
“Paman, Mommy dan Daddy kemana? Kapan mereka jemput Rachel? Rachel sudah bosan di sini paman.” tanya Rachel sudah bosan di apartemen Harry.
“Mereka lagi sibuk Rachel. Mungkin sebentar lagi akan menjemput Rachel.” kata Harry dengan pelan.
“Berapa lama lagi? Rachel kangen Mommy.” kata Rachel dengan gemes yang sudah kangen sama Rayna.
“Kenapa kita tidak ke rumah Aunty saja paman?” tanya Rachel.
“Kak Reyna tidak ada di sana Rachel. Jadi percuma saja jika kita ke sana tapi tidak ada orang.” kata Harry.
“Kalau begitu kita ke rumah Aunty saja. Kita tunggu di lobby sampai Mommy dan Aunty pulang. Rachel sangat bosan di sini. Rachel ingin ke tempat Aunty.” kata Rachel merengek.
Harry bingung bagaimana bilang ke Rachel. Harry juga dapat pesan dari Reyna bilang pergi menjemput Rachel dan Richie di preschool dan bawa ke apartemennya.
Reyna juga mengatakan kalau jangan ke apartemennya dulu karena di sana ada masalah jadi tidak di perbolehkan masuk ke dalam kecuali penghuni.
“Aku tanya ke kak Reyna dulu deh, dari pada nanti tidak bisa masuk ke dalam apartemennya.” gumam Harry langsung mengambil Hp nya dan memberikan pesan pada Reyna.
PING
Harry mendapat pesan dari Reyna kalau mereka bisa menunggu di Lobby apartemen dulu karena Reyna dan yang lain juga dalam perjalanan pulang.
Reyna juga pesan pada Harry untuk memberikan makan malam untuk Rachel dan Richie.
“Paman.” Rachel ngambek pada Harry karena Harry tidak mau pergi ke apartemen Reyna.
“Baiklah. Kita ke tempat kak Reyna.” kata Harry membuat Rachel tersenyum lebar.
“Waiii….” Rachel teriak senang.
“Tapi, Rachel harus makan dulu ya. Jika Rachel tidak makan nanti kena marah sama Mommy dan Aunty.” kata Harry.
“Tapi Rachel tidak lapar, Paman.” kata Rachel dengan pelan.
__ADS_1
“Jika Rachel tidak mau makan, Paman tidak akan membawa Rachel ke tempat Aunty Reyna.” kata Harry.
“Ok.. Ok… Rachel makan… Rachel makan…” kata Rachel dengan cepat karena ingin cepat ketemu Mommy dan Aunty Reyna.
“Itu baru bagus. Jika menurut maka paman juga akan senang karena Rachel adalah anak penurut.” kata Harry dengan senyum mengelus kepala Rachel.
“Tapi Rachel beneran tidak lapar, paman. Apa Rachel boleh makan sedikit saja?” tanya Rachel karena memang dirinya tidak lapar.
“Ok. Asalkan makna nasi ya. Paman tidak mau Rachel sakit karena tidak makan.” kata Harry.
Harry berpikir makan sedikit juga tidak masalah, nanti sampai di sana Harry juga bisa menyuruh kak Rayna menyuruh Rachel makan.
“Richie. Ayo kita makan.” kata Harry ke Richie yang sedang nonton film.
Richie hanya menurut langsung ke meja makan dan makan bersama Harry dan Rachel.
Setelah selesai makan, Harry langsung membawa Rachel dan Richie ke apartemen Reyna.
"Paman, kenapa di sana banyak orang?" tanya Rachel yang turun dari mobil melihat di depan apartemen banyak orang.
"Tidak tau ya. Apa terjadi sesuatu? Pegang tangan paman Rachel, nanti Rachel menghilang." kata Harry memegang tangan Rachel. Rachel hanya menurut memegang tangan Harry, begitupun dengan Richie.
"Apakah terjadi sesuatu pak?" tanya Harry ke satpam.
"Tadi terjadi pertengkaran di dalam, tapi sekarang sudah baik-baik saja. Tuan ada keperluan apa ke sini?" tanya Satpam.
"Kami ingin ke apartemen kakak ipar saya. Karena mereka masih belum datang, jadi kami di suruh menunggu di lobby." kata Harry.
"Apakah Tuan ada bawa identitas?" tanya Satpam.
Harry langsung mengasih identitasnya ke Satpam. Satpam menscan identitas Harry ternyata sudah di masukkan ke dalam list keluarga atau teman Reyna. Jadi Harry bisa keluar masuk ke dalam apartemen tanpa harus menunggu izin dari Reyna.
"Silakan masuk Tuan. Anda sudah di masukkan ke list keluarga Nona Reyna, jadi anda bisa masuk menggunakan identitas anda." kata Satpam langsung mengasih identitas Harry.
__ADS_1
Harry langsung menscan kartu identitasnya, ternyata benar pintunya langsung terbuka. Harry langsung masuk ke dalam dan duduk di lobby bersama Rachel dan Richie.
"Paman, apa Mommy masih lama sampainya?" tanya Rachel.
"Mungkin sebentar lagi. Kita tunggu saja di sini. Kalian jangan berkeliaran ya." kata Harry.
"Baik, Paman." kata Rachel dan Richie dengan serempak.
Setelah beberapa jam Harry, Rachel dan Richie menunggu Reyna dan yang lain. Akhirnya Reyna dan yang lain sudah kembali. Rachel bahkan sampai tertidur di paha Harry, sedangkan Richie juga sudah mengantuk dan terus menguap.
"Harry. Apa kalian menunggu lama?" tanya Reyna melihat Harry duduk yang tidak jauh dari pintu.
"Tidak juga kak." kata Harry.
"Apa Rachel tidur?" tanya Calvin melihat putrinya tertidur di pangkuan Harry.
"Ya. Sepertinya dia lelah menunggu kalian." kata Harry.
"Ayo kita ke atas. Biar aku gendong Rachel saja." kata Calvin langsung menggendong Rachel.
"Richie apa mau Paman menggendong mu?" tanya Harry melihat Richie juga seperti sudah lelah dan mengantuk.
"Tidak apa Paman." kata Richie ingin berdiri tapi langsung terjatuh karena berdiri tidak seimbang.
Harry dengan cepat menangkap Richie dan melihat Richie susah menutup matanya dan tertidur. Harry langsung menggendong Richie.
"Sepertinya mereka berdua sudah lelah. Ayo kita bawa ke atas." kata Reyna.
Reyna dan yang lain langsung ke atas dan membawa Rachel dan Richie ke kamar tidur.
"Kak, kalian ke mana saja? Kenapa malam begini baru pulang? Apakah terjadi sesuatu?" tanya Harry pasti terjadi sesuatu pada kakaknya karena tidak mungkin jam 11 malam baru pulang.
T.B.C
__ADS_1