Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 267 - MASA LALU REN 3 - RUANGAN TERSEMBUNYI


__ADS_3

"Sejak kapan di Villa kita ada tempat seperti ini?" tanya Hana dengan terkejut.


"Semenjak Villa ini di bangun." jawab Ren dengan santai.


"Kenapa kau bisa tahu Ren?" tanya Hana dengan terkejut.


"Papa yang bilang. Rumah kita saja juga ada tempat seperti ini Ma."


"Apa?? Apa mungkin semua rumah kita ada tempat tersembunyi?" tanya Hana dengan terkejut.


"Benar Ma. Mama sudah menutup pintunya kan? Jika mama tidak menutupnya nanti mereka bisa tahu kita ada di sini." kata Ren.


"Sudah."


Ren dan Hana pergi ke dalam ruangan tersembunyi. Di dalam sana ada pintu besar tapi harus di masukkan kodenya.


Ren mengetik kode tersebut dan pintu terbuka. Ren dan Hana masuk ke dalam dan melihat di dalam ruangan tersebut sangat besar.


"Ini tempat apa Ren? Kenapa di sini ada ruangan yang begitu besar? Dan juga bukankah kita tadi turun kebawah?" tanya Hana dengan banyak pertanyaan.


"Kata Papa kalau ini tempat kita bersembunyi jika terjadi sesuatu." kata Ren menutup pintu dan langsung duduk di sofa.


"Apa Papa sudah mengangkat telpon?" tanya Hana melihat Ren memegang Hp di telinganya.


"Tidak Ma. Aku dari tadi sudah menelponnya berkali-kali tetap tidak di angkat." jawab Ren.


"Apa mungkin di sini tidak ada sinyal?" tanya Hana.


"Di sini ada sinyal Ma. Papa sudah membuat koneksi sinyal sampai ke bawah." kata Ren.


Ren menelpon Aizen terus sampai berkali-kali.

__ADS_1


***


"Aizen. Lama tidak jumpa."


Aizen berbalik karena mendengar ada yang memanggilnya.


"Oh, Gale." Aizen melihat itu adalah Gale langsung memeluknya.


"Kenapa kau sendirian di sini? Di mana Hana dan putra mu?" tanya Gale melihat sekeliling mencari Hana dan Ren.


"Mereka tidak datang."


"Kenapa? Biasanya Hana selalu menemanimu." kata Gale dengan penasaran.


"Ren tidak mau ikut. Jadi aku menyuruh Hana menemani Ren di Villa saja." kata Aizen.


"Tumben anak mu tidak mau ikut. Biasanya anak-anak suka ikut pesta." kata Gale.


"Oh... Aku tidak menyangka kalau anak mu tidak suka dengan para gadis? Apa anak mu sudah punya teman?" tanya Gale.


"Belum. Dia sangat suka sendirian. Apa lagi dia suka di depan komputer."


"Hahaha... Dia benar mirip dengan mu waktu kecil." Gale tertawa.


Aizen dan Gale berbincang-bincang sampai pesta sudah mau selesai.


Setelah Aizen pamit dia langsung melihat Hp-nya. Aizen terkejut melihat Ren berkali-kali menelponnya. Bukan puluhan bahkan hampir 100x Ren menelpon begitu juga dengan Hana.


"Ada apa ini? Kenapa Ren menelpon aku terus? Apa terjadi sesuatu?" tanya Aizen merasakan ada yang aneh dan memiliki perasaan yang tidak enak.


Aizen menelpon Ren tapi Ren tidak menjawab membuat Aizen panik. Aizen dengan kecepatan penuh pulang ke Villa takut terjadi sesuatu pada Istri dan Putranya.

__ADS_1


***


BRAK


Ren dan Hana terkejut mendengar suara keras.


"Su-suara apa itu?" tanya Hana mulai cemas.


"Ren apa kau yakin kalau mereka tidak akan menemukan kita?" tanya Hana mulai cemas.


"Sepertinya tidak akan, Ma." kata Ren. Ren tiba-tiba memiliki firasat buruk.


"Mama tunggu di sini. Aku pergi lihat dulu." kata Ren ingin berdiri tapi di cegah Hana.


"Tidak Ren! Mama tidak ingin terjadi sesuatu padamu." kata Hana tidak ingin Ren celaka.


"Tidak apa, Ma. Aku hanya melihat sebentar saja." kata Ren langsung pergi keluar.


"Reennn.....!!!!" teriak Hana melihat Ren sudah keluar.


Hana ingin menyusul Ren tapi Hana tidak bisa membukanya karena jika ingin buka harus pakai kode baru bisa buka.


"Hmm...? Tidak ada orang." Ren membuka pintu rahasianya dengan pelan dan tidak melihat siapapun.


BRAK


Ren terkejut mendengar suara dari pintu kamarnya. Ternyata para penyusup itu baru ingin masuk ke kamarnya.


Ren ingin masuk lagi ke ruang rahasia, tapi Ren tidak bisa karena jika ingin masuk akan menimbulkan suara dan akan ketahuan sama mereka.


Ren berpikir keras apa yang harus di lakukannya.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2