
“Kita pulang sekarang ya, sudah sore.” kata Ren melihat jam di tangannya ternyata sudah jam 5 sore.
“Benarkah? Tapi tas aku ada dikelas Ren.” kata Reyna baru ingat kalau tasnya masih di kelas.
“Nanti aku suruh Kai membawakannya kemari.” kata Ren sambil mengambil HP-nya disaku celananya langsung dicegah oleh Reyna.
“Jangan menghubungi dia. Aku nggak mau siapapun mengenal tentang kita.” Pinta Reyna melihat Ren mau menghubungi Kai.
“Tenang saja. Aku ada ide.” kata Ren dengan senyum langsung manghubungi Kai. Setelah selesai menghubunginya HP-nya langsung dimasukkan kekantong celananya.
“Kau tunggu aja disini. Biar aku ambil tasmu.” kata Ren sambil mengelus kepala Reyna dan langsung keluar kamar.
“Baiklah.” kata Reyna
Setelah 10 menit Kai langsung ke ruang kesehatan membawa tas Ren dan Reyna.
“Nih, tas mu dan gadis itu.” kata Ren yang memberikan tas Ren dan Reyna.
“Thanks. Kau tunggu disini.” kata Ren mengambil tasnya dan Reyna langsung masuk ke kamar memberikan tas Reyna.
“Rey, ini tasmu ya aku taruk disini.” kata Ren menaruk tas Reyna di meja.
“Thanks Ren.” kata Reyna dengan senyum.
“Nanti kau pulang gimana? Apa bisa pulang sendiri?” tanya Ren karena tidak mungkin Ren menemaninya pulang karena akan dilihat orang lain.
“Tenang aja. Nanti ada yang menemani aku pulang.” kata Reyna dengan pasti.
“Benarkah?” kata Ren dengan curiga, karena Reyna baru masuk kekampus hari ini tidak mungkin punya teman.
“Iya. Benar kok. Pulanglah dulu Ren.” kata Reyna dengan yakin.
“Baiklah, Jika terjadi sesuatu hubungi aku ya. Ini nomor aku.” kata Ren sambil mengasih nomornya ke Reyna.
“Ok. Thanks.” kata Reyna dengan senyum.
“Aku pergi dulu. Sampai ketemu besok My Sweety.” kata Ren dengan manis sambil mencium dahi Reyna dan langsung keluar kamar.
“Ayo kita pulang.” kata Ren ke Kai yang menunggunya di luar kamar.
“Apa kau mengenal gadis itu Ren?” tanya Kai yang melihat Ren sudah keluar kamar.
“Tidak!” kata Ren dengan tegas.
__ADS_1
“Kalau tidak kenal kenapa tadi kau mau menggendongnya ke ruang kesehatan dan malahan mengantarkan tasnya ke gadis itu?” tanya Kai dengan bingung.
“Pertama, kenapa aku mau mengantarnya ke ruang kesehatan karena aku tidak mau ikut kelas dan aku menggendongnya karena supaya cepat. Kedua, kenapa mengantarkan tasnya karena sekalian aja membawanya kan 1 arah kita keluar kampus.” kata Ren dengan santai.
Kai langsung mengangguk mengerti.
“Baiklah kalo itu maumu. Kupikir kau ada hubungan dengan gadis itu, karena sangat jarang aku melihat kau pergi mau membantu seorang gadis.” kata Ren.
“Coba kau pikir. Apa mungkin aku mau sama gadis kayak gitu, dia bahkan bukan tipeku.” kata Ren sambil membuka Hpnya.
“Iya juga ya… Hahahaha…” kata Kai dengan tertawa.
“Kita pergi ke Market dulu, ada yang mau ku beli.” kata Ren langsung ke market naik mobilnya.
“Ok, Sekalian aku juga mau belanja.” kata Kai langsung masuk kemobil.
“Emangnya kau mau beli apa?” tanya Ren
“Belanja sabun, Shampoo, Dan lain-lain.” kata Kai dengan santai
“Apa kau yakin?” tanya Ren dengan curiga kalo Kai tidak mungkin membeli sabun aja di market.
“Ya iya lah. Emang kau pikir aku beli apa?” tanya Kai dengan heran.
"Sialan kau. Kau pikir uang bulanan aku hanya untuk main beli game aja.” kata Kai dengan kesal mendengar kata Kai.
Ren hanya terkekeh mendengar kata Kai dan mereka langsung pergi ke Market.
----Sementara Itu Di Ruang Kesehatan----
“Huft…. Bagaimana ini?” Reyna menghela nafasnya karena tidak bisa pulang karena kakinya masih sakit.
Reyna sangat tidak suka merepotkan orang lain, maka dari itu dia melakukan semuanya sendiri.
Reyna mengambil tongkat disamping kasur langsung saja turun dari kasur. pas Reyna sudah berdiri dia merasakan sangat sakit kakinya dan dia menahannya.
‘Akh… Sakittt… Bagaimana aku bisa pulang kalau kaki aku masih sesakit ini.’ kata Reyna dalam hati sambil menahan rasa sakit dikakinya.
Akhirnya Reyna berjalan dengan pelan sambil pakai tongkat dan mengambil tasnya. Disaat mengambil HP-nya di meja Reyna melihat dompet Ren yang tertinggal.
“Ini kan punya Ren, Apa dia ketinggalan dompetnya? Mendingan aku telp kasih tau sama Ren.” kata Reyna sambil telpon Ren. Di deringan pertama telponnya langsung sibuk, Reyna mencobanya lagi sampai ke tiga kalinya tidak diangkat. Akhirnya Reyna WA ke Ren mengatakan kalau dompetnya ketinggalan.
Setelah selesai Reyna langsung aja keluar kampus dan duduk di kursi dekat kampus sambil menunggu Ren. tiba-tiba ada yang berteriak ke Reyna.
__ADS_1
“HEY, Culun!!” teriak marah Cecilia yang melihat Reyna duduk dikursi.
Reyna langsung aja melihat kebelakang ternyata Cecilia dan Serina menatapnya dengan marah.
“Ada apa?” tanya Reyna dengan pelan.
“Sialan kau, gara-gara kau aku kena marah sama dosen karena telat masuk kelas karena beraninya kau memesan Ramen aku dengan LV tertinggi ditambah 10 buah cabe setan!! Apa kau ingin aku mati!!” teriak Cecilia dengan marah dengan emosi tinggi.
“Oh.. Bukankah enak ramennya?” kata Reyna dengan santai.
“Otakmu enak! Kau hanya orang kampung beraninya kau menantangku!” kata Cecilia dengan marah besar.
“Siapa yang menantangmu? Aku kan tidak melakukan apa-apa.” kata Reyna berpura-pura terkejut.
“Jangan berpura-pura culun! Kalau bukan kau siapa lagi yang memesan??!!” Teriak Cecilia
“Saya kan hanya melakukan apa yang kamu suruh. Kenapa kamu malah marah padaku.” kata Reyna dengan sedih.
“Sudah jangan berpura-pura kau! Aku tau kau itu sengaja! Biar aku kasih tau bagaimana cara kau tidak bisa menetangku!” kata Cecilia yang mengambil botol minum langsung menumpahkan ke kepala Reyna.
“Akh… Apa yang kamu lakukan?!” Teriak Reyna melihat Cecilia menumpahkan air dingin ke kepalanya dan Reyna langsung kedinginan.
Cecilia menumpahkan air ke Reyna langsung menampar kedua pipi Reyna
Plakk…
Plakk….
Reyna langsung kesakitan akibat tamparan Cecilia. “Sakit…. Apa yang kamu lakukan? Emangnya saya salah apa?” tanya Reyna menangis sambil memegang pipinya yang kesakitan.
Langsung saja Cecilia menarik rambut dengan kuat Reyna dan berteriak. “Ini hanya hukuman kecil yang aku kasih karena berani menantangku!”
“Hiks… Hiks… Sakit. Jangan tarik rambutku…” kata Reyna kesakitan karena Cecilia menarik rambutnya dengan kuat.
“Biar aku kasih hukuman supaya kau nggak bisa melawanku.” kata Cecilia yang membawanya ke WC.
Setelah sampai di WC Cecilia mengisi air di wastafel dan memasukkan kepala Reyna kedalam air. Reyna mau melawan tapi tidak bisa karena tangannya dipegang oleh Serena. Sesudah Cecilia menarik kepala Reyna yang bernafas sebentar langsung memasukkan kepalanya ke dalam air lagi. Sampai ke tiga kalinya Cecilia memasukkan kepala Reyna kedalam air dia langsung menendang perut Reyna.
“Uhuk… uhuk….” Reyna langsung kesakitan dan susah bernafas akibat kepalanya dimasukkan ke dalam air.
“Ingat! Jangan berani menantangku lagi kalau kau tidak mau lebih parah dari ini!” kata Cecilia sambil menujuk ke Reyna dengan nada marah. Saat mau menedang perut Reyna tiba-tiba terdengar suara didepan pintu.
“Apa yang kalian lakukan!” Teriak Orang itu.
__ADS_1