Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 104 – AKU AKAN MEMBERIKAN 1 MILIAR


__ADS_3

Elvano yang merasakan perut dan kepalanya kesakitan karena Riku dan Ren memukulnya.


“Apa tuan tidak apa?” tanya Rui mendekati Elvano.


“Apa yang terjadi pada tuanmu? Kenapa dia malah memukulku?” tanya Elvano yang merasa kesakitan.


“Tuan Elvano jangan mendekati bos sekarang, karena bos lagi marah sama pemuda itu.” kata Rui.


“Apa yang terjadi sama bos kau itu sampai dia marah?” tanya Elvano.


“Em….” Rui tidak bisa bilang kalau yang mulai duluan adalah bosnya sendiri.


“Apa tidak ada yang bisa menghentikan mereka?” tanya Reyna.


“Siapa dia?” tanya Elvano


“Aku hanya orang lewat saja.” jawab Reyna.


Andrew : “……”


Kai        : “……”


Rui        : “……”


“Benarkah?” tanya Elvano.


“Ya. Apa tuan ingin menghentikan mereka? Kalau mereka beribut terus akan mengganggu orang lain.” kata Reyna.


“Oh.. Tidak…. Aku tidak bisa menghentikan mereka karena barusan aku kena pukul sama mereka berdua.” kata Elvano dengan cepat.


“Apa tuan tidak berani? Bagaimana tuan bisa di katakan lelaki sejati kalau tidak bisa menghentikan 2 orang saja.” kata Reyna pelan.


Elvano  : “……”


‘Apa yang dikatakan gadis ini barusan? Tidak bisa mengehentikan mereka bukan lelaki sesjati?’


‘Apa dia ingin bilang kalau aku bukan lelaki?’


“Apa yang barusan nona bilang? Apa nona ingin bilang kalau aku bukan lelaki?” tanya Elvano merasa tidak terima apa yang didengarnya.


“Ya. Jika tuan adalah lelaki pasti bisa menghentikan mereka bukan? Bukan seperti mereka yang dibelakang tidak ada yang berani.” kata Reyna sambil menunjuk ke arah Andrew dan yang lain.


Andrew : “……”


Kai        : “……”

__ADS_1


“Apa Reyna menghina kita semua?” tanya Carlos.


“Sepertinya begitu.” jawab Elard.


“Apa dia ingin bilang kalau kita itu banci Begitu?” tanya Aderald.


Carlos : “……”


Elard    : “……”


“Kalau begitu kau yang banci. Bukan kami.” kata Carlos.


Aderlad   : “……”


“Siapa yang bilang aku banci? Aku ini lelaki sejati.” kata Aderald dengan cepat.


“Kenapa kau tidak menghentikan mereka? Bukankah kau itu lelaki sejati?” tanya Elard.


“Jika kau menyuruh aku menghentikan Ren maka yang ada aku masuk ke neraka.” jawab Aderald.


“Apa yang kalian bicarakan? Dari pada kalian semua bicara yang tidak jelas mendingan hentikan mereka berdua.” kata Andrew.


“Kenapa kau tidak hentikan saja sendiri.” kata Aderald, Elard, dan Carlos dengan serempak.


“Kalian sudah jangan bertengkar. Mendingan kalian semua yang hentikan mereka besamaan.” kata Felicia.


“Tentu saja. Jika sendirian tidak bisa, sudah pasti hentikan mereka bersama-sama.” jawab Felicia.


Carlos dan yang lain saling pandang dan berpikir ada benarnya juga. Mereka langsung saja menghentikan Ren dan Riku bersamaan.


Fecilia melihat ke arah Reyna seperti senyum licik. Entah kenapa dia merasa tidak suka dengan Reyna semejak Ren bermesra dan senyum dengannya.


Reyna yang melihat Fecilia senyum licik hanya bermuka datar dan tidak mengatakan apapun. Reyna tau pasti Fecilia sudah dendam dan tidak suka dengannya karena Ren senyum dan suka dekat dengannya.


Reyna melihat Ren memukul Andrew dan yang lain, sedangkan Riku juga memukul Elvano.


“Pergi kalian semua! Jangan menggangguku!” teriak Ren memukul Andrew dan yang lain.


“Minggir Elvano, jika kau tidak minggir aku pastikan kau akan masuk ke neraka.” kata Riku menatap tajam Elvano.


“Riku, kau jangan bertengkar lagi. Apa kau tidak masalah dengan reputasi kau jika kau bertengkar dengannya di depan semua orang?” kata Elvano menenangkan Riku.


“Aku tidak peduli dengan reputasi ku. Aku hanya ingin memberikan bocah itu pelajaran.” kata Riku.


“Jika kau tidak minggir maka aku akan memukul kau juga.” kata Riku menatap tajam Elvano.

__ADS_1


Elvano merasa ketakutan dengan tatapan tajam Riku. Riku langsung saja meninggalkan Elvano dan berjalan ke arah Ren.


“Sepertinya kau masih sama seperti dulu. Tidak ada yang berubah sedikitpun.” kata Riku menatap tajam Ren.


“Benarkah? Aku saja merasa kau juga tidak berubah sedikitpun.” kata Ren ke Riku.


“Apa kau masih ingin lanjut? Aku tidak akan membiarkan kau bilang tidak ingat aku lagi.” tanya Riku.


“Heh… Sepertinya amnesia kau sudah sembuh. Walaupun kau mengingat aku, apa kau pikir masih bisa melakukan hal yang sama?” tanya Ren balik.


“Benarkah? Aku rasa kau masih tetap sama.” kata Riku dengan senyum licik.


Ren teringat tadi dia telah memasukkan sambal pedas ke minumannya membuat Ren kesal dan menatap tajam Riku.


“Kenapa? Apa kau masih mau mulai lagi?” tanya Riku dengan senyum.


Akhirnya Ren dan Riku mulai bertengkar mulut lagi bahkan mulai bertengkar tangan. Andrew dan yang lain termasuk Elvano langsung saja menatap satu sama lain. Ren dan Riku yang tadi sudah mau tidak bertengkar mulut sekarang malah lebih parah dari yang pertama tadi, Ren dan Riku mulai bertengkar pakai tangan.


“Bukankah tadi mereka hanya beradu mulut, sekarang malah bertengkar tangan pula.” kata Andrew dengan bingung.


“Fel, coba kau hentikan Ren. Mana tau dia mau mendengarkanmu.” kata Carlos ke Felicia.


Felicia tidak mau menghentikan Ren karena takut kena pukul sama Ren. Felicia melihat ke arah Reyna langsung saja berpikir ada akal. Jika dia bisa menghentikan Ren maka Ren juga akan luluh padanya. Reyna jadi merasa cemburu karena telah berhasil menghentikan Ren. Ren akhirnya akan menjadi miliknya seutuhnya.


“Baiklah. aku akan mencobanya.” kata Felicia langsung saja menghentikan Ren, sedangkan Reyna hanya diam memperhatikan Fecilia apa yang akan dilakukannya.


“Ren, sudah jangan bertengkar lagi. Malu dilihat orang lain.” kata Felicia dengan lembut ke Ren.


“Diam kau Fel!” teriak Ren dan langsung mendorong Felicia agak kasar sampai Felicia terjatuh.


“Akh! Sakit…” Felicia terjatuh dengan lemas.


Carlos dan yang lain langsung membantu Felicia berdiri.


“Kau tidak apa Fel?” tanya Carlos. Felicia hanya menggelengkan kepalanya.


“Bukankah kau bisa menghentikan Ren? Kenapa kau malah seperti gadis yang lemah? Jika kau tidak bisa menghentikannya jangan terlalu memaksa dirimu.” tanya Reyna senyum menatap Felicia.


Felicia terdiam dan merasa malu ke Reyna karena tadi telah memberanikan diri untuk menghentikan Ren.


“Kenapa kau bilang seperti itu merasa kau yang bisa menghentikan Ren?” tanya Felicia menatap meremahkan Reyna.


“Jika aku bisa menghentikan mereka apa yang akan kau lakukan?” tanya Reyna dengan senyum.


“Jika kau bisa, maka aku akan memanggil kau Ratu. Bahkan aku akan memberikan kau 1 miliar.” kata Felicia dengan senyum merasa Reyna tidak bisa menghentikan mereka berdua.

__ADS_1


“Ok. Kau harus menepati janjimu.” jawab Reyna dengan senyum.


“Tentu saja.” jawab Felicia dengan senyum licik.


__ADS_2