
Pagi hari Reyna bangun seperti biasa. Reyna langsung saja membersihkan dirinya.
Reyna selesai mandi langsung mengeringkan rambutnya. Setelah selesai mandi, Reyna langsung melihat barangnya apakah ada barang yang ketinggalan atau tidak.
Reyna bersiap-siap untuk ke suatu tempat. Dimana itu?
Tentu saja pulang ke rumah, karena sudah 2 bulan berlalu dan akhirnya Reyna akan pulang ke rumah orang tua nya yaitu tempat dimana Reyna di besarkan dan dia lahir.
2 Bulan lalu, Reyna sudah mendengar semuanya dari Calvin tentang Rayna dan tidak ada yang disembunyikan nya lagi.
Reyna tidak menyangka kalau Rayna waktu dia sudah bekerja sebelum bertemu dengan Calvin, Rayna sudah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Rayna tinggal di apartemen yang kecil dan hanya cukup untuk tempat tidur saja, karena biayanya lumayan mahal karena gaji Rayna yang di kasih pas Pasan.
Reyna merasa sedih karena Rayna hanya tinggal di tempat yang sempit dan mendapatkan gaji yang hanya cukup untuk uang makan. Rayna bisa menyimpan uang kerjanya sedikit saja, karena terkadang dapat simpanan uang, terkadang tidak.
Hari ini Reyna mengajak Rayna dan keluarganya pulang ke rumah untuk bertemu dengan orang tua Reyna. Reyna tidak bilang pada Rayna karena takut Trauma Rayna kambuh lagi, jadi yang tahu hanya Reyna, Calvin dan Edgar.
Reyna memeriksa barangnya semua supaya tidak ada yang tertinggal. Setelah memeriksa barangnya tidak ada yang ketinggalan, Reyna langsung membawa kopernya keluar.
"Rey, kau sudah siap?" tanya Rayna.
"Ya. Apakah yang lain sudah siap semua?" tanya Reyna.
__ADS_1
"Sudah. Nanti jam berapa kita ke airport?" tanya Rayna.
"Jam 12 siang. Setelah makan kita langsung pergi." kata Reyna.
"Aku tidak menyangka akan pergi keluar negeri. Aku merasa bermimpi." kata Rayna.
"Apa kau baru pertama kali ke luar negeri?" tanya Reyna.
"Ya. Makanya aku sangat bersemangat sampai tidak bisa tidur. Tadi saja aku bangun jam 4.30 pagi." kata Rayna.
"Pagi benar... Apa kau tidak lelah?" tanya Reyna.
"Tidak. Bahkan aku sangat bersemangat karena sangat ingin pergi sekarang. Walaupun aku ingin melakukan sesuatu supaya waktu cepat berlalu, tapi sayangnya waktu sangat lama berjalan." gerutu Rayna.
"Apa kau sudah membuat sarapan Ray?" tanya Reyna.
"Sudah."
"Kita makan saja duluan dari pada menunggu mereka bangun." kata Reyna.
"Baiklah." kata Rayna.
Rayna dan Reyna langsung sarapan pagi duluan dan mereka bicara sampai waktu cepat berlalu. Waktu sudah menunjukkan angka 9, karena Rayna dan Reyna bicara asyik kan tidak tahu kalau waktu sudah pukul 9.
__ADS_1
"Kau pergi bangunkan Calvin dan yang lain. Ini sudah jam 9 lewat. Sekalian lihat baju kalian semua apakah sudah di bawa semua atau belum." kata Reyna melihat sudah jam 9 lewat.
"OK." Rayna langsung berdiri menuju kamarnya untuk membangunkan anak anak dan suaminya.
"Pagi Aunty..." kata Rachel yang sudah selesai mandi dan ganti baju.
"Pagi Rachel. Apakah tidur nyenyak?" tanya Reyna dengan senyum.
"Sangat nyenyak. Apalagi hari ini Rachel sangat senang bisa pergi jalan bersama Mommy, Daddy dan Aunty.." kata Rachel dengan bergairah semangat.
"Aunty, kita akan pergi ke mana?" tanya Rachel.
"Masih rahasia. Jika sudah sampai tujuan baru Aunty kasih tahu." kata Reyna dengan senyum.
"Apa tidak bisa kasih tahu sekarang Aunty?" tanya Rachel dengan penasaran.
"Tidak boleh. Jika kasih tahu sekarang sudah bukan suprise lagi." kata Reyna dengan senyum.
Rachel menggembungkan pipinya kesal dengan Reyna karena tidak mau kasih tahu, sedangkan Reyna hanya tersenyum melihat Rachel yang menurutnya lucu.
Calvin dan yang lain sudah selesai mandi, mereka langsung sarapan setelah itu baru mereka ke airport.
T.B.C
__ADS_1