Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 235 - KEDATANGAN RIKU


__ADS_3

Aizen dan Gale yang berada di taman belakang berbincang-bincang, tiba-tiba mendengar teriakan Siska membuat mereka terkejut.


"PAPA......"


Kedua suami itu mendengar suara yang memanggil mereka langsung menoleh ke arah dalam rumah.


"Siapa yang berteriak? Apa terjedi sesuatu?" tanya Gale mendengar teriakan di dalam Mansion.


"Bukankah itu suara Siska, Gale?" tanya Aizen.


"Apa?? Apa terjadi sesuatu padanya?" tanya Gale langsung panik.


Gale langsung masuk ke dalam bersama Aizen karena mendengar suara teriakan Siska. Mereka berdua dengan cepat masuk kedalam takut terjadi sesuatu pada Siska terutama Gale yang sudah berlari masuk ke dalam.


"Apa Ma? Ada apa? Apa terjadi sesuatu? Kenapa mama berteriak?” tanya Gale dengan cepat masuk kedalam bersama Aizen karena mendengar Siska berteriak dan takut terjadi sesuatu padanya.


Aizen yang datang bersama Gale langsung melihat Reyna dan yang lain datang ke rumah Gale. Apa lagi Aizen terkejut melihat Edgar datang bersama keluarganya.


"Pa... Lihat putri mu Pa... Dia sudah pulang dan sudah punya anak...." kata Siska dengan gairah semangat.


"Putri?" Gale langsung melihat ke sofa melihat ke Reyna yang dari tadi menutup telinganya karena teriakan Siska.


"Reyna.." Gale melihat ke Reyna.


"Haii Pa..." kata Reyna dengan senyum.


"Kau sudah pulang, sayang.." kata Gale langsung mendekati Reyna langsung memeluk dan mencium dahi Reyna.


"Kenapa pulang tidak memberitahu pada Papa?" tanya Gale.


"Aku sudah pulang dari tadi, Pa." kata Reyna.


"Bagaimana kuliah mu di luar negeri? Apakah senang?" tanya Gale dengan senyum.


"Lumayan, Pa." kata Reyna.


Gale berbicara terus dengan Reyna tentang hidupnya di luar negeri.


"Sayang, apa kau tidak mau duduk dengan grandma?" tanya Siska ke Rachel yang dari tadi duduk di pangkuan Rayna.

__ADS_1


Siska tadi ingin bilang kalau putri mereka masih hidup, tapi melihat Gale suaminya masih bicara dengan Reyna dan tidak mau berhenti, jadinya Siska bertanya pada Rachel untuk duduk di sebelahnya.


Rachel yang melihat Siska yang ingin duduk dan bicara dengannya langsung melihat ke Rayna. Rayna yang melihat Rachel langsung tersenyum dan mengangguk kepalanya untuk pergi ke tempat Siska.


"Pergilah salam sama nenek mu. Dia pasti senang dengan mu Rachel." kata Rayna dengan senyum.


Rachel yang mengangguk dan turun dari pengkuan Rayna dan mendekati Siska dan duduk di sampngnya.


"Siapa namamu sayang?" tanya Siska dengan lembut melihat Rachel yang sangat imut.


"Rachel. Apa benar tante adalah nenek Rachel?" tanya Rachel dengan senyum.


"Tentu saja sayang, Aku adalah Nenek mu, mama dari Mommy mu. Dan satu lagi, panggil Grandma. Okay, sayang." kata Siska dengan senyum dan tidak pudar karena melihat Rachel yang sangat imut.


"Apa Rachel boleh peluk Grandma?" tanya Rachel dengan berharap.


"Tentu sayang. Grandma akan senang sekali jika kau ingin peluk dengan Grandma." kata Siska dengan senang.


Siska langsung memeluk Rachel dengan lembut. Siska juga mencium pipi Rachel dengan cepat karena gemes dengan Rachel.


Rachel tersenyum dan senang melihat Siska memeluk nya.


"Kami datang ke sini naik pesawat bersama Reyna." kata Edgar.


"Reyna? Kenapa Reyna mau membantu Uncle?" tanya Aizen dengan bingung.


Aizen masih belum tahu kalau Reyna adalah saudara kandung Rayna. Bahkan Aizen masih belum tahu kalau Rayna adalah cucu menantu Edgar.


"Karena..." Edgar ingin bicara tapi terdengar suara teriakan di luar membuat semua orang terkejut.


"Aku pulang.” teriak Riku yang baru saja balik dengan Rui.


" Astaga ini anak. Kenapa pulang malah berteriak? Bikin semua orang jantungan karenanya." kata Siska dengan terkejut sampai Rachel memeluk Siska dengan erat karena saking terkejutnya.


"Hehehe... Aku pikir di rumah tidak ada orang, ternyata banyak orang di rumah." kata Riku dengan tertawa kecil.


"Harusnya kau melihat dulu dengan teliti. Kita yang sudah tua saja bisa ikut sakit jantung karena teriakan mu, Riku." kata Siska dengan marah pada Riku.


"Maaf ma.." Riku hanya tersenyum.

__ADS_1


"Kak, bukankah itu Tuan Riku? Kenapa dia datang ke sini? Dan juga Apa aku salah dengar kalau Tuan Riku memanggil Ibu kak Reyna dengan sebutan Ma?” tanya Harry merasa salah dengar dan berbisik pada Calvin.


"Kau bukan salah dengar, Har. Kakak juga mendengarnya." jawab Calvin.


"Aku juga mendengarnya kak." kata Clara.


Riku melihat ke Gale sedang bicara dengan Reyna membuat Riku terkejut. Riku terkejut kalau ada Reyna di rumah.


"Rey, kau sudah pulang? Sejak kapan kau pulang? Kenapa tidak memberitahu ku?” tanya Riku dengan terkejut melihat Reyna dan menghampirinya.


"Aku sampai tadi siang." jawab Reyna dingin.


"Mau sampai kapan kau marah padaku Rey?" tanya Riku menghela nafas melihat Reyna bersikap dingin padanya.


"Sampai kau tahu apa salah mu." jawab Reyna dingin.


"Memangnya apa salah aku? Apa kau tidak bisa bicara lebih santai seperti biasa? Kenapa kau melakukan ini pada kakak mu?” tanya Riku.


"Kenapa aku harus memaafkan kakak yang tidak tahu sendiri yang telah melakukan kekejaman terhadap adiknya sendiri?” tanya Reyna dengan dingin.


"Memangnya kekejaman apa yang aku lakukan padamu sampai kau marah seperti ini?” tanya Riku.


"Kenapa kakak tidak cari saja sendiri?" tanya Reyna.


"Pa, lihat putri papa. Dia sama sekali tidak mau memaafkan kakak kandungnya. Bagaimana dia bisa memperlakukan kakaknya seperti ini?” tanya Riku ke Gale yang dari tadi diam saja.


"Papa tidak bisa melakukan apa pun. Walaupun kau ingin papa menenangkan Reyna dan memaafkan mu, papa angkat tangan." kata Gale angkat tangan.


Riku : "......"


Riku terdiam melihat papanya tidak mau menolongnya. Riku melihat ke Siska juga tidak mempedulikan nya.


"Kau cari saja apa yang telah kau lakukan pada Reyna. Mungkin kau ada melakukan kesalahan fatal sampai Reyna marah padamu." kata Siska.


Riku terdiam mendengar perkataan Mamanya. Riku berpikir sebentar dan langsung mengeceknya lagi dari awal.


Sedangkan Rayna dan yang lain dari tadi mendengar Riku dan Reyna berbicara awalnya hanya diam saja, tapi mereka langsung terkejut mendengar Reyna memanggil Riku dengan sebutan kakak.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2