Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 70 - MENGGANTIKAN


__ADS_3

4 Bulan kemudian.


“Reyna…” teriak Yuna melihat Reyna di gerbang kampus.


“Hai, Yuna..” kata Reyna dengan senyum melihat Yuna.


“Tidak terasa waktunya sudah tiba ya. Ini membuat aku gugup.” kata Yuna.


“Santai saja. Kenapa harus sampai gugup? Waktunya masih ada 3 hari lagi.” tanya Reyna.


“Tentu saja aku gugup. Drama kita akan dilihat banyak orang. Apa kau tidak gugup?” tanya Yuna.


“Tidak. Karena aku pernah melakukan drama pas SD.” jawab Reyna menggelengkan kepalanya.


“Benarkah? Drama apa?” tanya Yuna.


“Cinderella.” jawab Reyna.


“Wah… peran menjadi putri. SD jadi Cinderella, kuliah jadi Putri tidur. Kau benar-benar beruntung dapat peran jadi putri.” kata Yuna.


“Ayo kita masuk. Kita harus siap-siap dengan persiapan drama kita.” kata Reyna.


Reyna dan Yuna langsung masuk ke kelas.


“Kalian dari mana saja? Kita sudah mau siap. Apa kalian sengaja telat supaya kita membawa semua persiapannya?” kata Cecilia menatap sinis Reyna dan Yuna.


“Maaf, aku baru dari toko ambil baju.” kata Reyna.


“Alasan. Cepat bantu sebentar lagi kita akan latihan lagi.” kata Serena  mengasih beberapa barang ke Reyna dan Yuna.


“Mana bisa kita bawa semua barang ini?” kata Yuna melihat Cecilia mengasih banyak barang yang akan di bawa ke panggung.


“Itu hukuman kalian karena telat datang. Tugas ini sangat bagus untuk orang kampungan seperti kalian berdua.” kata Cecilia dengan senyum sinis langusng pergi meninggalkan Reyna dan Yuna.


“Apa dia tidak ada hati nurani sedikit? Menyuruh kita membawa semua barang berat ke panggung. Panggung kita kan digedung sebelah gimana cara kita mambawa semua ini?” tanya Yuna meliaht barang yang sangat banyak.


“Kita bawa saja Yuna. Nanti semuanya menunggu kita.” kata Reyna menggambil beberapa barang yang bisa dibawanya.


“Apa aku perlu meminta orang bantu kita Reyna? Kita tidak mungkin bisa membawa semua ini. Ini akan memakan waktu yang lama.” kata Yuna.


“Apa yang kalian lakukan?” tanya Ren di depan pintu kelas.


“Ren…” gumam Reyna melihat Ren masuk kelas.


“Kenapa kau disini? Bukankah kau harusnya ke panggung?” tanya Reyna.

__ADS_1


“Ada yang ketinggalan di kelas. Kalian ngapain disini? Bukankah kalian akan latihan lagi?” tanya Ren.


“Apa yang kalian bawa? Bukankah semuanya sudah dibawa ke panggung?” tanya Ren melihat Reyna dan Yuna membawa beberapa kantong yang besar.


“Masih ada beberapa yang ketinggalan disini.” jawab Yuna.


“Yang lain kemana? Kenapa mereka tidak membawanya?” tanya Ren.


“Tadi Cecilia ada disini. Cecilia menyuruh kita membawa semua barang ini ke panggung karena telat datang. Kita telat datang karena Reyna menjemput baju untuk drama.” jawab Yuna.


Mendengar penjelasan Yuna, Ren langsung mengepalkan kedua tangannya dan marah pada Cecilia karena ingin menyuruh Reyna dan Yuna membawa barang ke panggung.


“Biar aku bantu kalian. Aku ambil barang aku dulu.” kata Ren langsung mengambil barang di laci mejanya.


Reyna dan Yuna langsung ke panggung membawa barang untuk drama dibantu oleh Ren. Sampai di panggung  Reyna menaruh barangnya di ruangan yang sudah disiapkan.


“Kenapa kalian lama sekali?” kata Cecilia dengan dingin melihat Reyna dan Yuna baru datang.


“Kau menyuruh kita membawa banyak barang dari kelas ke gedung ini bukannya makan banyak waktu?” kata Reyna dengan santai.


“Itu salah kalian sendiri karena telat datang.” jawab Cecilia dengan dingin.


“Bukankah aku sudah mengatakan kalau aku telat karena pergi mengambil baju drama kita.” kata Reyna.


“Itu kan karena kau sendiri lama ambilnya. Kenapa tidak lebih cepat ambil bajunya?” kata Cecilia menatap sinis Reyna.


“Paling itu cuma hanya alasan kalian saja kan. Mendingan kalian kerjakan sisanya.” kata Cecilia dengan dingin.


“Jika kita yang melakukannya. Apa yang kau kerjakan?” tanya Reyna.


“Aku kerja apa terserah aku dong. Kenapa kalian malah mengatur aku?” kata Cecilia dengan dingin.


“Kau suka mengatur orang, tapi kau tidak membantu?” tanya Reyna melihat Cecilia duduk di kursi sambil memainkan Hp nya.


“Memangnya kenapa? Aku kan sudah mengerjakan tugas aku. Tentu saja aku santai dong.” jawab Cecilia dengan santai.


“Bukan kah disini masih banyak yang perlu bantuan? Kenapa kau tidak membantu saja?” tanya Reyna memperlihatkan banyak barang yang dibawanya.


“Itu tugas kalian. Tugas aku sudah selesai.” kata Cecilia.


“Memang tugas kau apa? Kenapa kau bisa duduk dengan santai?” tanya Reyna.


“Aku sudah membagikan brosur drama kita pada yang kelas lain.” jawab Cecilia.


“Benarkah? Kenapa aku masih melihat banyak bosur di meja?” tanya Reyna melihat banyak brosur di meja.

__ADS_1


“Aku sudah banyak mengasih brosur ke kelas lain. Sisanya mereka yang urus.” kata Cecilia.


“Apa yang kalian lakukan?”


Suara dingin yang familiar dari pintu membuat Cecilia terkejut dan langsung berdiri dan melihat ke depan pintu.


Ren dari tadi sudah ada didepan pintu dan mendengar semua percakapan Reyna dan Cecilia.


“Re-Ren…” kata Cecilia dengan terkejut.


“Kenapa melihat aku seperti takut begitu?” tanya Ren dengan dingin masuk ke dalam dan menaruh barang yang dibawanya ke meja.


“Ke-kenapa kau ada disini Ren?” tanya Cecilia dengan gugup.


‘Sejak kapan Ren berada di depan pintu? Apa dia mendengar semuanya?’ batin Cecilia dengan gugup.


“Apa aku tidak boleh ke sini?” tanya Ren.


“Ti-tidak Ren. Maksud aku bukan begitu.” kata Cecilia.


“Apa yang kau lakukan disini? Apa kau sudah menyelesaikan tugasmu?” tanya Ren dengan dingin.


“A-aku hanya bilang sama mereka berdua lambat membawa barang yang dibawa dikelas. Aku sudah menyuruh mereka untuk cepat bawa, tapi mereka sangat lama membawanya, padahal kita akan bersiap-siap untuk drama kita.” kata Cecilia menunjuk ke Reyna dan Yuna.


“Kalau kau tau mereka lambat bawa barangnya? Kenapa kau tidak membantu mereka? Apa segitunya kau ingin santai sambil main Hp mu?” tanya Ren dingin membuat Cecilia terkejut.


“I-itu karena aku menyebarkan brosur drama kita ke kelas lain. Aku datang ke sini dan istirahat sebentar karena ingin mengambil brosurnya lagi.” kata Cecilia.


“Benarkah?” tanya Ren.


“Iya.”


“Kalau kau lelah menyebarkan brosurnya. Biar mereka berdua yang menggantikan mu dan kau membantu menyusun barang ini semua.” kata Ren dengan dingin.


“Apa!” kata Cecilia dengan terkejut.


“Kenapa? Apa kau tidak ingin melakukannya?” tanya Ren.


“Barang ini sangat banyak Ren. Bagaimana aku bisa melakukannya sendiri?” kata Cecilia.


“Barang disini kan tidak begitu berat dan kau hanya membersihkannya saja dibandingkan menyebar brosur, kau harus jalan sekililing kampus supaya menyebarkan brosur drama kita setiap kelas. Bukankah kau sangat lelah berjalan?” kata Ren.


“Ta-tapi Ren..” kata Cecilia.


“Kalian berdua membagikan brosur kita ke kelas lain. Disini biar Cecilia yang urus.” kata Ren mengasih brosur ke Reyna dan Yuna dan tidak menggubris Cecilia.

__ADS_1


“Baiklah. Ayo yuna, kita pergi sekarang.” kata Reyna dengan senyum langsung pergi dengan


Yuna membagikan brosur drama. Sedangkan Ren langsung pergi dan meninggalkan Cecilia sendirian.


__ADS_2