
Reyna pergi ke restoran terdekat untuk Rayna makan malam. Sebenarnya Reyna bisa membeli makanan di jalanan tapi Reyna tidak mau karena ingin memberikan Rayna makan yang bergizi.
Setelah sampai di Restoran Reyna langsung memesan tempat. Rayna melihat Restoran yang mahal ingin menolak tapi Reyna tidak mau mendengar.
“Rey, apa tidak mahal makan di sini?” tanya Rayna karena tahu pasti restoran ini mahal.
“Tidak apa. Aku tahu kau pasti menolak tapi aku tidak ingin kau tidak makan bergizi.” kata Reyna dengan santai.
“Tapi…”
“Tidak ada penolakan.” kata Reyna dengan tegas.
Rayna mau tidak mau menerimanya. Miyuki hanya diam saja dan tidak mau ikut campur. Setelah Reyna pesan makanan dan minuman langsung memberikan minum untuk Rayna.
“Minumlah. Tenangkan dirimu dulu.” kata Reyna mengasih air hangat ke Rayna.
“Hum..” Rayna menerimanya dan meminumnya.
“Kenapa minum seperti itu?” tanya Miyuki melihat Rayna minum tidak membuka maskernya.
“Lepaskan masker mu, Ray. Kau tidak bisa minum seperti itu.” kata Reyna.
Rayna melihat ke Miyuki sebentar langsung pandang ke Reyna. Reyna yang tahu maksud Rayna langsung mengatakan tidak apa.
“Tidak apa. Dia teman dekatku, jadi tidak akan melakukan apapun padamu.” kata Reyna.
Rayna yang mendengar kata Reyna langsung melepaskan maskernya dengan pelan. Miyuki melihat Rayna membuka maskernya langsung terkejut melihat muka Rayna.
Miyuki melihat ke Reyna dan melihat ke Rayna berkali-kali kalau dia tidak sedang berhanusilasi.
“Ka-kalian….” Miyuki terkejut melihat ada 2 Reyna. Miyuki ingin berteriak tapi di potong Reyna dengan cepat.
“Jangan berteriak. Kau akan membuatnya ketakutan. Biar aku perkenalkan padamu. Dia Rayna, saudara kembarku.” kata Reyna.
“Apa??!! Sejak kapan kau punya saudara kembar?” tanya Miyuki dengan terkejut.
“Bukankah aku sudah bilang jangan berteriak?” kata Reyna melihat ke Miyuki yang langsung menutup mulutnya dengan jedua tangannya.
“Beberapa bulan lalu aku juga baru tahu kalau punya saudara kembar. Sepertinya terjadi kejadian membuat kita terpisah dan aku tidak tahu apa masalahnya. Aku bertemu dengannya beberapa bulan lalu, awalnya aku juga terkejut ada orang yang mirip denganku.” jelas Reyna dengan singkat.
“Aku tidak menyangka ada kisah seperti ini di dunia nyata. Saudara yang tidak pernah ketemu dan tidak pernah tahu seumur hidup malah bertemu dengan keadaan yang tidak terduga.” kata Miyuki dengan senyum.
“Ya, kau benar. Dunia beneran sempit dan tidak tahu apa yang akan terjadi malah mendapatkan sesuatu yang tidak terduga.” kata Reyna dengan senyum.
__ADS_1
Miyuki hanya mengangguk dan tersenyum. Miyuki juga berbincang pada Rayna dengan santai dan pelan supaya Rayna tidak takut padanya. Para Wanita berbincang Panjang sampai makanan mereka di sajikan.
***
Sedangkan Ren dan yang lain di mobil.
“Hm? Ren kenapa jalannya berbeda arah?” tanya Kai melihat jalan yang berarah terbalik ke apartemen.
“Hah? Bukankah kita akan ke apartemen kalian?” tanya Carlos dengan terkejut.
“Ini jalan berlawanan ke apartemen kita. Ren, apa kau sedang amnesia sampai tidak tahu jalan pulang?” tanya Kai tanpa sadara membuat Ren kesal.
“Kalau kau masih bicara aku tinggalkan kau di jalan sendirian.” ancam Ren dengan tajam.
Kai yang sedang di ancam Ren menjadi ketakutan dan hanya diam saja. Andrew hanya diam saja karena Kai beneran bodoh dan tidak tahu bagaimana bicara dengan Ren.
“Kita mau kemana Ren?” tanya Andrew.
Ren tidak menjawab atau pun bicara. Ren melihat di depan yang sudah sampai tujuannya langsung masuk mobil ke tujuannya.
“Ini dimana? Ngapain kita ke sini?” tanya Aderald.
“Bukankah kita pergi ke apartemenmu? Kenapa kita kesini?” tanya Erald.
“Ren… Tunggu….” teriak Kai dan yang lain.
“Apa kita makan di sini? Apa kau ingin mengtraktir kita?” tanya Kai.
“Siapa yang bilang traktir kalian? Sejak kapan aku bilang akan pulang? Kalian sendiri yang ingin mengikutiku kan.” kata Ren dengan datar.
Semuanya terdiam mendengar kata Ren. Mereka memang awalnya ingin mengikuti Ren tapi sayangnya mereka tidak menanyakan dari awal dan berpikir kalau Ren akan pulang.
Ren masuk ke dalam dengan santai. Ren tidak memperdulikan teman-temannya hanya diam saja. Ren langsung masuk ke dalam dan masuk ke dalam salah satu ruangan tanpa ketok pintu membuat semua orang terkejut.
“Rey…..”
Reyna, Rayna dan Miyuki terkejut mendengar pintu tiba-tiba di buka dengan keras.
“Reyy….. Kau jahat meninggalkan aku sendirian.” kata Ren dengan manja langsung memeluk Reyna dengan cepat.
“Siapa kau Hah???!! Beraninya kau memeluk sahabatku!!!” Miyuki terkejut dan marah tiba-tiba Ren datang dan memeluk Reyna.
Ren tidak memeperdulikan Miyuki dan mleihat ke Reyna dengan senyum lembut. Ren langsung mengangkat Reyna dan duduk di pangkuannya. Ren melihat ke Reyna dan mencium pipi Reyna dengan lembut.
__ADS_1
Miyuki terbelalak melihat apa yang di lakukan Ren pada Reyna. Miyuki tanpa sadar memecahkan gelas di tangannya membuat Rayna terkejut.
“Ngapain kau disini? Dan bagaimana kau tahu aku ada disini?” tanya Reyna.
“Tentu saja menemuimu. Kenapa kau begitu jahat meninggalkan aku sendirian disana.” kata Ren dengan senyum lembut.
“Bukankah kau sudah ada tunanganmu yang cantik dan menawan di sana? Kenapa harus menemuiku?” tanya Reyna.
“Tunanganku hanya kau! Dan kau hanya satu di dunia yang akan menjadi Istriku sampai akhir hayatku.” kata Ren dengan tegas.
Ren langsung saja mencium Reyna tapi sayangnya Reyna dengan cepat mengunci mulut Ren dengan tangannya.
“Berhenti! Jangan beraninya kau melakukan itu di sini.” kata Reyna dengan tajam.
“Memangnya kenapa? Apa kau malu?” tanya Ren dengan senyum.
“Turunkan aku.”
“Tidak! Aku tidak mau melepaskanmu!” kata Ren dengan tegas dan mengeratkan pelukannya.
Reyna menghela nafasnya dengan pelan melihat kelakukan Ren seperti anak kecil. Reyna melihat Miyuki seperti menahan kemarahannya.
“Turunkan aku. Apa kau ingin di pukul sama dia?” tanya Reyna menunjuk ke Miyuki.
Ren melihat ke Miyuki yang sudah menahan amarahnya hanya berwajah datar saja. Ren sekilas melihat ke Miyuki langsung menatap Reyna lagi. Ren seperti tidak perduli dengan Miyuki yang mau marah padanya karena memeluk Reyna.
“Memangnya kenapa? Apa yang bisa di lakukannya padaku? Akukan tidak melakukan apapun padamu?” tanya Ren dengan santai.
“Tidak melakukan apapun kau bilang?!! Kau melakukan pelecehan seksual sama temanku, Hah?!!” teriak Miyuki yang sudah mau mencapai batasnya.
“Memangnya kenapa dengannya? Terserah aku mau melakukan apapun padanya karena jiwa dan tubuhnya memang milikku seorang.” kata Ren sampai membuat Reyna menjadi malu dan berwajah tomat.
“Apa kau malu? Kau memang sangat imut dan mengemaskan jika seperti ini terus.” kata Ren dengan senyum menggoda Reyna.
BUK
“Hentikan! Turunkan aku sekarang!” teriak Reyna merasa sangat malu.
“Memangnya kenapa? Bukankah benar apa yang aku katakan? Terserah aku mau melakukan pelecehan seksual padamu karena kau itu pacarku.” kata Ren dengan tegas.
Miyuki terbelalak mendengar kata Ren. Miyuki merasa sedang bermimipi mendengar Ren adalah pacar sahabatnya.
T.B.C
__ADS_1