Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 53 – TELAT


__ADS_3

“Baiklah nona. Saya akan menunggu nona.” kata Pengawas lelang dengan sopan langsung meninggalkan Maria.


“Nona, sekarang bagaimana? Siapa yang mau beli tanah ini?” tanya Seketaris dengan khawatir.


“Kita harus mencari orang yang mau beli tanah ini.” kata Maria.


“Siapa yang harus kita cari nona?” tanya Seketaris.


“Siapa saja boleh yang penting kita harus menemukan orang yang ingin beli tanah ini.” kata Maria.


Maria mencari orang yang ingin membeli tanah yang dia lelang.


----Mall Alexander----


“Reyna, ngapain kita kesini?” tanya Yuna ke Reyna berada didepan salon.


“Tentu saja Reflesing. Ayo, kita masuk sekarang.” kata Reyna memegang tangan Yuna dan masuk ke salon.


“Kenapa reflesing harus kesalon?” tanya Yuna dengan bingung.


“Kau hari ini banyak pikiran jadi jangan pikirkan hal yang lain. Aku ingin kau menikmatinya juga. Aku ingin kau merubah penampilanmu yang seperti kampungan ini.” kata Reyna melihat penampilan Yuna seperti kampungan.


Yuna bingung dengan kata Reyna kenapa dia berpikir penampilan aku seperti anak kampungan padahal dia sendiri juga berpakaian kampungan. Tapi Yuna tidak berani bilang karena takut membuat Reyna tersinggung.


Yuna masih belum tau kalau Reyna merubah penampilannya sebagai gadis culun dan menyembunyikan penampilan aslinya didepan semua orang.


Reyna menyuruh orang salon untuk memperbaiki gaya rambut Yuna. Reyna juga memesan massage untuknya dan Yuna. Yuna hanya diam saja dan tidak bisa menolak karena Reyna sudah membayar DP-nya.


Disisi lain Ren dan yang lain sedang minum di Mall.


“Ren, ngapain kita ke Mall?” tanya Andrew.


“Apa ada yang ingin kau beli?” tanya Kai.


“Tidak ada. Hanya ingin kesini saja.” kata Ren sambil minum cappucino dengan pelan.


“Jika tidak ada yang mau dibeli, ngapain ke mall?” tanya Kai.


“Insting aku berkata kalau Reyna ada di Mall.” kata Ren.


“Insting dari mana kau tau Reyna ada dimall?” tanya Andrew menaikkan sebelah alisnya.


“Mungkin karena rindu dengannya.” jawab Ren cepat.


“Kenapa kau tidak telp Reyna saja?” kata Kai.


“Sudah aku telp berkali-kali tidak diangkat bahkan WA aku tidak dibaca.” kata Ren mengedus kesal.


“Kau kesal dengan Reyna karena tidak mengangkat telpon mu?” tanya Kai.


“Kenapa kau tidak lacak lokasi Hp Reyna? Bukankah kau pandai IT?” tanya Andrew membuat Ren terdiam dsan menatap Andrew.


“Benar juga. Kenapa kau tidak bilang dari tadi Andrew.” kata Ren dengan kesal pada Andrew karena tidak mengatakannya dari tadi sampai memukul meja dengan agak keras.


“Kenapa aku yang kena marah? Harusnya kau tau sendiri dong. Aku kan hanya bilang lacak lokasi Reyna.” kata Andrew membela diri.

__ADS_1


“Harusnya kau bilang dari awal. Kalau begini kenapa aku harus ke Mall mencari Reyna dengan susah payah.” kesal Ren membuka Hp-nya dan mencari lokasi Reyna.


“Kenapa aku merasa Ren tidak bisa berpikir jernih kalau berurusan dengan Reyna?” tanya Andrew ke Kai.


“Dia memang tidak bisa berpikir jernih. Di lelang tadi saja aku pun heran dengan Ren, padahal dia bisa melacak lokasi Reyna malah mencarinya di CCTV di lobby lelang Gold.” kata Kai.


“Orang yang buta Cinta sudah bukan hanya tidak bisa berpikir jernih, malah meleleh didepan wanitanya bahkan mau bermesraan didepan orang tanpa rasa malu.” kata Andrew.


“Benar katamu. Aku bahkan setuju.” kata Kai.


“Apa yang kalian bicarakan dari tadi? Kita pergi sekarang juga.” kata Ren langsung berdiri dari kursinya.


“Apa kau sudah menemukan Reyna?” tanya Andrew.


“Ya, aku sudah menemukannya.” kata Ren.


‘Rey, sekali aku bertemu denganmu, aku tidak akan pernah melepaskanmu.’ batin Ren.


Ren, Andrew, dan Kai langsung pergi menemui Reyna.


***


“Reyna, apa benar ini aku?” tanya Yuna ke Reyna melihat mukanya dicermin.


“Ya, kau sangat cantik Yuna.” kata Reyna dengan senyum.


“Aku benar-benar tidak percaya kalau ini aku.” kata Yuna menatap cermin mukanya berubah dratis 180 derajat.


“Ayo kita pergi ketempat selanjutnya.” kata Reyna.


“Nanti kau akan tau.” jawab Reyna dengan senyum kecil.


“Ah ya, aku belum bayar.” kata Yuna ingin pergi ke kekasir bayar langsung dicegah Reyna.


“Tidak usah bayar Yuna. Aku sudah membayarnya.’ kata Reyna.


“Ta-tapi… Bukankah ini sangat mahal?” tanya Yuna.


“Tidak apa, karena aku yang mengajakmu jadi tidak usah bayar.” kata Reyna


“Ta-tapi Reyna…” Yuna ingin bicara langsung dipotong.


“Tidak apa Yuna. Anggap saja permintaan maaf aku karena tidak bisa mendapatkan tanah untukmu.” kata Reyna dengan senyum.


“Tapi Reyna… Soal tanah dan ini sangat berbeda.” kata Yuna tidak enak dengan Reyna.


“Sudah jangan dipikirkan lagi. Kita pergi ketempat selanjutnya.” kata Reyna langsung mengandeng tangan Yuna dan keluar dari salon.


Setelah Reyna dan Yuna pergi Ren dan yang lainnya datang ke salon.


“Apa kau yakin Reyna masuk kesalon Ren?” tanya Andrew.


“Benar, dia masuk kesini. Ayo masuk.” jawab Ren dengan pasti dan masuk ke salon.


Semua orang disalon terkejut melihat 3 orang tampan masuk ke salon.

__ADS_1


Ren tidak memperdulikan orang menatapnya langsung mencari Reyna didalam salon.


“Selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?” kata Kasir menatap takjub dengan wajah Andrew dan Kai.


“Kak aku mau tanya apa ada seorang gadis yang berpakaian besar kesalon ini?” tanya Kai.


“Gadis yang mana kak? Hari ini banyak gadis yang kesalon.” kata Kasir.


“Gadis yang berpakaian seperti culun dan berkacamata besar.” kata Kai.


“Ini fotonya kak.” Andrew langsung mengasih foto Reyna.


“Oh kalau gadis ini tadi barusan saja keluar dari salon.” kata Kasir itu.


“Kita telat semenit.” kata Kai.


“Apa kakak tau gadis itu pergi kearah mana?” tanya Andrew.


“Sepertinya mereka pergi kearah toko baju wanita.” jawab Kasir.


“Baiklah. Terima kasih kak.” jawab Kai.


“Tunggu sebentar. Kakak tadi bilang mereka? Apa gadis ini tidak datang sendirian?” tanya Andrew.


“Gadis ini tadi bersama dengan temannya.” jawab Kasir.


“Wanita atau Laki-laki?” tanya Andrew.


“Seorang gadis. Sepertinya mereka seumuran.” jawab Kasir.


“Oh.. Baiklah. Terima kasih kak.” kata Andrew.


“Kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya Kai.


“Aku pikir Reyna akan mengajak laki lain untuk membuat Ren cemburu. Ternyata dugaanb aku salah.” jawab Andrew.


“Apa kau berpikir Reyna akan membuat Ren cemburu lagi?” tanya Kai.


“Iya. Mereka kan tadi pagi bertengkar. Aku pikir Reyna ingin dendam sama Ren dengan mambawa cowok ke Mall.” kata Andrew.


“Reyna kan bukan orang seperti itu. Kau mungkin terlalu banyak berpikir.” kata Kai.


Kai lupa kalau dia pernah diajak jalan oleh Reyna untuk membuat Ren cemburu dengannya.


“Ren, ngapain kau masuk kedalam?” tanya Kai melihat Ren mendekat dengan wajah masam.


“Rey tidak ada.” jawab Ren dengan masam.


“Tentu saja dia tidak ada didalam karena dia baru saja keluar pas kita datang kesini.” jawab Kai.


“What!!! Jadi maksudmu kita telat datang?” tanya Ren dengan terkejut.


“Yes. That right!” jawab Kai dengan senyum.


“Kenapa aku selalu telat datang tiap ingin bertemu dengan Rey. Apa Rey sengaja melakukan ini untuk tidak bertemu dengan aku?” gumam Ren.

__ADS_1


“Mendingan kita pergi sekarang juga. Jika masih lama disini pasti kita akan telat lagi bertemu dengan Reyna.” kata Andrew.


__ADS_2