Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 166 - RAHASIA TERBESAR


__ADS_3

Rayna langsung saja membuka amplop dan melihat hasil test DNA-nya. Setelah Rayna membaca hasilnya, Rayna langsung saja matanya berkaca-kaca.


"Kenapa Rayna?" tanya Reyna.


"Bagaimana hasilnya? Apa kalian bersaudara?" tanya Ren.


Rayna tidak menjawab malah sudah mengeluarkan butiran air matanya jatuh ke bawah.


"Rayna.." Reyna memegang bahu Rayna. Rayna melihat ke Reyna seperti tidak bisa menahan air matanya langsung menangis dan memeluk Reyna dengan erat.


"Hiks... Hiks.... Waaaa....." teriak Rayna sambil memeluk Reyna dengan erat bahkan kertas test DNA-nya sudah di remuk Rayna.


Reyna yang melihat Rayna menangis hanya bisa menenangkan Rayna dan memeluknya dengan lembut. Sedangkan Ren dan Andrew saling pandang melihat kenapa Rayna menangis.


"Apa hasil test nya sesuai perkiraan mu?" tanya Reyna dengan lembut.


"Hiks... Hiks... A..Aku tidak menyangka... Ka..Kalau hari ini akan tiba.." kata Rayna menangis terisak-isak.


"A..Aku pikir aku tidak akan ketemu dengan keluarga aku lagi..."


"Aku pikir... Mereka tidak mau aku lagi... dan... Mereka meninggalkan aku ka.. karena aku pikir aku adalah anak sial." kata Rayna terputus-putus dan menangis terisak-isak.


"Apa itu artinya kalau hasil tesnya aku adalah saudara kandung mu Rayna?" tanya Reyna dengan senyum.


"Hmm..." Rayna berdehem dan mengangguk kepalanya dengan pelan membuat Reyna tersenyum dan memeluk Rayna dengan erat.


Ren dan Andrew tersenyum melihat Rayna senang akhirnya bertemu dengan saudara kandung nya.


"Jangan menangis lagi. Bukankah kau senang sudah bertemu dengan saudara mu? Harusnya kau senang bisa ketemu dengan saudara mu bukan menangis Rayna." kata Reyna menghapus air mata Rayna.


"Ya." Rayna sudah berhenti menangis walaupun suara masih terisak-isak.


"Aku tidak menyangka kalau kalian adalah saudara yang terpisah selama 20 tahun." kata Andrew.


"Aku juga kaget saat bertemu dengannya di kantor Ren." kata Reyna.


"Aku malah berpikir kalau Rey yang datang, ternyata bukan." kata Ren mengingat waktu Rayna datang ke kantor.


"Jangan bilang kalau kau memeluknya?" tanya Andrew dengan senyum.


"Kalau iy kenapa?" tanya Ren.

__ADS_1


"Wah... Reyna, kau lihat pacar mu ini. Dia mau selingkuh dengan saudara mu sendiri." kata Andrew ke Reyna.


"Siapa yang kau bilang selingkuh???" teriak Ren menatap tajam ke Andrew.


"Bukankah kau memeluk Rayna? Itu artinya kau selingkuh dengan saudara Reyna." kata Andrew dengan senyum kecil.


"Bukankah aku sudah bilang kalau aku salah orang. Kau jangan mencari masalah dengan aku." kata Ren menatap tajam Andrew.


"Reyna kau lihat lelaki kau ini. Dia marah dengan aku karena bilang dia tidak selingkuh dengan saudara mu." kata Andrew.


“Kenapa kau malah meminta Rey untuk membelamu?” Ren menatap tajam Andrew.


“Memangnya kenapa aku minta bela sama Reyna? Bukankah kau memang selingkuh dengan Rayna?” tanya Andrew.


“Apa kau tidak dengar apa yang barusan aku bilang? Jika kau tidak dengar apa aku ingin aku robek telinga kau itu?” tanya Ren menatap tatapan tajam.


Andrew terdiam dan melihat ke Reyna tidak bicara sedikit pun malah Reyna pura-pura tidak dengar pembicaraan mereka.


“Reyna…” Andrew menatap Reyna seperti meminta pertolongan.


“Apa?” tanya Reyna datar.


“Apa yang kau lakukan padanya Ren?” tanya Reyna.


“Aku tidak melakukan apa pun padanya.” kata Ren dengan polos.


“Bukankah kau tadi mengancam aku?” tanya Andrew.


“Sejak kapan aku mengancam mu?" tanya Ren datar.


“Reyna, kau tau kalau Ren malah selingkuh dengan Rayna?” tanya Andrew.


Ren menatap tajam Andrew. “Sejak kapan aku selingkuh di belakang Rey?” tanya Ren.


“Kau lihat Reyna. Aku yakin Ren pasti memeluk Rayna bahkan menciumnya.” kata Andrew membuat Reyna menatap Ren.


“Kau jangan percaya dengan perkataannya Rey. Aku tidak pernah melakukan hal itu selain dengan mu.” kata Ren sudah mulai gugup.


“Kau lihat sendiri. Bukankah dia sudah mulai gugup.” kata Andrew dengan senyum.


“Kapan kau memeluknya?” tanya Reyna membuat Ren sudah keluar keringat dingin.

__ADS_1


“Waktu Rayna datang ke perusahaan Ryuujin. Waktu itu karena aku pikir itu kau Rey, makanya aku memeluknya.” kata Ren sudah mulai gugup.


“Apa benar Rayna?” tanya Reyna ke Rayna.


“I-Iya. Pas aku masuk ke ruang CEO, tiba-tiba Tuan Ren memeluk aku. Bahkan aku terkejut dia tiba-tiba mendekati aku dan memeluk aku.” kata Rayna dengan agak terkejut melihat Reyna bertanya padanya.


“Ren tidak mencium mu kan?” tanya Reyna.


“Tidak.” kata Rayna menggelengkan kepalanya.


“Jika Ren berani mencium mu, maka aku akan potong bibirnya yang tidak bisa diam itu.” kata Reyna membuat Ren tersentak terkejut dan spontan memegang bibirnya sendiri. Ren berpikir bagaimana Reyna akan memotong bibirnya, jika Reyna melakukan itu yang Ren tidak akan bisa makan lagi.


“Kenapa kau mau memotong bibir aku Rey? Apa aku terlihat jahat?” tanya Ren terkejut.


“Bukankah benar. Jika benar kau mencium Rayna waktu itu maka aku benar-benar akan memotong mulut kau itu, bukan cuma itu bahkan lidah kau aku potong juga.” kata Reyna datar membuat Ren semakin terkejut.


“Kenapa kau malah ingin melakukan itu pada ku?” tanya Ren yang berekspresi yang tidak bisa di artikan lagi.


“Jangan kau pikir aku tidak tau apa yang kau lakukan selama ini padaku? Bukankah tiap aku menemui mu, kau selalu memeluk aku dan mencium pipi aku?” tanya Reyna.


“Jika kau berani mencium Rayna maka aku tidak akan segan-segan memotong mulut dan lidah kau itu.” ancam Reyna.


“Reyna, Tuan Ren tidak mencium aku.” kata Rayna dengan pelan.


“Bagus kalau begitu. Jika dia berani melakukan hal yang mesum padamu kau bilang pada ku Rayna. Biar aku hukum lelaki mesum ini.” kata Reyna.


“Aku rasa Tuan Ren tidak pernah melakukan hal mesum pada ku.” kata Rayna.


“Kau jangan melihat dari luar saja Rayna. Dia ini sangat mesum, bahkan dia waktu itu pernah dengan beraninya ingin tidur bersama denganku.” kata Reyna membuat semua orang di sana terkejut termasuk Ren.


"Sudah jangan di bahas lagi. Aku kan sudah bilang tidak pernah menciumnya." kata Ren tidak ingin pembahasan waktu itu di ketahui orang lain.


"Baiklah. Tapi ingat peringatan aku Ren. Jika kau berani melakukan sesuatu pada Rayna, maka aku tidak akan segan-segan padamu." kata Reyna.


"Ya aku tahu." kata Ren dengan lega.


Ren tidak berani bilang kalau waktu itu Ren hampir mencium Rayna. Untung saja waktu itu sebelum mencium Rayna, Ren mencium bau parfum Rayna berbeda dengan Reyna, makanya Ren bisa tau kalau waktu itu bukan Reyna.


Jika Rayna memakai parfum yang sama dengan Reyna, sudah pasti waktu itu Ren pasti akan mencium Rayna dan Reyna akan memotong mulut dan lidahnya.


Ren merasa kalau ini menjadi rahasia terbesar yang tidak boleh di ketahui oleh siapapun kecuali dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2