
“Kenapa kau diam?” tanya Reyna menatap tajam Rui.
“Nona sebenarnya siapa? Apa buktinya kalau nona adalah nona Reyna Richelle?” tanya Rui dengan pelan.
“Bukti apa yang kau inginkan Rui? Bukankah aku sudah ada didepan matamu?” tanya Reyna dengan kesla dengan Rui karena hanya tidak mengenal nonanya sendiri padahal ada didepan matanya.
“Apakah nona yakin kalau nona adalah nona Reyna Richelle? Kenapa saya baru tau kalau nona Reyna Richelle itu gadis culun dan berpakaian kampungan? Kenapa nona coba melihat dulu dicermin muka nona?” tanya Rui dengan pelan takut salah orang.
Reyna langsung bingung dengan Rui kenapa harus melihat mukanya di cermin. Reyna langsung mengambil HP-nya dan membuka kamera dan melihat mukanya. Setelah melihat mukanya dicermin Reyna langsung terdiam dan melihat ke Rui lagi yang diam ditempat.
“Apa kau tidak mengenal aku karena muka dan penampilan aku Rui?” tanya Reyna
“Benar nona.” jawab Rui.
“Kenapa tidak kau bilang dari tadi?” tanya Reyna
“Bukankah sudah saya tanya? Bahkan saya sudah bertanya berkali-kali tidak mengenal anda dan mengatakan nona untuk melihat ke cermin.” kata Rui.
“……..” Reyna terdiam dan mendengar perkataan rui ternyata ada benarnya juga.
“Baiklah ini salah aku.” kata Reyna dengan rasa bersalah.
“Jadi anda benar nona Reyna kan?” tanya Rui seperti ragu.
“Apa kau meragukan aku Rui? Apa kau tidak mengenal suara aku?” tanya Reyna yang melihat keraguan Rui.
Rui hanya menggelengkan kepalanya. Akhirnya Reyna telpon Rui dengan HP ditangannya dan langsung tersambung ke HP Rui, Reyna langsung memperlihatkan ke Rui langsung melihat Hp-nya berbunyi ternyata nama Reyna di tertara di HPnya, akhirnya membuat Rui percaya.
“Kenapa Nona menghubungi saya untuk datang ke sini? Apa ada masalah nona?” tanya Rui dengan menghela nafasnya karena Reyna ternyata baik-baik saja.
“Apa kau tidak membaca pesan aku?” tanya Reyna.
“Bukankah nona WhatApp untuk membawa mobil kesini untuk menjemput sesuatu?” tanya Rui.
“Ya, aku memang menyuruh mu untuk menjemput sesuatu. Kau melihat mereka berdua.” tanya Reyna sambil menunjukkan Max dan Trevor.
“Ya, saya melihat mereka. Mereka siapa nona?” tanya Rui menatap datar ke Max dan Trevor.
“Aku mau kau bawa mereka denganmu.” jawab Reyna dengan datar membuat Rui, Max dan Trevor terkejut.
“WHAT!!” teriak Rui, Max dan Trevor bersamaan
“Mereka siapa nona? Kenapa harus membawa mereka bersama saya?” tanya Rui sambil menatap teliti Max dan Trevor.
__ADS_1
“Kak, apa kakak ingin kami ikut dengan orang asing ini. Aku tidak mau!” teriak Trevor tidak percaya membuat Rui menatap tajam Trevor.
“Jaga ucapan anda! Jangan beraninya anda menentang nona kami.” kata Rui dengan menatap tajam Trevor membuat Trevor ketakutan.
“Mereka siapa nona? Kenapa saya harus membawa mereka?” tanya Rui sambil menatap tajam ke Trevor karena tidak bicara sopan dengan Reyna.
“Aku menolong mereka karena mereka tidak punya tempat tinggal, jadi aku ingin kau bawa mereka dan berikan mereka tempat tinggal dan makanan sehari-hari mereka.” jawab Reyna.
“Dimana nona menemukan mereka?” tanya Rui.
Akhirnya Reyna memberitahukan semuanya kejadian dimana Reyna diikuti oleh teman Max sampai ingin menghajar dan ingin menculik Reyna membuat Rui menatap tajam kearah Max dan Trevor dan membuat mereka ketakutan.
“Apa benar yang dikatakan oleh nona kalau kalian ingin menculik nona?” tanya Rui menatap tajam kearah Max dan Trevor.
“Ma-maaf kak, kita melakukannya karena terpaksa.” kata Max dengan terbata-bata.
“Terpaksa? Nona bisa jadi dalam bahaya atau terluka karena kalian!” teriak Rui membuat Max dan Trevor ketakutan.
“Sudah tidak apa Rui, aku baik-baik saja dan tidak terluka.” kata Reyna untuk menenangkan Rui.
“Tapi nona…” kata Rui langsung dipotong oleh Reyna.
“Sudah, aku tidak apa. Lihat, kau membuat mereka ketakutan.” kata Reyna melihat Max dan Trevor gemetar ketakutan karena Rui marah pada mereka.
Max dan Trevor ketakutan mendengar kalau Rui akan mematahkan kaki mereka jika Reyna tidak membela mereka.
“Cukup Rui! Kau membuat mereka takut!” teriak Reyna langsung memukul kepala Rui dengan kuat.
“Maaf nona.” kata Rui.
“Sekarang aku ingin kau bawa mereka sekarang juga, karena disini tidak ada tempat tinggal untuk mereka.” kata Reyna.
“Bukankah disini ada 3 kamar nona? Kenapa mereka tidak bisa tidur disini?” kata Rui melihat Apartemen Reyna ada 3 kamar.
“Bagaimana aku bisa memberikan mereka semua tempat tinggal sedangkan disini hanya 3 kamar?” kata Reyna.
“Mereka semua? Apa maksud nona? Yang nona tolong hanya 2 orang ini saja kan?” tanya Rui dengan heran.
“Bukan 2 orang.”
“Kalau bukan 2 orang? Jadi berapa nona? Apakah masih ada orang lain?”
“Bukan 2 orang, tapi 20 orang.”
__ADS_1
“What!! 20 orang???” teriak Rui dengan tidak percaya
“Kenapa kau begitu terkejut? Bukankah aku sudah pesan padamu untuk membawa truk kesini?” kata Reyna
“Tapi saya tidak membawa truk nona.”
“Kenapa kau tidak bawa truk? Jadi kau bawa apa kalau bukan truk? Helikopter?”
“Bukan Helikopter, tapi mobil sedan.”
“Apa kau tidak membaca WhatsApp aku?”
“Bukankah nona mengatakan untuk membawa mobil kesini, maka dari itu saya membawa mobil sedan saja nona.”
“Apa kau tidak membaca P.S aku?”
“P.S?” kata Rui dengan bingung dan membuka HP-nya dan membuka WhatsAppnya dan membaca WA Reyna dan ternyata memang ada P.S yang terkirim.
Isi Pesan :
Rui, aku ingin kau ke apartemen aku sekarang juga sendirian. Jangan kasih tau siapa pun.
P.S : Pastikan kau kesini bawa Truk. It’s not kidding!
“Apa ada kata P.S disana?” tanya Reyna.
“Ada nona.” jawab Rui.
“Kenapa tidak kau bawa Truk kesini?” tanya Reyna
“Saya berpikir anda bercanda nona.” jawab Rui.
“Apa aku ada pesan tidak bercanda disana?” tanya Reyna sambil mengsilang tangannya.
“Maaf nona saya tidak baca dengan teliti.” kata Rui langsung menundukkan setengah badannya.
“Sekarang dalam 10 menit kau pesan truk sekarang juga. Jika telat, kau akan tau akibatnya Rui.” kata Reyna dengan nada mengancam.
“Ba-baik nona akan saya lakukan sekarang.” jawab Rui langsung menelpon seseorang untuk bawa truk ke sini sekarang juga.
“Bagaimana kau bisa salah Rui? Orang yang selalu teliti kenapa bisa ada kesalahan sekecil ini?” tanya Reyna.
“Maaf nona saya tidak teliti. Bos dalam beberapa hari ini tidak fokus kerja dan semua pekerjaannya saya lakukan sendiri.” kata Rui dengan pelan.
__ADS_1
“Kenapa bos kau? Tumben tidak fokus kerja?” tanya Reyna.