Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 186 - MEMBUKA LOWONGAN


__ADS_3

Semenjak hari dimana Rayna di culik, Reyna menyuruh Rayna untuk berhati-hati lagi. Reyna juga mengajarkan cara bela dirinya pada Rayna. Tentu saja Reyna agak memaksa Rayna untuk belajar bela diri, karena Rayna tidak begitu suka dengan bela diri. Reyna mengajar dasar-dasar bela diri pada Rayna.


Tentu saja Reyna tidak mau memaksa mengajar Rayna belajar bela diri. Tapi, karena kejadian Rayna di culik, Reyna ingin Rayna bisa menjaga dirinya sendiri kalau Reyna dan yang lain tidak bersamanya.


Reyna juga meminta Ren untuk membelikan jam tangan yang bisa melacak keberadaannya langsung, yang waktu Reyna telah di culik dan bisa memberikan lokasi pada Ren.


Tentu saja Ren setuju, karena jika terjadi sesuatu pada Rayna, maka kita bisa langsung tau di mana Rayna berada. Ren juga mengasih satu pada Rachel dan Richie.  Juga jam tangan itu bisa memberikan pesan dan voice message. Jam tangan khusus ini Ren yang rancang sendiri. Tentu saja Reyna tidak tahu soal ini karena Ren tidak memberitahu Reyna.


Beberapa hari kemudian.


Rayna melakukan kesehariannya seperti biasa. Membuat makanan untuk keluarganya, pergi mengantar dan menjemput Rachel dan Richie di preschool.


Rayna juga memasak untuk pesanan di perusahaan Heaven, semenjak hari pertama Rayna menjual masakannya ke Heaven Corporation, banyak yang mau pesan makanan Rayna. Jadi Rayna harus bangun lebih pagi dari biasanya, karena takut tidak akan sempat selesai karena masaknya sangat banyak.


"Ray, hari ini menunya apa?" tanya Reyna.


"Menu hari ini, telur dadar, Ikan saus, sayur kangkung, ayam goreng." kata Rayna.


"Apa kau tidak lelah? Bukankah setiap hari banyak yang pesan makanan?" tanya Reyna.


Reyna seingat dia semalam ada yang pesan sampai 40 rantang. Karena banyak yang suka dengan masakan Rayna, akhirnya Reyna juga ikut membantu Rayna memasak karena sangat banyak pasti tidak akan sempat jika Rayna yang membuatnya sendirian.


"Tidak kok Rey, Malah aku semakin senang banyak yang pesan makanan aku." kata Rayna dengan senyum.


"Apa aku cari orang untuk membantu mu disini? Jika setiap hari yang pesan lebih 20 rantang pasti kau bisa lelah dan sakit Ray. Belum lagi kau selesai masak, pergi mengantar dan menjemput Rachel dan Richie." kata Reyna.

__ADS_1


Reyna selama beberapa hari ini juga berpikir kalau mencari orang untuk membantu Rayna memasak. Karena jika seperti ini setiap hari, pasti Rayna akan kelelahan dan bisa sakit.


"Tapi, bukankah mencari orang pasti mahal kan. Belum lagi biaya makan untuknya." kata Rayna.


"Kita buka lowongan untuk membantu mu sehari paling 20.000 per hari untuk membantumu memasak. Jika ada yang pesan lebih banyak tinggal di tambah saja biayanya jadi 50.000 per hari." kata Reyna


"Kita lihat berapa pesanan yang akan di terima Ray. Jika sehari ada pesan sekitar 10 sampai 20 rantang. Kita kasih 20.000 per hari. Jika lebih dari 50 pesanan kita kasih 40.000 per hari. Kita kasih jatahnya sesuai pesanan yang di terima Ray, bukan 50.000 per hari seperti kasih gaji tetap. " kata Reyna.


"Hm..." Rayna berpikir kalau ada yang membantu memasak, dia juga tidak akan lelah, apa lagi Rayna juga harus menjaga anak-anak.


"Apa hanya membantu aku memasak saja?" tanya Rayna. Rayna tidak ingin orang lain membantu melakukan pekerjaan rumahnya juga.


"Tentu saja, Ray. Paling dari jam 6 pagi sampai jam 10 pagi. Hanya membantu kau memasak saja, tidak membantu membersihkan rumah. Apa kau ingin mencari orang lain membantu membersihkan rumah juga?" tanya Reyna.


"Kalau begitu Deal ya. Cari orang yang membantu memasak saja. Aku akan pergi cari orangnya, jika kau sudah Deal." kata Reyna.


"Ya Rey, Aku juga merasa beberapa hari ini ingin mencari orang untuk membantu aku memasak. Tapi aku tidak mempunyai keberanian bicara denganmu. Karena aku takut kau tidak mau menuruti permintaanku." kata Rayna.


"Kenapa tidak? Aku saudara mu Ray. Tentu saja aku akan menerima permintaanmu. Jika kau sakit, nanti anak-anak akan sedih bukan?" tanya Reyna dengan senyum lembut.


"Aku senang punya saudara yang perhatian seperti mu Rey." kata Rayna dengan senyum dan memeluk Reyna.


"Sebagai saudara pasti sudah saling menolong." kata Reyna dengan lembut.


***

__ADS_1


"Pak Satya." Reyna masuk ke ruangan pak Satya.


"Ada apa Nona? Apa nona perlu sesuatu dengan saya?" tanya pak Satya.


"Aku ingin pak Satya membuka lowongan orang untuk membantu memasak. Bisa di bilang cari kerja sampingan." kata Reyna ke inti.


"Apakah untuk membantu orang yang membuat makanan untuk karyawan, nona?" tanya pak Satya sudah menebaknya.


"Ya. Akhir-akhir ini pesanan sangat banyak, jadi pasti dia bisa kelelahan sendirian. Jadi aku ingin mencari orang khusus untuk membantunya memasak saja, palingan 3-4 jam sudah selesai. Aku tidak ingin ada yang membantu membersihkan rumah. Dia menolak keras jika ada yang membantunya membersihkan rumah." kata Reyna.


"Baik Nona. Akan saya cari orangnya. Paling cepat besok dan paling lama sekitar 3 hari." kata pak Satya.


"Ok. Pastikan cari orang yang beneran bekerja dan jangan ada yang membuat masalah. Karena aku tidak ingin ada yang masalah di apartemen aku." kata Reyna.


"Apa orang yang memasak untuk karyawan ini, masaknya di apartemen Nona Reyna?" tanya pak Satya dengan terkejut. Pak Satya berpikir, kalau orang yang memasak untuk karyawan ini di rumahnya sendiri.


"Ya. Dia adalah saudaraku. Dia tinggal bersama aku. Oh ya, kalau bisa cari yang suka dengan anak kecil ya. Karena di apartemen ada 2 anak kecil, jika ketemu orang yang tidak suka anak kecil, nanti takutnya mereka ketakutan." kata Reyna.


"Baik nona." kata pak Satya patuh.


"Kalau begitu, jika sudah dapat orangnya. Kasih tau padaku dulu sebelum di terima. Aku ingin melihat dulu orang yang akan bekerja denganku." kata Reyna.


"Baik nona." kata pak Satya dengan patuh.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2