Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 14 – JEBAKAN


__ADS_3

Reyna memegang muka Ren dan melihatnya dengan teliti apakah Ren sudah tidur atau belum. Melihat Ren sudah tidur sangat pulas Reyna langsung melakukan aksinya.


Reyna langsung mengambil tali di laci dan mengikat tangan, kaki dan tubuh Ren, setelah itu digulung kedalam selimut dan diikat lagi dengan erat dan mulut Ren dilakban, setelah itu menaruh Ren dibawah kasur. Setelah selesai Reyna langsung saja mengunci pintu dan pergi tidur.


----Pagi hari----


Ren terbangun karena merasa kepalanya sangat pusing dan pelahan membuka matanya. Disaat mau mengambil HP-nya tiba-tiba tangannya tidak bisa digerakkan. Setelah mata Ren sudah melihat dengan jelas, dia langsung terkejut dan membulatkan matanya melihat dirinya diikat dan mulutnya dilakban. Bahkan tangan dan kakinya diikat juga didalam. Ren melihat diatas kasur Reyna tidur dengan sangat nyenyak.


‘Sialan kau Rey! Beraninya kau melakukan ini padaku!’ Ren langsung menatap tajam Reyna yang sedang tidur nyenyak dengan muka cantiknya.


Ren langsung saja mengambil pisau silet di kantong celananya, walaupun sangat sulit karena tangannya juga diikat. Setelah lepas dari ikatannya kepala Ren merasa pusing dan tidak enak karena tidur dilantai dan diikat kuat dengan selimut. Ren langsung ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


15 menit kemudian Ren selesai mandi langsung menatap Reyna yang sedang tidur nyenyak. Ren langsung saja memberikan pelajaran sama Reyna.


‘Lihat apa yang akan aku lakukan padamu Rey. Beraninya kau mengikatku dan tidur dilantai.’ kata Ren dengan tersenyum licik.


Ren langsung ke meja lacinya mengambil spidol dan mendekati Reyna dan mencoret mukanya.


“Ini belum seberapa karena kau membuatku tidur di lantai.” kata Ren dengan pelan. Ren langsung saja membuat beberapa jebakan untuk Reyna.


Setelah selesai membuat jebakan dikamar Ren langsung keluar kamar dan melihat Andrew dan Kai sudah bangun dan makan sarapan.


“Kau sudah bangun Ren? Ini sarapan untukmu dan Reyna.” kata Andrew yang melihat Ren keluar dari kamarnya.


“Kau kenapa Ren? Kayaknya mukamu pucat? Apa kurang tidur?” tanya Kai yang melihat mata Ren memerah dan muka agak pucat.


“Tidak apa-apa. Hanya nggak bisa tidur saja.” Jawab Ren langsung memakan sarapannya.


“Apa Reyna belum bangun?” tanya Kai.


“Belum. Biarkan saja dia istirahat, kakinya masih sakit, tidak mungkin masuk kampus.” kata Ren dengan alasan kalau dikamarnya sudah membuat jebakan oleh Ren untuk Reyna.


“Apa dia tidak apa-apa sendirian dirumah?” tanya Andrew karena mereka ke kampus, pasti Reyna sendirian dirumah.


“Tidak apa-apa, dan lagi disini kan ada CCTV. Jika ada terjadi sesuatu kita bisa melihatnya.” kata Ren dengan santai.

__ADS_1


“Ok. Kalau memang aman.” kata Andrew dengan pelan dan mulai sarapannya.


Setelah selesai makan, mereka langsung pergi kampus.


“Kalian tunggu aku dibawah saja. Aku ada kelupaan sesuatu.” kata Ren langsung balik apartemen.


“OK, kita tunggu dimobil,” kata Kai.


Ren kembali ke Apartemennya langsung tersenyum licik membuat jebakan lagi untuk Reyna. Setelah 10 menit Ren langsung pergi ke kampus.


Reyna bangun tidur dan melihat jam sudah jam 11.00. dia terkejut ternyata bangun terlalu siang bahkan sudah mau makan siang. Langsung saja Reyna bangun dan pergi mencuci mukanya. Dikamar mandi dia terkejut ternyata ada kecoak dikamar mandi sampai berteriak.


“Akh………..” teriak Reyna melihat ada kecoak di kamar mandi dan keluar. Langsung saja Reyna mengambil sapu dan memukul kecoak itu.


“Kamar Ren benar-benar nggak bersih, bisa pula ada kecoak didalam kamar mandi.” kata Reyna setelah melihat kecoak itu mati dan membuangnya. Reyna langsung mencuci mukanya, setelah melihat mukanya dicermin Reyna terkejut dan berteriak.


“Akh……… Apa-apaan ini? Kenapa mukanya dicoret kayak badut?” kata Reyna terkejut melihat mukanya banyak coretan saat melihat mukanya dicermin.


Setelah mencuci mukanya 2 kali ternyata tidak juga hilang, akhirnya Reyna mencuci sampai 5x baru hilang coretan dimukanya. Reyna langsung memakai kacamata dan mengikat rambutnya. Dimeja ada secarik kertas dari Ren dan Reyna langsung membacanya.


Isi kertas :


“Sialan kau Ren, beraninya kau mempermainkan aku!” teriak Reyna dengan marah dan meremukkan mencampakan kertas itu.


Langsung saja Reyna keluar kamar dan rasa kesal tidak reda bahkan membanting pintu dengan keras.


Reyna langsung melihat dimeja makan ada roti dan sup dan kertas.


Isi kertas :


[Ini sarapan untuk mu. Jika sudah dingin, dipanaskan lagi di microwave.] REN


Reyna langsung mencoba sedikit, takutnya Ren mempermainkan dia lagi dan menaruh sesuatu didalam sup. Setelah dicoba tidak ada apa-apa langsung Reyna panaskan roti dan sup.


Setelah selesai dipanaskan Reyna langsung membawanya keruang tamu dan menonton TV dan memakan sarapannya. Reyna langsung meminum Teh yang ada dikulkas, saat Reyna minum teh itu langsung menyemburkan keluar teh itu.

__ADS_1


“Aaassssiiinnn……..!!” teriak Reyna dan terbatuk-batuk karena keasinan dan mengambil botol minum dimeja dan meminumnya.


“Kok tehnya asin benar? Siapa yang membuat teh ini?” tanya Reyna dengan bingung dan melihat secarik kertas dibawah gelas.


Isi kertas :


[Bagaimana rasa tehnya enak kan? Ini hanya jebakan kecil dariku karena membuatku tidak bisa tidur tadi malam.] REN


“Hishh…… REEENNN!!!!!” teriak Reyna dengan geram bercampur marah dan kesal sama Ren beraninya dia membalas dengan cara seperti ini karena tadi malam mengikatnya diselimut dan tidur dilantai.


Reyna rasanya ingin sekali memukul Ren sekarang juga. Reyna langsung ingin keluar saat didepan pintu ternyata pintunya dikunci dan mencari kuncinya. Di depan pintu ada secarik kertas.


Isi kertas :


[Kau tidak diperbolehkan keluar dari rumah sebelum aku pulang, jika aku melihat kau tidak ada dirumah. Jangan harap kau bisa bebas diluar dan aku akan memberitahukan semua orang dikampus kalau kau itu pacarku.] REN


Reyna melihat isi kertas itu langsung membulatkan matanya dan sangat marah melihat isi kertas itu dan meremukkan kertas itu dan tanpa sadar Reyna langsung meninju kedinding sampai dinding itu retak karena saking kesal sama Ren.


“Sialan kau Ren!! Kau pikir aku ini apa? Awas kau ya akan aku balas apa yang kau lakukan kepadaku!!” Reyna dengan marah besar sama Ren karena tidak boleh membiarkan dia keluar dari apartemennya.


----Di Atap Kampus----


“Inilah akibatnya karena kau membuatku mempermainkanku.” kata Ren melihat kamera CCTV di HP-nya sambil tersenyum melihat Reyna kesal dengannya. Bahkan melihat kelakuan Reyna saja Ren merasa sangat imut dan gemas.


Ren yang awalnya tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Reyna takut dengan kecoak mainan dan menyemburkan teh yang telah dimasukkan garam. Tapi saat melihat Reyna memukul dinding didekat pintu depan Ren langsung membulatkan mata dan menelan salivanya.


Glek….


“Gila dia! Hanya memukul dinding bisa sampai hancur begitu? Kayaknya bela dirinya masih seperti dulu…” Ren langsung terkejut dan menelan salivanya melihat Reyna meninju dinding sampai retak.


“Tidak… bukan masih kayak dulu. Bahkan lebih parah, jika dibandingkan seperti dulu kekuatannya bisa 3 sampai 4 kali lipat dibandingkan pas kecil.” kata Ren agak ngeri dengan menelan salivanya berkali-kali.


__________________________________________


Bagaimana Ceritanya? apakah menarik?

__ADS_1


Ayo Like, Comment, Favorit, dan dukungannya. :)


__ADS_2