Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 251 - TAMPARAN


__ADS_3

Reyna dan Siska setelah selesai bayar belanjaan langsung pergi melihat keributan di toko tersebut.


"Aku tidak menyangka kalau bertemu dengan mu di sini. Bagaimana kalau aku memberikan mu pekerjaan untuk kebutuhan anak-anak mu?" tanya Sara.


"Tidak perlu. Kami sudah cukup untuk kebutuhan sendiri. Kami tidak perlu bantuan mu." kata Rayna dengan pelan yang menahan sakit di pipinya karena Sara menamparnya.


"Kenapa kau begitu dingin? Aku sudah membantu mu mencari pekerjaan, tapi kau malah menolak. Apa begini cara kau berterima kasih pada orang yang ingin membantu mu?" tanya Sara.


"Aku tidak dingin, karena aku mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak perlu bekerja dengan orang lain karena sudah ada suami aku yang bekerja membutuhi kebutuhan keluarga kami." kata Rayna.


"Suami? Apa aku tidak salah dengar? Kau sudah punya suami? Apa kau menikah lagi dan mendapatkan ayah tiri untuk anak-anak mu?" Sara agak terkejut mendengar Rayna sudah bersuami.


"Kau jangan asal bicara Sara. Dia suami aku dan ayah dari anak-anak ku." kata Rayna dengan keras. Rayna sangat marah mendengar kalau Calvin di bilang ayah tiri Rachel dan Richie.


"Apa buktinya jika dia adalah ayah kandung anak-anak mu? Aku rasa dia sama sekali tidak mirip dengan anak kau itu." kata Sara sambil menunjuk ke Rachel dan Richie.


"Rachel, Richie, ayo kita pergi." Rayna mengajak Rachel dan Richie untuk pergi dan tidak mendengar kata Sara.


"Cih. Seperti biasa kau sangat sombong dan bahkan lebih buruk. Apa kau tidak menghargai orang bicara dengan mu?" tanya Sara dengan kesal.


"Kenapa aku harus menghargai orang yang hanya ingin menjelek aku dan anak-anak ku? Jika kau selalu membuat reputasi orang lain menjadi buruk, maka kau yang akan kena imbasnya suatu saat." kata Rayna.


"Memangnya kau itu siapa? Kau bukan anak kerajaan atau anak konglomerat. Kenapa aku harus takut dengan mu?" tanya Sara dengan tertawa.


"Apa kau hanya suka membuat masalah dan membuat reputasi keluarga ku miskin?" tanya Rayna dengan marah.


"Tentu saja. Karena kau sangat cocok dengan orang miskin yang tinggal di jalanan. Apa lagi kau sangat cocok untuk mu yang tidak punya keluarga." kata Sara dengan tertawa.


Rayna merasa geram dan ingin sekali menampar mulut Sara yang tidak ada habisnya menjelek keluarganya.


"Apa? Apa mata mu itu yang menatap aku dengan tajam itu? Apa kau bisa melawan ku? Hah??" Sara melihat Rayna menatap nya dengan tajam membuat Sara menatap tajam Rayna juga.


"Orang miskin seperti mu apa yang bisa kau lakukan terhadap ku?" tanya Sara yang ingin menampar Rayna lagi.

__ADS_1


Rayna awalnya ingin pasra aja mendapat tamparan Sara. Setelah beberapa menit tidak ada rasa sakit Rayna membuka matanya dengan perlahan.


Rayna terkejut melihat Reyna menahan tangan Sara supaya Sara tidak menampar Rayna.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Reyna dengan dingin dan mengunci tangan Sara ke belakang.


"Akh... Sakit.... Siapa kau?" Sara teriak kesakitan.


"Rey..." Rayna terkejut melihat Reyna datang dan menghentikan Sara.


"Siapa aku tidak penting bagi mu? Sekali kau menyakiti mereka maka aku tidak akan segan mematahkan tangan mu." kata Reyna dengan dingin tanpa melepaskan tangan Sara.


"Kalian tidak apa, sayang?" tanya Siska mendekati Rayna dan melihat keadaan Rayna dan anak anak.


"Tidak apa, Ma." kata Rayna dengan senyum.


"Astaga... Pipi mu kenapa sayang?" Siska terkejut melihat pipi Rayna memerah dan ada bekas tamparan.


"Tidak apa, Ma. Hanya kena gigit saja." kata Rayna mengelak.


"Apa kau menamparnya?" tanya Reyna menatap tajam Sara melihat Rayna kena tampar darinya.


"Memangnya kenapa kalau aku menamparnya? Itu karena salah dia sendiri karena telah mengcuek ku." kata Sara.


Sara dengan cepat melepaskan tangan Reyna dengan menginjak kaki Reyna. Reyna akhirnya melepaskan tangan Sara walaupun kakinya tidak terasa sakit.


"Hmmm... Kau...." Sara terkejut melihat Rayna ada di belakangnya. Sara langsung melihat ke belakang ada Rayna bersama anaknya. Sara melihat lagi ke Reyna dan akhirnya tersenyum.


"Apa kau saudaranya?" tanya Sara.


"Ya." jawab Reyna datar.


"Hahaha.... Aku tidak menyangka kalau dia sudah bertemu dengan keluarganya. Jadi apa yang di bilang nya tadi adalah benar kalau dia sudah bertemu keluarganya." Sara tertawa keras.

__ADS_1


"Apa kau sudah selesai bicara?" kata Reyna dengan dingin.


"Cih! Kau saudaranya tapi sama saja dengannya. Kalian sama sekali tidak bisa bicara sopan santun. Bagaimana orang tua kalian mengajarkan kalian." kata Sara dengan senyum sinis.


"Kami tahu bagaimana sikap kami bicara pada orang lain. Tapi kalau ada yang berani menjelek atau menyakiti salah satu keluarga kami, maka kami tidak akan diam saja." kata Reyna dengan dingin.


"Apa katamu!!" teriak Sara.


"Aku bilang kalau kau adalah anak tidak tahu diri. Kau bilang pada padanya kalau dia tidak memiliki sopan santun, tapi justru kau sendiri yang tidak ada sopan santunnya. Bagaimana orang tua kau mengajarkan mu?" kata Reyna membalikkan kata Sara padanya.


"Kau...." Sara marah sampai menujuk ke Reyna.


"Aku apa? Bukankah aku bilang kebenarannya?" tanya Reyna.


Sara tidak bisa mengatakan apapun atau membalas kata Reyna.


"Tadi sepertinya aku juga mendengar kalau mengatakan kedua anak Ray adalah anak haram. Apa itu benar?" tanya Reyna tadi mendengar kata Sara karena tadi Sara bicara dengan keras.


"Benar. Kenapa? Bukankah mereka memang anak haram?" tanya Sara dengan senyum sinis. Sara tidak tahu kalau Reyna sudah sangat marah padanya.


PLAK


Reyna menampar Sara dengan kuat sampai Sara terjatuh ke lantai.


"Akh... Sakit... Apa yang kau lakukan? Beraninya kau menampar ku." kata Sara merasakan kesakitan di pipinya.


Sara ingin berdiri dan membalas Reyna tapi sayangnya Reyna duluan lebih cepat dari Sara dan menamparnya lagi.


PLAK


"Akh..." Sara kesakitan di ke dua pipinya karena tamparan Reyna.


"Kenapa? Bukankah kau tadi juga menampar Ray? Bagaimana rasanya jika orang lain menampar mu?" tanya Reyna berdiri di depan Sara.

__ADS_1


Setiap Sara ingin berdiri atau menampar Reyna, Reyna langsung menampar Sara dengan cepat. Sara sudah berkali kali kena tamparan dari Reyna membuat muka Sara hampir bengkak.


T.B.C


__ADS_2