Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 83 – NAIK MOBIL REN


__ADS_3

“Dia dibully oleh fans kalian karena Kai mengajaknya makan bareng membuat mereka ingin balas dendam.” jawab Andrew.


“Kenapa kau tidak mengawasinya?” tanya Ren ke Kai.


“Aku sudah mengawasinya tahu. Aku tidak tau akan begini.” jawab Kai yang merasa akan kena omel sama Ren. Karena tadi siang Andrew sudah mengomel padanya.


“Kalau kau mengawasinya pasti tidak akan seperti ini kan?” tanya Ren yang heran pikiran Kai meninggalkan orang yang akan menjadikan target balas dendam.


“Benar kata Ren. Jika kau tidak mengawasinya sampai jemputannya datang dia tidak akan kena bully.” sambung Andrew.


“Mengawasi sampai jemputan datang? Apa maksudmu?” tanya Ren merasa ada yang tidak benar.


“Apa kau tau Ren. Kai hanya mengawasi sampai pagar kampus karena sudah ada satpam disana bisa menjaga dia setelah itu dia pergi menemui aku.” kata Andrew.


“Itu artinya kau bukan lelaki Kai.” kata Ren.


“Apa maksud kau aku bukan lelaki?” tanya Kai.


“Aku bilang kau yang tidak bisa melindungi perempuan bukan lelaki sejati. Apa kau mengerti?” kata Ren yang agak keras karena Kai tidak tau maksud perkataannya.


Kai : “……”


“Kalau Reyna tau di pasti akan marah besar karena temannya di bully dank au tidak bisa menjaganya.” sambung Ren membuat Kai mengeluarkan keringat dingin dan takut jika Reyna tau.


“Sudah jangan dibahas lagi.” kata Kai yang sudah tidak mau kena omelan sama temannya.


“Minum lah.” Andrew mengasih air hangat ke Yuna.


“Terima kasih.” jawab Yuna langsung minum.


“Apa masih ada yang sakit?” tanya Andrew melihat tubuh Yuna.


“Hanya sedikit saja, tapi tidak apa. Termia kasih dok.” jawab Yuna dengan senyum.


“Ok. Jika masih terasa sakit kau bisa menemui aku.” kata Andrew dengan senyum dan Yuna hanya mengangguk paham.


“Nanti kalian berdua aja yang mengantarnya pulang. Aku pergi dulu.” kata Ren yang sudah siap-siap.


“Kau mau kemana? Bukankah tidak jadi pergi?” tanya Andrew.


“Cari makan.” jawab Ren datar.


“Kau mau makan apa?” tanya Kai.


“Tidak tau. Maka dari itu aku pergi cari. Makanan dekat sini aku sudah bosan. Apa kalian ada rekomendasi?” kata Ren ke Yuna, Kai dan Andrew.


“Aku tau. Tapi aku rasa harganya mahal.” jawab Yuna menaikkan tangannya.


“Dimana?” tanya Ren.

__ADS_1


“Di hotel Alexander.” jawab Yuna.


“Jauh benar.” kata Kai.


“Apa enak?” tanya Ren.


“Aku tidak tau. Tapi melihat orang makan sepertinya enak.” kata Yuna.


“Apa kau tidak ada pesan makan disana?” tanya Ren.


“Tidak. Aku dan Reyna bertemu seseorang disana.” jawab Yuna.


“Bertemu siapa?” tanya Ren.


“Aku tidak tau. Reyna dan aku bertemu lelaki.” kata Yuna.


“Rey pergi ke hotel menemui seorang lelaki? Siapa dia?” tanya Ren yang sudah jadi dingin dan mata tajam.


“Mu-mungkin adiknya karena aku mendengar dia memanggil Reyna dengan sebutan kakak.” kata Yuna yang agak ketakutan menatap Ren.


“Adik? Seingat aku Rey tidak punya adik.” kata Ren yang sudah menjadi semakin dingin.


“Sepertinya ada yang membangunkan raja singa.” kata Kai dengan pelan.


“Kenapa kau tidak tanya saja sama Reyna dari pada dengan Yuna?” saran Andrew langsung saja Ren menatap Andrew dengan dingin.


“Baiklah. Nanti aku akan bertanya padanya.” kata Ren yang masih dinign.


“Apa kau takut Reyna berselingkuh? Bagaimana kalau Reyna benar-benar selingkuh?” tanya Kai penasaran dengan jawaban Ren.


“Jika benar mereka selingkuh dibelakang aku maka Reyna akan aku akan bawa ke rumah dan menguncinya dikamar selama 1 bulan supaya dia tidak bisa bertemu dengan lelaki sialan itu.” kata Ren yang menjadi dingin seperti es.


“Kalau soal lelaki itu aku akan membunuhnya jika aku bertemu dengannya. Jika bisa aku akan menemuinya dan membunuhnya sekarang juga.” sambung Ren dengan marah besar.


‘Ren benar-benar menyeramkan jika menyangkut Reyna.’ batin Andrew melihat Ren sudah marah dan sedingin es.


“Bukankah harusnya kau marah sama Reyna kenapa sama lelaki itu?” tanya Kai.


“Kenapa aku harus marah dengan Rey? Harusnya aku marah sama lelaki yang ingin menjauhkan aku dari lelaki sialan itu.” Ren langsung emosi.


“Kau selalu berpihak pada Reyna. Apa pun yang dia lakukan pasti kau menyalahkan orang lain.”


“Tentu saja. Karena didunia ini hanya aku seorang yang boleh bersama dengannya dimasa depan bukan orang lain.” jawab Ren dingin.


“Waw… Kau sangat romantic dan hanya menyukai 1 wanita saja.” kata Kai.


“Tentu saja. Didunia ini aku hanya mencintai Reyna seorang bukan wanita lain.” kata Ren dengan tegas.


“Sudah jangan dibahas lagi. Kita jadi pergi makan atau tidak?” tanya Andrew.

__ADS_1


“Kita? Memangnya kalian mau ikut makan juga?” tanya Ren.


“Tentu saja. Bukankah Yuna mengatakan kalau makanan disana enak? Tentu saja kita harus mencobanya. Benarkan Yuna?” kata Andrew dengan senyum.


“Eh…. I- iya…” kata Yuna spontan menjawab.


“Terserah kalian.” kata Ren dengan cuek langsung pergi.


“Kai, pastikan kau kunci pintunya.” kata Andrew mengajak Yuna menyusul Ren.


Ren membawa mobilnya ke depan apartemennya menunggu Andrew dan yang lain. Andrew dan Yuna yang tunggu di depan apartemen langsung terbelalak membuka mata mereka melihat mobil Ren.


“Apa yang kalian lihat? Cepat naik. Apa kalian ingin jalan kaki kesana?” tanya Ren ke Andrew dan Yuna hanya diam saja.


Andrew dan Yuna langsung tersadar dan langsung saja naik mobil Ren.


“Ren, sejak kapan kau punya mobil seperti ini? Kau bikin aku iri karena mobil kau yang keren ini. Harganya pasti ratusan juta.” kata Andrew kagum melihat isi dalam mobil Ren.


“Beberapa bulan lalu aku membeli mobil ini.” jawab Ren dengan datar.


“Kai kemana? Kenapa masih belum turun?” tanya Ren.


“Itu dia, didepan pintu.” kata Andrew melihat Kai keluar apartemen.


“Ngapain dia berdiri saja disana?” tanya Ren.


“Mungkin dia tidak tau kalau ini mobilmu.” kata Yuna membuat Ren dan Andrew saling pandang.


“Andrew, kau panggil dia.” kata Ren.


Andrew langsung saja turun dari mobil dan memanggil Kai.


“Kalian kemana saja? Aku sudah menunggu tapi kalian tidak datang menunggu aku.” kata Kai.


“Kita saja sudah menunggu kau sangat lama.” jawab Andrew.


“Terus kita naik apa?” tanya Kai.


“Naik mobil ini.” kata Andrew sambil menunjuk mobil dibelakangnya.


“APA!! Mobil siapa ini? Kenapa ada mobil semewah ini di depan apartemen kita?” tanya Kai.


“Menurutmu mobil siapa?” tanya Andrew.


“Tidak tau. Apa mungkin kau menyewa mobil ini?” tanya Kai membuat Andrew tertawa.


“Apa yang kalian lakukan diluar? Apa mau aku tinggalkan berdua disini?” kata Ren membuka kaca mobilnya.


“Re-Ren… Mobil mewah ini milikmu?” Kai terkejut Ren

__ADS_1


__ADS_2