Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 81 - BODOH


__ADS_3

Setelah bicara dengan Andrew, Kai langsung saja pulang naik mobil. Sebelum masuk mobil Kai langsung mengambil kunci mobil di kantongnya tapi dia merasa ada yang aneh.


“Loh. Kemana kunci apartemen aku?” kata Kai mencari kunci apartemennya.


“Kemana kunci aku? Apa tertinggal di ruang Andrew?” kata Kai langsung saja balik ke ruang kesehatan.


“Andrew, apa kau melihat kunci aku tidak?” tanya Kai baru masuk kedalam.


“Tidak. Apa kau kehilangan kunci mobilmu?” tanya Andrew.


“Bukan. Kunci apartemen.”


“Aku tidak tau. Selama kau di sini saja kau tidak meninggalkan apapun.”


“Jadi kemana kunci aku?” tanya Kai yang menjadi bingung.


“Coba kau ingat dulu. Mungkin saat kau menabrak seseorang sampai kunci mu jatuh.” kata Andrew membersihkan mejanya.


Kai berpikir langsung ingat. “Ah ya. Aku ingat tadi tersenggol pagar kampus. Apa mungkin didepan pagar kampus?” kata Kai langsung saja keluar.


Kai mencari dekat pagar kampus mencari kuncinya.


“Apa ketemu?” tanya Andrew.


“Tidak ada. Kau bantu cari dong.” kata Kai melihat ke Andrew hanya diam saja.


“Kenapa kau tidak tanya sama satpam saja? Bukankah sudah agak lama kunci kau hilang?” tanya Andrew merasa Kai seperti orang bodoh.


“Kenapa kau tidak bilang dari tadi sialan!” kata Kai langsung saja tanya ke satpam.


Andrew hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Kai.


“Bagaimana?” tanya Andrew.


“Katanya ada seorang gadis yang menemukan kunci disini.”


“Terus kemana dia?”


“Dia pergi bersama temannya ke belakang gedung olahraga. Kita pergi kesana sekarang.” kata Kai mengajak Andrew ikut dengannya.


“Kau ganti saja kuncinya dengan yang baru.” kata Andrew.


“Mahal.” jawab Kai singkat.


Andrew : “…….”


‘Dari mana mahalnya? Bahkan kau beli voucher untuk game kau saja lebih mahal 2x lipat dari pada ganti kunci


apartemen mu.’


“Apa yang mereka lakukan di belakang gedung olahraga? Apa mungkin menyembunyikan narkoba? seperti menghisap sabu gitu.” tanya Kai yang berpikir mereka memakai narkoba.


“Apa yang kau pikirkan? Tidak mungkin mereka membawa narkoba? Kampus kita sangat ketat begini, mereka berani membawa sabu yang ada mereka dikeluarkan. Kau jangan berpikir macam-macam Kai.” kata Andrew marah pada Kai.

__ADS_1


Kai ingin bicara tiba-tiba terdengar suara teriakan membuat mereka berdua terkejut.


“Suara apa itu? Kenapa mereka berteriak?” tanya Kai.


“Tidak tau.” jawab Andrew.


Andrew dan Kai langsung berlari cepat melihat apa yang terjadi. Setelah mereka berdua melihat ada beberapa orang gadis yang menyiksa seorang gadis yang menangis kesakitan dan memohon.


“Apa yang kalian lakukan disini?” tanya Kai.


Para mahasiswi itu langsung menoleh kebelakang karena mendengar suara yang familiar. Mereka semua langsung terkejut siapa itu.


“K-kai…” gumam gadis terkejut melihat Kai yang masih menarik rambut Yuna dengan keras.


“Kenapa Kai disini?”


“Bahkan dokter Andrew juga bersama dengannya. Bagaimana ini? Jangan sampai mereka tau kalau kita menyiksanya.”


Para gadis itu ketakutan melihat Kai dan Andrew mendekati mereka.


“Apa yang kalian lakukan disini?” tanya Andrew melihat apa yang mereka lakukan.


“Jangan bilang kalau kalian benar-benar menghisab sabu.” kata Kai.


“Apa kau tidak bisa bicara dengan baik?” tanya Andrew menatap Kai.


“Apa ada yang salah dengan perkataanku?” tanya Kai dengan bingung.


Andrew tidak memperdulikan Kai langsung melihat gadis itu menarik rambut Yuna dengan kuat langsung mengerti apa yang terjadi.


“Ah. Dia pingsan disini. Jadi kami ingin membantunya.” kata gadis itu langsung melepaskan Yuna.


“Yuna. Kenapa kau disini?” tanya Kai melihat langsung Yuna dengan tubuh yang memar-memar langsung saja mendekatinya. Kai langsung melihat Yuna banyak luka memar bahkan tangannya kena luka bakar.


“Apa yang terjadi?” tanya Kai dingin.


“Ka-kami menemukannya dia tergeletak disini. Jadi kami ingin membantunya.” kata gadis itu dengan agak gugup.


“Benarkah?” tanya Kai melihat temannya membawa lilin yang masih menyala.


“I-iya…” jawab gadis itu dengan gugup.


“Kai, kau minggir dulu. Biar aku lihat.” kata Andrew mendekati Kai.


Kai langsung saja mengangkat Yuna ke tepi supaya Andrew bisa memeriksanya.


“Terus, apa yang kalian lakukan disini?” tanya Kai.


“Kami hanya berbincang  tentang tugas saja. Tidak lebih.”


“Oh begitu ya. Apakah bicara harus sampai ke belakang gedung bahkan tempat sepi?” tanya Kai datar.


“I-itu karena kami tidak ingin ada orang tau saja.”

__ADS_1


“Kenapa kalian tidak jujur saja?” tanya Kai.


“Ju-jujur apa?”


“Kalian paling tidak pandai berbohong. Jangan pikir aku tidak tau apa yang kalian lakukan padanya? Kalian menghina dia kan?” kata Kai dengan datar.


“Bu-bukan…” Semua gadis itu menggelengkan kepalanya.


“Apa hanya karena dia makan bersama denganku sampai kalian benci dengannya bahkan menyiksanya?” tanya Kai.


 Semua gadis itu terkejut dan terdiam kenapa Kai bisa tau. Apa mungkin Kai melihat mereka?


“Kenapa? Apa kalian berpikir aku tidak tau? Bahkan pulang kampus tadi kalian mengikutinya dengan tatapan tajam kan?” tanya Kai melihat mereka semua terdiam dan tidak mau bicara.


“Kau tau mereka mengikutinya kenapa kau tidak cegah mereka?” tanya Andrew ke Kai.


“Karena aku melihat Yuna sudah di gerbang kampus menunggu jemputan jadi aku tidak tau kalau jemputannya lama sampai mereka langsung mendekatinya dan menyiksanya.” kata Kai.


“Kenapa kau tidak menunggu sampai jemputannya datang?” tanya Andrew.


“Aku kan tidak tau kalau jemputan Yuna telat. Bahkan masih banyak orang disana, Jika mereka ingin membawanya pasti yang lain akan tau apa yang mereka lakukan.” kata Kai.


“Jika tau mereka mengincarnya harusnya kau menunggu sampai jemputannya datang, jangan hanya karena ada satpam disana dia bisa aman. Ini akibatnya jika kau tinggalkan dia. Kau itu bodoh tau.” kata Andrew marah sama Kai yang bisa bisanya meninggalkan orang yang sudah tahu kalau di incar akan dibully.


Kai : “……..” Kai terdiam dengan perkataan Andrew karena ada benarnya.


“Kau tinggalkan mereka. Kita pergi sekarang.” kata Andrew langsung menggendong Yuna.


“Bagaimana dengan mereka? Nggak mungkin ditinggalkan karena mereka telah menyiksanya.” kata Kai dengan tegas dan menatap tajam para gadis itu membuat mereka ketakutan.


“Kau mementingkan keadaan Yuna atau ingin memberi pelajaran dengan mereka?” tanya Andrew membuat Kai terdiam menatap Andrew.


“Apa yang kau lihat aku seperti itu? Jika kau ingin bersama mereka silakan saja. Aku pergi sekarang.” kata Andrew meninggalkan Kai sendirian.


“Tunggu…. Jangan tinggalkan aku….” teriak Kai melihat Andrew langsung pergi.


“Kalian tunggu saja pembalasan aku.” kata Kai dengan dingin menatap tajam semua gadis itu dan langsung mengejar Andrew.


“Tunggu sialan! Jangan tinggalkan aku.” teriak Kai mendekati Andrew mendekati mobilnya.


“Kenapa aku harus menunggumu yang ingin bersama dengan mereka?” tanya Andrew.


“Mana kuncinya?” tanya Andrew.


“Kunci apa?” tanya Kai dengan bingung.


“Kunci mobil kau bodoh. Apa kau ingin menggendongnya sampai rumah?” tanya Andrew menatap tajam Kai seperti orang bodoh.


Kai langsung saja mengambil kunci mobilnya dan membuka pintu dibelakang mobil membiarkan Yuna ditidurkan didalam mobil.


“Kita pergi sekarang.” kata Andrew duduk didepan.


Kai langsung menyalakan mobilnya dan jalan pulang ke apartemen.

__ADS_1


----------------------------------------------------------------------------------


Jangan lupa like, comment, vote dan hadiahnya ya. ☺️


__ADS_2