
“Apa benar yang kau katakan Rey?” tanya Ren
“Iya benar,” Jawab Reyna
“A… Apa buktinya? A.. Apa buktinya aku mengikuti kalian?” tanya wanita itu dengan terbata-bata
Reyna hanya senyum dan mengeluarkan Hp-nya dan memperlihatkan kepada semua orang. Ren dan yang lain terkejut ternyata bukan hanya mengikuti Reyna, Mira dan Kai bahkan wanita itu mencuri pakaian ditoko baju dan make-up untuk mengubah penampilannya dan mengikuti Reyna dan yang lain.
“Apa kakak sudah melihatnya?” tanya Reyna kepada Wanita itu.
“Ini sudah menjadi bukti yang kuat untukmu masuk penjara karena ingin menculik Mira dan mencuri barang toko orang.” kata Papa Mira ke Wanita itu yang melihat buktinya sudah sangat kuat dan jelas.
Wanita itu langsung wajah Pucat dan berkeringat dingin tidak bisa berkata apa-apa.
“Dimana temanmu yang lain?” tanya Reyna
“Te.. Teman apa? A.. Aku tidak punya teman.” kata Wanita itu dengan terbata-bata karena takut ketahuan temannya yang sedang melihat mereka dari jauh.
“Kakak jangan berpura-pura, saya tau kalau kakak punya teman.” kata Reyna yang melihat temannya juga memperhatikan mereka dari jauh.
“A.. Aku tidak punya teman. Kau pasti salah lihat.” kata Wanita itu dengan terbata-bata.
“Kakak mengaku saja kak, supaya kita bisa meringankan hukuman kakak.” kata Reyna dengan pelan.
“Mengaku apa? Aku memang datang sendirian.” kata Wanita itu dengan pasti.
Reyna menghela nafasnya dan menatap Wanita itu. Karena Wanita itu tidak mau mengaku akhirnya Reyna bertanya kepada Wanita itu.
“Apakah kakak tahu siapa anak yang digendong Om ini?” tanya Reyna ke Wanita itu sambil menunjukkan Mira yang digendong Papanya.
“Aku tau itu kan Mira. Kenapa kau menayakan hal itu padaku?” tanya Wanita itu dengan heran.
“Saya tau Mira. Bukankah Mira sangat ganteng dengan pakaiannya?” tanya Reyna dengan santai.
Wanita itu melihat penampilan Mira dari atas sampai bawah.
“Bukankah Mira mitu lebih cantik memakai pakaian perempuan?” tanya Wanita itu dengan santai.
“Oh? Kenapa kakak berpikir seperti itu? Mira memakai baju ini kan sudah ganteng. Kenapa harus memakai pakaian perempuan?” tanya Reyna dengan senyum melihat Wanita itu masuk dalam jebakannya.
__ADS_1
“Bukankah itu benar kalau Mira lebih cantik dan imut memakai pakaian perempuan?” tanya Wanti itu dengan pasti.
Reyna langsung melihat ke Andrew. “Andrew, menurutmu Mira cocok memakai pakaian perempuan atau laki-laki?” Tanya Reyna.
Andrew bingung kenapa Reyna menanyakan hal begituan. Andrew langsung melihat Mira dengan teliti dan melihat lagi ke Reyna.
“Menurutku bagus pakaian laki-laki.” jawab Andrew.
“Kenapa menurutmu begitu?” tanya Reyna.
“Hah? Sudah pasti bagus berpakaian laki-laki karena Mira itu laki-laki kan?” jawab Andrew.
“Apa yang kau bilang? Mira itu seorang gadis! Bukan laki-laki!” teriak Wanita itu
“What? Mira itu gadis? Apa Mira itu Perempuan? Bukan laki-laki?” tanya Andrew yang tidak percaya. Andrew melihat dengan teliti dan dilihat dari manapun Mira seperti laki-laki.
“Bagaimana kakak tau kalau Mira itu perempuan?” tanya Reyna.
“Karena aku dan teman aku yang menjemput Mira dari sekolahnya dan membawanya ke Mall. Bagaimana mungkin Mira itu seorang gadis?” kata Wanita yang spotan membocorkan semuanya dan langsung menutup mulutnya.
“Oh. Ternyata benar kakak membawa teman untuk menculik Mira.” kata Reyna dengan senyum.
“Ren, apa benar kalau Mira itu seorang gadis?” tanya Andrew ke Ren.
“Ya benar. Mira itu seorang gadis kecil usil yang berusia 5 tahun.” kata Ren dengan datar.
“Ren-nii Mira bukan gadis usil, tapi wanita tercantik dan imut.” kata Mira dengan sombong yang mendengar kata kakak sepupunya kalau Mira itu suka usil.
“Heh… Mira kau itu suka usil dan suka menggangu orang. Bagaimana kalau kau jadi cowok saja? Sifatmu sangat cocok dengan cowok dari pada cewek karena sifat kau seperti cowok.” kata Ren dengan senyum ingin mengusilkan adik sepupunya.
“Hish…. Papa Ren-nii jahat suka usil sama Mira. Papa kasih hukuman untuk Ren-nii supaya tidak bisa mengusil Mira lagi.” kata Mira dengan pipi gembung yang menggemaskan ke Papanya karena Ren suka mengusil dan mempermainkannya.
“Ren, jangan beraninya kau mengusil putri kecilku. Biar aku kasih tau sama Papa mu kalau kau suka mengusil dan mempermainkan putri kesayanganku.” kata Papa Mira menatap tajam ke Ren.
‘Papa dan anak sama saja.’ batin Ren dengan sebal.
“Bapak bisa membawanya ke kantor polisi karena sudah menculik anak dan mencuri barang milik orang lain.” kata Papa Mira ke Satpam.
“Ibu saya tangkap karena ingin menculik anak dan mencuri barang milik orang lain. Sekarang ikut saya ke kantor polisi.” kata Satpam itu yang menahan tangan wanita itu dan membawanya ke kantor polisi.
__ADS_1
“Bagaimana dengan temannya? Apa perlu mencarinya?” tanya Kai.
“Tidak usah, nanti paman suruh orang mencarinya.” kata Papa Mira.
“Baiklah.” jawab Kai.
“Mira, kita pulang sekarang ya. Mama khawatir dengan Mira.” kata Papa Mira
“Tapi Mira ingin makan es krim pa.” kata Mira dengan gemes.
“Baiklah, kita beli es krim lalu pulang. OK?” kata Papa Mira dengan lembut melihat putrinya ingin makan es krim.
“Makasih Pa. Muach…” Mira gembira akan dibelikan es krim oleh papanya langsung mencium pipi papanya.
Papanya melihat putrinya mencium pipinya langsung gembira dan senang melihat anaknya sangat sayang padanya. “Apa kalian mau ikut makan juga? Biar Om yang bayar karena sudah menjaga Mira.” kata Papa Mira.
“Boleh paman. Aku juga ingin makan es krim juga karena keringatan.” jawab Ren dengan santai.
“Keringat? Kenapa kau bisa keringat? Dimall ini AC-nya kan dingin, kenapa bisa berkeringat?” Tanya Papa Mira dengan heran.
“Karena kita baru pulang dari kampus karena membantu persiapan Bazar dikampus Om.” jawab Andrew yang melihat Ren diam saja tidak ingin menjawab.
“Baiklah, kita pergi sekarang.” Kata Papa Mira langsung jalan sambil menggendong Mira.
---------------------------------------------------------
“Kenapa kalian ikut juga?” tanya Kai ke Cecilia dan Serina ikut mereka duduk ke meja.
Cecilia dan Serina ikut Ren dan yang lain, bahkan Cecilia tidak tahu malu duduk di samping Ren dengan santai. Ren langsung menjaga jarak dengan Cecilia.
“Kenapa aku tidak boleh ikut, aku kan sudah kasih tau sama Ren kalau ingin ikut makan Es krim.” kata Cecilia dengan santai malah duduk dekat dengan Ren.
“Jangan dekat denganku!” bentak Ren dengan keras dan mendorong Cecilia yang duduk disampingnya dengan kuat.
“Ren…, kenapa kau bicara denganku seperti itu?” tanya Cecilia dengan sedih karena Ren mendorongnya dengan kuat.
“Bukankah aku sudah bilang jangan dekat denganku. Coba kalau kau mendekat lagi akan aku seret kau keluar dari sini.” kata Ren dengan marah dan tegas melihat Cecilia tidak mau menjauh darinya.
“Ren… “ Cecilia bermuka sedih mau menjatuhkan air matanya karena Ren marah padanya.
__ADS_1
“Ren-nii….” teriak Mira sambil membawa es krim berlari kearah Ren.