saja. Nona kecil karena sudah ketemu nona Reyna bibi pamit ya.” kata Bibi ke Mira.


“Bibi dan paman hati-hati ya. Kasih tau sama Mama kalau Mira akan bersenang-senang hari ini.” kata Mira dengan senyum manis.


“Baiklah nona kecil. Apakah nona tidak ingin bawa minum? Bibi ada buat jus untuk nona, jika nona mau bibi ambil jusnya dimobil.” kata Bibi.


“Jus? Mau bibi. Mira ke mobil ambil sekarang.” kata Mira dengan senyum dan melihat ke Reyna.


“Kak Reyna tunggu disini ya. Mira mau mengambil jus dulu dimobil.” kata Mira.


“Baiklah, kakak tunggu.” kata Reyna dengan senyum.

__ADS_1


Mira dan bibi langsung pergi ke parkir untuk mengambil jus, sedangkan Reyna menunggu didepan. Disaat Reyna melihat sekeliling banyak orang bermain dengan keluarga maupun dengan teman membuat Reyna tersenyum. Reyna mengambil HP disakunya mau berfoto disaat mau membuka kamera HP-nya tiba tiba ada yang menyentuh pipinya dan terasa dingin Reyna langsung menoleh.


“Apa kau lama menunggu?” tanya Ren dengan senyum mengasih cola dingin ke Reyna.


“Kenapa lama sekali? Aku sudah kehausan tau.” kata Reyna dengan senyum langsung mengambil cola dan meminumnya.


“Kenapa kau di pintu depan? Bukankah aku menyuruhmu untuk tunggu di kursi tadi.” tanya Ren.


“Tidak ada. Hanya ingin berfoto saja untuk kenangan.” jawab Reyna.


“Baiklah, ayo kita berfoto.” kata Ren langsung mengambil Hp Reyna dan mereka berfoto berdua.


Reyna dan Ren banyak berfoto di depan. “Ren sudah cukup fotonya.” kata Reyna karena Ren berfoto tidak selesai dari tadi.


“Ini masih belum cukup.” kata Ren masih ingin berfoto dengan Reyna.


“Cukup Ren! Nanti didalam lagi kita berfoto ya.” kata Reyna karena sudah banyak berfoto.


“Baiklah kita kedalam sekarang.” kata Ren mengandeng tangan Reyna masuk kedalam.


Disaat Ren dan Reyna ingin baru mau masuk kedalam terdengar suara anak kecil memanggil Reyna.


“Kak Reyna…..” teriak Mira.


Reyna langsung menoleh melihat Mira dan melepaskan tangan Ren dan mendekati Mira.


“Sudah kak. Ayo kita masuk kedalam, Mira ingin bermain puas didalam.” kata Mira dengan antusias.


“Nona Reyna saya menitipkan nona Mira ke nona ya, jika ada masalah bisa menghubungi bibi ke nomor ini.” kata Bibi mengasih nomor ke Reyna.


“Baiklah Bi.” jawab Reyna dengan senyum.


Ren yang mendengar suara anak kecil yang familiar memanggil Reyna membuatnya terdiam dan menoleh ke belakang.


‘Kenapa Mira ada disini? Ini mengganggu waktu kesenangan aku dan Reyna hari ini.’  batin Ren.


Ren langsung mendekati Mira langsung mengangkatnya membuat Mira dan yang lain terkejut.


“Kenapa kau disini Mira?” tanya Ren dengan datar.


“Kakak siapa? Turunkan Mira sekarang, Mira tidak mengenal kakak.” kata Mira ingin dilepaskan sekarang juga.


“Anda siapa? Turunkan nona Mira sekarang juga atau saya panggilkan satpam.” kata Bibi melihat ada lelaki yang tiba-tiba mengangkat nonanya dengan tidak sopan.


“Kenapa aku harus menurunkanmu? Sekarang kau pulang saja karena mengganggu kesenangan aku hari ini.” kata Ren dengan datar.


“Kesenangan? Apa maksud kakak? Apa Mira menggaggu kakak?” tanya Mira dengan bingung.

__ADS_1


“Ya, kau menganggu kesenangan aku hari ini. Mendingan kau pulang sekarang, jika tidak aku akan menyuruh orang lain mengantarkan kau pulang sekarang juga.” kata Ren.


“Kenapa Mira harus pulang? Kakak siapa? Mira tidak mengenal kakak.” tanya Mira dengan cemberut karena mengganggu waktu kesayangannya untuk bermain.


 “Anda siapa? Apa anda bisa melepaskan nona kami sekarang.” kata Bibi karena lelaki itu tidak menurunkan Mira.


“Apa kalian tidak mengenal aku?” tanya Ren.


“Mira tidak mengenal kakak. Turunkan Mira sekarang juga.” kata Mira.


‘Apa mira dan bibi tidak mengenal aku? Kenapa mereka melihat aku seperti orang asing.’ batin Ren dengan bingung.


“Kenapa kau tidak melepaskan kacamata hitam kau itu.” kata Reyna melihat Ren bingung karena Mira dan Bibi tidak mengenalnya.


Mendengar kata Reyna Ren langsung melihat Mira dan Bibi langsung sadar kalau mereka tidak mengenalinya karena memakai kacamata hitam pekat. Ren langsung melepaskan kacamata hitamnya membuat Mira dan bibi terkejut.


“Tu-Tuan muda Ren…” kata Bibi dengan terkejut.


“Kenapa kalian terkejut begitu?” tanya Ren.


“Ren-nii…. Ren-nii kenapa ada disini?” tanya Mira dengan terkejut.


“Memangnya kenapa aku ada disini Mira?” tanya Ren dengan datar.


“Ren-nii jahat kenapa pergi ketaman bermain tidak mengajak Mira.” tanya Mira lengsung cemberut bahkan marah sama Ren karena tidak mengajaknya.


“Kenapa aku pergi ke taman bermain harus memberitahumu Mira? Kenapa kau tidak pulang saja mengerjakan tugas sekolahmu.” kata Ren dengan datar.


“Mira tidak ingin pulang, Mira ingin bermain sekarang juga.” kata Mira dengan tegas.


‘Yang benar saja, jika Mira juga ikut aku tidak bisa menghabiskan waktu aku sama Reyna. Apalagi Mira sangat


dekat dengan Reyna membuat aku susah dekat dengan Reyna. Bagaimanapun caranya aku harus membuat Mira pulang sekarang juga dan tidak boleh ikut.’ batin Ren berpikir bagaimana cara membuat Mira tidak ikut.


“Mira ikut sama kita saja, karena lebih rame lebih enak.” kata Reyna spontan membuat Ren terkejut.


“Benar kata kak Reyna, lebih ramai lebih bagus.” Mira langsung setuju dengan Reyna.


“Daripada kita bicara disini kita masuk saja langsung dan bermain. Bibi pulang saja karena aku dan Ren yang akan menjaga Mira.” kata Reyna ke Bibi sambil menurunkan Mira dari tangan Ren.


“Baiklah nona kalau begitu bibi pamit dulu ya.” kata bibi dengan sopan dan pulang sama supir.


“Bibi hati-hati dijalan.” kata Mira dengan senyum melambaikan tangannya.


“Ren, jangan lupa bawa barang aku ya.” kata Reyna dengan datar membawa Mira masuk kedalam.


‘Kenapa aku merasa aku seperti bodyguard saja?’ batin Ren.

__ADS_1


__ADS_2