
Andrew dan Kai tersenyum melihat semua apa yang di lakukan Reyna pada Anna dan Sara. Aderald, Erald, Carlos menganga melihat Reyna melawan 6 pengawal Anna.
“Ren..”
“Apa?” tanya Ren dengan dingin.
“Apa kau tidak ikut mereka?” tanya Andrew.
“Ikut siapa? Kenapa aku harus ikut dia?” tanya Ren dengan dingin. Ren tidak tahu kalau Andrew membicarakan Reyna.
“Apa kau yakin?” tanya Andrew dengan senyum.
“Ren, apa kau tidak ikut Reyna pulang?” tanya Kai melihat Ren hanya diam menatap layer hpnya.
“Hah? Rey sudah pulang??” tanya Ren dengan terkejut.
“Bukankah kau sudah melihat Reyna melawan Anna dan Sara? Kenapa kau malah diam saja?” tanya Kai.
“Bilang dong dari tadi kalau Rey sudah pulang. Jika Rey sudah pulang untuk apa aku di sini lagi.” kata Ren dengan cepat memasukkan Hp-nya ke saku celananya.
“Kau mau kemana?” tanya Carlos melihat terburu-buru.
“Tentu saja pulang.”
“Apa?? Acara belum selesai Ren.” Carlos terkejut kalau Ren ingin pulang.
“Jika My sweety sudah pulang, tentu saja aku juga pulang. Kenapa aku di sini jika dia sudah pulang.” kata Ren dengan dingin. Ren langsung pergi pulang.
“Swetty? Siapa itu?” tanya Elard dengan bingung.
“Siapa lagi kalau bukan pacarnya.” jawab Andrew.
“Apa dia suka memanggil Reyna dengan sebutan Sweety?” tanya Aderald.
“Tidak. Ren suka mengubah panggilannya. Ren lebih sering memanggilnya dengan Namanya.” jawab Andrew.
“Ren..”
Anna melihat Ren langsung saja mendekati Ren dan sengaja manja dengan Ren. Ren yang awalnya ingin pergi menyusul Reyna langsung terhenti melihat Anna memegang tangannya dengan mesra.
“Berhenti memengangku!!” teriak Ren langsung menghempas Anna sampai terjatuh.
__ADS_1
“Ren… Kau kenapa?” tanya Anna dengan sedih.
“Ren, apa kau tahu kalau Wanita tadi melawanku. Aku ingin kau membalasnya untukku.” kata Anna dengan manja.
Anna berpikir kalau Ren akan membalas dendamnya pada Reyna. Tapi sayangnya Ren malah menajdi tambah marah pada Anna.
“Kenapa aku harus membalas dendammu? Bukankah itu karena ulah kau sendiri?” tanya Ren dengan dingin dan tajam.
“Aku kasih tahu sama kau jangan pernah menemuiku lagi jika kau tidak ingin aku buat bangkrut.” ancam Ren dengan itimidasi dan membunuh.
Anna terkejut melihat Ren tiba-tiba marah padanya. Anna berpikir kalau dia membuat Ren marah. Sara juga terkejut melihat Ren marah pada Anna padahal Anna tidak hal yang membuatnya marah.
“Kau kenapa Ren?” tanya Anna yang sudah menangis.
“Cih! Gara-gara kau aku jadi membuang waktuku disini. Aku beneran tidak usah datang ke sini.” kata Ren langsung pergi meninggalkan Anna yang menangis.
Andrew dan yang lain melihat Ren sudah pergi meninggalkan Acara langsung menyusul Ren.
Ren ke mobilnya dan membuka bagasi mobilnya. Ren langsung membuka bajunya dan mengganti baju yang ada di dalam plastic.
Andrew dan yang lain terkejut melihat Ren membuka jas dan bajunya di luar.
“Ren, apa yang kau lakukan?” tanya Andrew dengan terkejut.
“Nih, bajunya untukmu.” kata Ren.
“Hah? Apa kau memberikan baju ini padaku Ren?” tanya Aderald dengan terkejut.
“Ya, Terserah kau mau kau jual, pakai ataupun kau buang itu terserah padamu.” kata Ren dengan dingin.
“Waw… Thanks Ren” Aderald senang dapat baju Ren.
Aderald tahu kalau baju Ren sudah pasti mahal apa lagi 1 set jkas dan baju. Walaupun tidak ada celana tapi Aderald sudah senang.
“Kenapa kau kasih sama dia. Kenapa kau tidak kasih saja padaku saja?” tanya Kai protes Ren memberikan bajunya pada Aderald.
“Kau minta saja sama dia.” kata Ren langsung mengambil hp-nya.
“Apa karena Anna memeluk dan memegang bajumu makanya mau kau buang bajunya?” tanya Andrew.
“Tentu saja. Aku tidak suka Wanita lain menyentuh baju atau tanganku. Apa lagi dia memakai parfum menyengat membuat hidungku sakit.” kata Ren dengan dingin.
__ADS_1
“Apa kau beneran pulang, Ren?” tanya Carlos.
“Tentu saja. Ngapain lagi aku di sini.” kata Ren langsung menghidupkan mobilnya.
“Aku ikut denganmu.” kata Carlos tanpa persetujuan Ren langsung masuk ke mobil.
“Ngapain kau ikut aku?” tanya Ren.
“Hanya ingin bermain saja. Dan lagi sudah lama aku tidak ke Apartemenmu.” kata Carlos dengan santai.
“Kalau begitu kami ikut juga.” kata Erald langsung masuk ke mobil.
“Bukankah kalian ada mobil masing-masing? Kenapa masuk ke mobilku?” tanya Ren dengan dingin.
“Kami naik taxi ke sini bukan naik mobil sendiri.” kata Carlos dengan santai.
Kai, Andrew dan Aderald masuk saja ke mobil Ren. Ren melihat teman-temannya hanya masuk tanpa seizinnya hanya mengedus kesal, tapi Ren tidak mau banyak bicara langsung menjalankan mobilnya.
***
Reyna mengemudi di jalan sambil menanyakan ke Rayna kenapa bisa ada di Acara Reuni.
“Apa kau merasa baik, Ray?” tanya Reyna.
“Ya. Aku sudah merasa tenang.” jawab Rayna.
“Kenapa kau ada di acara? Kau tidak ada undangan untuk masuk ke dalam kan?” tanya Miyuki dengan penasaran.
“Aku keluar karena ingin belanja ke market untuk beli buah dan sayur besok, tapi di Market aku bertemu dengan Sara dan memaksa aku ikut sama dia. Aku sudah memberontak tapi pengawalnya menahan aku dengan kuat sampai aku tidak bisa melawan.” kata Rayna dengan menundukkan kepalanya.
“Apa kau tidak bawa jam tangan, Hp atau meminta Calvin ikut bersamamu?” tanya Reyna.
“Tidak. Karena aku berpikir tidak akan lama, jadi aku pergi sendiri. Aku juga tidak bawa jam tangan.” kata Rayna dengan menundukkan kepalanya. Rayna takut Reyna memarahinya.
“Lain kali bawa jam tangannya, Ray supaya tidak terjadi seperti ini lagi. Ingat kau pergi bersama Calvin atau sama Clara bersamamu.” kata Reyna dengan tegas.
“Maaf, Rey. Lain kali aku akan berhati-hati.” kata Rayna merasa menyesal.
“Apa kau sudah makan?” tanya Reyna.
Rayna hanya menjawab menggelengkan kepalanya. Rayna memang belum makan karena dia akan pergi ke Market untuk beli buah sekalian makan bersama Richie dan yang lain.
__ADS_1
“Ya sudah, kita pergi ke restoran makan saja.” kata Reyna langsung menjalankan mobilnya ke restoran.
T.B.C