Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 258 - KE RUMAH HANTU


__ADS_3

"Waw... Kak Reyna ayo kita naik sky swing itu.." Mira melihat Sky wings langsung antusias dan ingin cepat bermain.


"Pelan-pelan. Kita akan nak bersama." kata Reyna dengan senyum.


"Apa kalian ingin naik juga?" tanya Rayna ke Rachel dan Richie.


"Mau Mommy." kata Rachel dan Richie dengan serempak.


Rayna, Reyna, Mira, Rachel dan Richie pergi naik sky swing. Sedangkan Calvin dan yang lain sedang duduk sambil melihat Reyna bermain dengan senang.


"Mau sampai kapan kau seperti itu, Ren?" tanya Hana melihat Ren cemberut.


"Ma, apa mama tidak bisa bawa Mira bermain ke tempat lain?" tanya Ren bukannya menjawab.


"Memangnya kenapa?" tanya Hana.


"Kenapa kau tidak usaha saja sendiri. Kau pergi bawa Mira ke tempat lain." kata Calvin dengan senyum.


"Jika aku melakukan itu yang ada aku tidak bisa bersama Rey." kata Ren dengan cepat.


"Dan lagi kenapa dia datang ke luar negeri? Coba kalau dia bukan saudara sepupu aku, jika bukan aku sudah memukulnya." kata Ren dengan stress melihat Mira hanya ingin bersama Reyna.


"Walaupun dia adalah anak kecil?" tanya Calvin.


"Tentu saja."


Ren melihat Reyna dan yang lain sudah selesai main. mata Ren fokus pada tangan Mira yang di pengang oleh Reyna. Ren melihat itu langsung cemburu dan memanas.


Ren yang sudah tidak tahan lagi langsung pergi dan melepaskan tangan Mira dari Reyna.


"Apa yang Ren-nii lakukan?" tanya Mira melihat Ren melepaskan tangannya dari Reyna.


"Kau sudah cukup bermain kan, jadi kau pergi main sama mereka. Aku mau pergi dengan Rey dulu." kata Ren dan memegang tangan Reyna.


"Tidak! Mira mau sama kak Reyna." Mira dengan cepat memeluk tangan Reyna dengan erat.

__ADS_1


"Kenapa kau malah memeggang tangannya lagi, Mira? Jangan coba pegang tangannya." Ren dengan cepat melepaskan tangan Mira, tapi sayangnya Mira memegang tangan Reyna lagi.


"Kak Reyna, lihat Ren-nii marah pada Mira. Masa hanya karena Mira ingin bersama kak Reyna saja, Ren-nii langsung marah." kata Mira.


Reyna hanya diam melihat interaksi Mira dan Ren. Mereka seperti beradu mulut untuk mendapatkannya. Seperti berkelahi untuk sang pacar.


"Kita pergi bermain di sana mau nggak?" tanya Reyna menunjuk ke arah rumah hantu.


Rayna terkejut mendengar Reyna ingin masuk ke rumah hantu, begitupun dengan Rachel.


"Aunty, mau ke rumah hantu?" tanya Rachel dengan terkejut.


"Ya. Kenapa? Apa Rachel tidak mau ikut?" tanya Reyna melihat Rachel seperti terkejut.


"Ti-tidak Aunty.. Rachel tidak mau ikut." kata Rachel dengan ketakutan dan menggeleng kepalanya dengan cepat.


Ren melihat Mira seperti terkejut langsung tersenyum mengejek.


"Apa Mira juga ingin ikut?" tanya Ren dengan senyum.


"Kak Reyna kenapa mau ke rumah hantu? Bagaimana kalau kita pergi ke Rumah cosplay." kata Mira membujuk Reyna supaya tidak ke rumah hantu.


"Kenapa? Apa kau tidak mau ke rumah hantu?" Ren yang bertanya pada Mira seperti ketakutan.


"Ti-tidak! Siapa yang takut?" tanya Mira dengan gugup.


"Benarkah? Kalau begitu sekarang kita pergi kerumah hantu." kata Ren dengan senyum.


Mira membulatkan kedua matanya mendengar Ren kalau sekarang ke rumah hantu membuat Mira semakin gugup.


"Let's Go!" Ren dengan senang hati memegang tangan Mira supaya Mira tidak kabur.


"Apa kalian tidak ingin ikut?" tanya Ren ke Calvin.


"Hm... Apa kalian ingin ikut?" tanya Calvin.

__ADS_1


Rayna hanya menggelengkan kepalanya dengan cepat begitupun juga Rachel.


"Aku ingin masuk Daddy." kata Richie.


"Kalau begitu Rayna dan Rachel bersama Mama saja. Kalian pergi lah ke rumah hantu." kata Siska.


"Baiklah, Ma." Calvin mendengar Siska bersama Rayna maka dia akan lega.


"Mira beneran ingin masuk ke rumah hantu? Kenapa kakak melihat kau sangat gugup." kata Reyna melihat Mira sangat gugup.


"Tidak apa, kak. Aku baik-baik saja." kata Mira dengan pasti.


"Benarkah? Kenapa kakak melihat mu seperti sangat gugup dan ketakutan?" tanya Reyna.


"Mira bilang tidak takut, Rey. Pasti dia akan baik-baik saja." kata Ren dengan senyum.


Mira tidak ingin mengatakan yang sejujurnya karena melihat Ren seperti mengejek dirinya kareena takut.


"Jika memang takut kita tidak usah pergi. Apa Mira ingin ketempat lain saja?" tanya Reyna dengan lembut.


"Tidak kak. Aku ingin masuk ke rumah hantu itu. Rumah hantu itu pasti tidak seram dan pasti mereka semua tidak asli. Kenapa Mira harus takut." kata Mira dengan berani walaupun hatinya sangat gugup.


"Baiklah. Jika nanti takut, Mira pegang tangan kakak supaya tidak takut ya." kata Reyna.


Mira dengan senyum memegang tangan Reyna dengan kuat. Reyna tahu Mira seperti sangat ketakutan dan gugup karena Reyna merasakannya dari tangan Mira yang sudah agak gemetar dan basah.


"Let's Go! Kita lihat seberapa menyeramkan rumah hantu itu. Aku penasaran apa di sana ada hantu kepala butung." kata Ren dengan senyum supaya membuat Mira semakin ketakutan.


Dan ternyata benar Mira mendnegar hantu kepala butung berarti hantu kepalanya di pegang oleh hantu itu sendiri.


"Tidak apa. Mereka tidak akan menyentuh Mira. Kakak akan melindungi mu." kata Reyna dengan pasti.


Mira mendengar itu langsung lega tapi sayangnya hatinya sangat takut bertemu dengan hantu tanpa kepala walaupun Mira tahu kalau itu tidak asli.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2