
Ren bangun pagi-pagi dan bersiap-siap pergi ke rumah sakit karena ingin menemani Reyna ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA sama Rayna.
Ren melihat chatting Reyna kalau Reyna pergi ke hotel XX menemui Rayna dan Calvin. Akhirnya Ren langsung saja setelah sarapan langsung pergi ke hotel XX pergi ketemu dengan Reyna.
Skip sampai Hotel XX
Ren parkir mobil dan keluar dari mobil setelah keluar dari mobil Ren melihat mobil Reyna yang tidak jauh dari mobilnya.
"Ternyata Rey sudah sampai duluan." kata Ren melihat mobil Reyna.
Ren langsung saja masuk ke hotel XX dan langsung beberapa wanita mendekatinya.
"Pagi tuan. Ada perlu apa dihotel ini? Apa tuan ingin menginap?" tanya seorang wanita yang bekerja di hotel tersebut.
Ren tidak memperdulikan semua wanita yang mendekatinya dan langsung masuk ke lift. Tapi sebelum masuk lift Ren mendengar suara wanita muda yang marah dan menangis.
"Hiks.. Hiks... Di-dia melakukan kekerasan padaku. Padahal aku hanya ingin bicara pelan dengannya karena sudah lama tidak bertemu." tangisan wanita muda.
Ren melihat muka wanita yang menangis itu langsung tersenyum sinis karena Ren bisa tau kalau wanita itu sedang melakukan akting yang membuatnya muak dan jijik. Ren tanpa berpikir panjang langsung naik lift menuju ke lantai 8Β dan bertemu dengan Reyna dan yang lain.
Ting~ Tong~
"Mungkin itu Ren. Aku akan buka pintu dulu." kata Reyna langsung membuka pintu untuk Ren.
"Rey, aku merindukanmu." kata Ren langsung melihat Reyna langsung saja memeluk dan menciumnya.
Reyna terdiam melihat Ren langsung memeluk dan menciumnya.
"Bukankah kita sudah ketemu kemarin? Kenapa sudah rindu?" tanya Reyna.
"Tentu saja aku sudah merindukanmu. Kita sudah tidak bertemu selama 12 jam lebih." kata Ren masuk ke dalam dan memeluk Reyna dengan lembut.
"Kau benar-benar tidak melihat tempat Ren." kata Reyna langsung melepaskan tangan Ren.
"Apa pula masalahnya? Bukankah itu artinya semua orang tau kalau aku hanya mencintaimu seorang." kata Ren dengan senyum manis langsung mencium pipi Reyna dengan gemes.
Rayna dan Calvin awalnya terkejut melihat kelakuan Ren yang bermesraan dengan Reyna. Tapi setelah itu mereka berdua langsung tersenyum bahwa tau kalau Ren memang benar-benar mencintai Reyna.
"Kak, sepertinya tuan Ren memang mencintai nona Reyna." kata Rayna.
"Ya. Tuan Ren memang mencintai nona Reyna seorang. Nampak benar kalau tuan Ren langsung bermesraan dengan nona Reyna. Walaupun aku melihat Tuan Ren tidak sadar kalau kita melihat mereka bermesraan." kata Calvin.
"Dia bukan tidak sadar kehadiran orang tapi tidak tau tempat. Mau di manapun aku bertemu dengannya pasti dia akan selalu memeluk dan bercumbu dengan ku." kata Reyna dengan datar yang mendengar pembicaraan Rayna dan Calvin.
__ADS_1
"Itu sudah pasti. Aku tidak tahan jika 12 jam tidak bertemu dengan mu." kata Ren dengan tegas memeluk Reyna lagi.
"Apanya yang 12 jam? Aku rasa baru 2 jam saja tidak ketemu kau sudah merengek bertemu dengan ku." kata Reyna melihat Ren tidak mau melepaskan pelukannya.
"Mau sampai kapan kau memeluk aku?" tanya Reyna merasa tidak enak Ren memeluk nya terus.
"Sebentar aja ya." kata Ren dengan lembut tanpa melepaskan pelukan Reyna.
Setelah beberapa menit akhirnya Ren melepaskan pelukannya dan duduk di kursi.
"Terus jam berapa kita ke rumah sakit?" tanya Ren.
"Apa kita pergi sekarang saja?" tanya Calvin.
"Lebih bagus sekarang karena dibawah banyak orang." kata Ren.
"Kenapa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Rayna.
"Tidak tau. Aku melihat seorang wanita menangis seperti kena pukul oleh seseorang. Walaupun aku melihat wanita itu hanya akting." jawab Ren datar.
"Menangis? Apa terjadi sesuatu padanya?" tanya Rayna.
"Apa wanita itu muda dan rambutnya agak panjang juga pirang?" tanya Reyna.
"Ya. Bahkan wanita itu memakai makeup agak tebal. Juga ada tahi lalat di dahi kanannya." kata Ren.
"Ya. Kenapa? Apa kau mengenalnya Rayna?" tanya Ren.
"Tidak. Mungkin hanya perasaan aku." kata Rayna.
'Tidak mungkin dia kan.' batin Rayna.
"Aku rasa kau mengenalnya Rayna. Apa kau punya masalah dengannya?" tanya Reyna.
"Tidak. Mungkin orang lain." kata Rayna dengan agak gugup.
"Aku ada foto orang itu. Apa kau mau melihatnya?" tanya Reyna mengeluarkan HP nya dan memperlihatkan pada Rayna.
Rayna melihat foto wanita itu langsung saja pias dan ketakutan. Calvin yang melihat Rayna sudah gemetar ketakutan langsung saja menenangkannya.
"Tidak apa Ray. Aku ada di sini." kata Calvin memeluk Rayna dan menenangkannya
Sedangkan Reyna dan Ren saling pandang satu sama lain melihat Rayna seperti sangat ketakutan melihat wajah wanita itu.
__ADS_1
"Apa ada terjadi sesuatu antara Rayna dan wanita ini?" tanya Reyna ke Calvin, karena jika bicara dengan Rayna pasti Rayna yang ada semakin ketakutan.
"Sebenarnya wanita ini telah membuat Rayna trauma dan mengatakan kalau Rayna adalah pelakor karena berpikir hanya memikirkan uang dan menikah dengan orang kaya." kata Calvin.
"Apa lagi wanita ini juga sering mengejek dan banyak sekali menjebaknya. Bahkan wanita ini pernah membuat Rayna jatuh dari tebing membuat Rayna masuk rumah sakit selama seminggu. Jadi semenjak Rayna jatuh dari tebing, Rayna sangat trauma bertemu dengan orang lain. Sekali bertemu dengan orang lain Rayna langsung saja ketakutan dan gemetar."
"Maka dari itu untuk mengurangi trauma Rayna, aku mengajaknya ke luar negeri untuk menenangkannya. Sekalian aku juga ada urusan bisnis di luar negeri." kata Calvin panjang lebar.
Reyna mendengar cerita Calvin langsung saja marah dan menahan emosinya.
"Pantas saja, dia mengejek aku tadi. Jika dia ketemu dengan Rayna aku rasa traumanya akan muncul lagi." kata Rayna dengan menahan emosi.
"Memangnya dia melakukan apa padamu Rey?" tanya Ren penasaran apa yang di katakan wanita itu pada Reyna.
"Dia bilang kalau aku sudah mendapatkan harta Calvin dan bahkan mengatakan kalau aku sudah mendapatkan sugar Daddy." kata Reyna.
"APA!!!" teriak Ren dan Calvin bersamaan.
"Siapa yang bilang kalau kau mendapatkan sugar Daddy hah?!" teriak Ren yang amarah sudah memuncak.
"Apa wanita itu melukaimu?" tanya Calvin.
"Dia hampir mau menampar aku, tapi sayangnya aku menghentikannya dan menamparnya balik. Bahkan aku sudah memberikan peringatan padanya." kata Reyna dengan santai.
"Bagus kalau kau bisa melawannya." kata Ren dengan kagum.
"Apa nona beneran tidak apa?" tanya Rayna merasa sangat cemas dengan Reyna.
"Beneran tidak apa Rayna." kata Reyna.
"Tapi kalau begitu bagaimana kita pergi ke rumah sakit? Jika kita keluar, pasti wanita itu akan nampak kita bukan?" tanya Ren.
"Aku ada ide bagaimana kita bisa keluar dari sini." kata Reyna.
"Apa?" tanya Ren.
Reyna bicara tentang bagaimana cara kita bisa keluar dari hotel. Ren dan yang lain mendengarkan ide Reyna.
"Bagaimana?" tanya Reyna.
"Bagus juga. Jadi kita bisa keluar dari sini." kata Calvin.
"Tapi bukankah itu artinya kau menjadi umpan Rey?" tanya Ren.
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa like, comment ya supaya Author bisa update setiap hari. ππππππ