Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 273 - MASA LALU REN 9 - OPERASI


__ADS_3

Aizen dan Gale sedang cepat menuju rumah sakit supaya bisa memeriksa Ren dengan cepat.


"Dokter! Dokter! Cepat tolong putra aku!" Aizen dengan panik mengendong Ren masuk ke rumah sakit.


Dokter dengan cepat datang dan memeriksa Ren di UGD.


"Hah~" Aizen merasa lega karena mereka tepat waktu.


"Putra mu pasti akan baik-baik saja." kata Gale memegang bahu Aizen.


Sudah hampir 1 jam Aizen dan Gale menunggu lumayan lama di depan UGD. Setelah beberapa saat Dokter akhirnya keluar.


"Keluarga Pasien."


"Aku pak, aku papanya. Bagaimana keadaan putra aku?" Aizen langsung berdiri dan menghampiri dokter.


"Putra masih selamat. Tapi...." Dokter merasa ragu untuk membicarakannya.


"Tapi apa? Cepat jawab....!!" kata Aizen dengan tidak sabar membuat Dokter itu ketakutan melihat mata Aizen karena Dokter itu tahu siapa Aizen.


"Sabar Aizen. Jika kau seperti itu maka yang ada Dokter itu tidak bisa menjawab pertanyaan mu." kata Gale menyuruh Aizen tenang.


"Cepat katakan. Jika kau tidak bisa bicara aku panggil dokter lain." kata Aizen menatap tajam dokter itu.


"Ba-baik Tuan..." dokter itu terbata-bata. Dokter itu menenang diri dulu.


"Sebenarnya putra ada masih hidup cuma luka di tubuhnya sangat parah. Terutama punggung putra anda Tuan. Saya bisa menyembuhkannya tapi saya khawatir kalau akan menimbulkan bekas terutama luka di punggungnya." jelas Dokter.


"Punggung? Memangnya ada apa dengan punggungnya?" tanya Gale.


"Puggung anak itu terlihat jelas kena api bakar." jawab Dokter.


Gale terkejut mendengar kalau putra Aizen kena luka bakar. Gale bahkan sampai bingung kenapa bisa kena luka bakar. Apa mungkin ulah Delvin?. Itu yang di pikirkan Gale dan menatap Aizen.


Aizen sangat marah sampai memukul dinding dengan keras membuat Dokter itu terkejut apa lagi takut melihat Aizen sudah menghitam menahan amarahnya.


"Apa ada cara menyembuhkan luka bakar itu?" tanya Gale. Gale tahu kalau Aien tidak bisa bicara karena menahan amarahnya.


"Sebenarnya bisa Tuan, tapi saya rasa bisa menimbulkan bekas." kata Dokter.


"Apa bekasnya tidak bisa di hilangkan? Jika anaknya melihat bekas itu aku rasa dia akan mengingat kejadiannya." kata Gale.

__ADS_1


Dokter itu ingin menjawab tapi Gale langsung mengangkat tangannya menyuruh Dokter itu berhenti bicara. Gale mengambil Hp nya di saku kanan dan menelpon seseorang.


Dokter itu langsung pergi dari sana. Sedangkan Aizen dia masih marah karena Delvin melakukan hal kejam pada Ren.


"Aizen, aku sudah menelpon teman aku dan menyuruh dia memeriksa Ren." kata Gale yang sudah mematikan sambungannya.


"Apa dia bisa menyembuhkan Ren?" tanya Aizen.


"Katanya jika luka bakarnya tidak begitu parah kemungkinan bisa. Nanti jika dia datang kau tanya saja sama dia." kata Gale.


"Siapa?" tanya Aizen dengan bingung. Aizen tidak tahu dokter siapa yang di sebut oleh Gale.


Setelah menunggu beberapa saat Akhirnya Dokter itu datang ke rumah sakit yang di katakan oleh Gale.


Dokter itu langsung ke ruang UGD mencari temannya. Setelah masuk ke ke ruang UGD, Dokter itu langsung melihat Gale dan menyapanya.


"Gale.."


Gale mendengar ada yang memanggilnya langsung menoleh ke arah suara.


"Hiroshi.. Akhirnya kau datang juga. Kenapa lama sekali?" tanya Gale melihat Hiroshi hanya diam saja.


"Jangan salahkan aku. Waktu kau menelpon, aku sedang bersiap operasi. Jadi aku lama ke sini." kata Hiroshi tanpa rasa takut pada Gale yang sudah menatap tajam padanya.


"Harusnya kau bersyukur kalau aku meninggalkan pekerjaan ku yang di tengah operasi dan aku harus pergi menemui mu. Masih untung Dokter lain bisa menggantikan ku." kata Hiroshi dengan santai.


"Jadi? Di mana pasien yang harus aku lihat?" tanya Hiroshi langsung ke inti karena dirinya tahu kalau Gale menyuruhnya cepat datang sudah pasti orangnya sedang sekarat.


"Di dalam ruangan UGD. Sekarang masih ada suster yang menjaganya." kata Gale menunjuk ke ruang UGD.


Hiroshi tanpa tanya apapun langsung masuk ke dalam memeriksa Ren. Suster yang menjaga Ren terkejut melihat ada orang yang masuk tanpa izin.


Hiroshi mengatakan kalau dia adalah teman ayah pasiennya tapi suster itu tetap menyuruhnya untuk keluar.


Hiroshi tidak mengatakan apapun lagi dan langsung memeriksa Ren. Suster itu mencegah Hiroshi tapi sayangnya tidak di dengar Hiroshi dan memeriksa Ren. Suster itu dengan panik keluar mencari Dokter.


"Aku tidak menyangka anak sekecil ini sudah mendapatkan luka bakar seperti ini." kata Hiroshi melihat luka bakar punggung Ren.


Hiroshi memeriksa luka bakarnya dengan pelan. Ren sedang tidur karena obat bius jadi tidak merasakan apapun.


Setelah beberapa saat Hiroshi akhirnya keluar karena sudah memeriksa Ren.

__ADS_1


"Bagaimana?" tanya Gale melihat Hiroshi keluar.


"Luka bakarnya bisa di sembuhkan. Dan aku pastikan tidak akan ada bekas, apa kau ingin aku operasi anak itu langsung?" tanya Hiroshi.


"Benarkah? Benarkah luka bakarnya bisa hilang?" tanya Aizen mendengar Ren bisa sembuh.


"Ya. Dan lagi kenapa kau bisa sepanik ini?" tanya Hiroshi melihat Aizen sudah panik.


"Bagaimana tidak panik? Dia putra ku satu-satunya." kata Aizen dengan tegas.


Hiroshi tersenyum melihat Aizen karena ingin putranya sembuh.


"Aku baru pertama kali melihat mu seperti ini Aizen." kata Hiroshi.


"Siapa kau? Apa kau mengenal ku?" tanya Aizen dengan bingung.


"Apa kau tidak mengenal ku?" tanya Hiroshi.


"Dia Hiroshi, Aizen." kata Gale.


"Hiroshi? Apa mungkin Hiroshi pengecut itu?" tanya Aizen menatap Hiroshi.


Gale hampir tertawa lepas sedangkan Hiroshi menatap kesal Aizen karena mengatakan dirinya pengecut.


"Siapa yang kau panggil pengecut?" tanya Hiroshi menatap tajam Aizen.


"Bukankah kau memang pengecut? Bahkan dengan anjing saja kau sudah takut." kata Aizen dengan senyum.


"Itu dulu. Sekarang sudah tidak lagi." kata Hiroshi dengan tegas. Aizen tidak bicara hanya tersenyum saja.


"Jadi bagaimana?" tanya Hiroshi.


"Apa operasi nya dilakukan sekarang?" tanya Aizen.


"Ya, kalau kau mengizinkannya. Aku sudah bawa beberapa alat ku di mobil." kata Hiroshi.


"Lakukan saja hari ini. Aku tidak mau menunggu lama lagi." kata Aizen dengan cepat. Aizen ingin Ren cepat sembuh.


"Baiklah. Kalau begitu aku bawa dulu alat ku. Di rumah sakit ini tidak lengkap." kata Hiroshi.


Baru saja Hiroshi ingin keluar mengambil alat langsung di halangi oleh beberapa dokter dan Satpam.

__ADS_1


Hiroshi, Aizen dan Gale saling pandang dan bingung kenapa para Dokter itu membawa satpam.


T.B.C


__ADS_2