
"Bagaimana Tuan? Apakah ada di angkat?" tanya pengawal.
"Tidak. Sepertinya aku harus menyiksamu duluan." kata orang topeng ke Rayna.
Rayna yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat dan keluar air matanya.
"Jangan khawatir. Aku pasti akan membuat wajah cantikmu itu menjadi lebih cantik lagi." kata orang bertopeng mengeluarkan pisau kecil dari sakunya.
Baru saja pisau orang bertopeng menyentuh muka Rayna, terdengar suara dari pintu.
Tok Tok~
"Kau lihat siapa yang ketuk. Membuat aku kesal saja yang ketuk pintu itu. Baru saja aku mau memulai." kata Orang bertopeng ke pengawalnya.
"Ada apa?" tanya pengawal membuka pintu.
"Gawat, Bos. Teman kita semua pada di basmi." kata pengawal Ren berpura-pura menjadi anak buah mereka.
"APA!!" teriak sang Pengawal.
"Ada apa? Kenapa kau berteriak?" tanya orang bertopeng.
"Anak buah kita di basmi semua Tuan." kata Pengawal.
"Apa??!! Sejak kapan?? Bahkan aku tidak mendengar suara teriakan atau suara tembakan. Apa kau sedang bercanda dengan ku?" tanya orang bertopeng.
"Saya juga tidak tau Tuan. Anak buah kita memberikan laporan seperti itu pada saya." kata Pengawal.
"Sial! Kau pergi ke bawah sekarang dan melihat apa yang terjadi." kata orang bertopeng dengan marah menyuruh pengawalnya pergi melihat apa yang terjadi.
"Baik Tuan. Kalau begitu saya akan menyuruh dia untuk menjaga anda. Jika terjadi sesuatu maka dia akan melindungi anda." kata Pengawal.
"Kau pergi cepat sana. Jangan sampai terjadi sesuatu yang buruk." kata orang bertopeng.
"Kau jaga Tuan. Aku pergi melihat ke bawah apa yang terjadi." kata pengawal langsung turun ke bawah.
"Baik Bos." kata pengawal Ren.
"Cih! Itu karena kalian tidak becus menjaga. Bisa-bisanya kalian pas lagi kerja, malah berpesta di bawah. Apa yang kalian pikirkan?" kata orang bertopeng dengan marah dan kesal.
"Maafkan kami Tuan." kata pengawal Ren dengan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
'Kalian sama sekali tidak ada pengalaman dalam pekerjaan ini. Bahkan mana yang kawan dan musuh saja tidak tau.' batin pengawal Ren melihat orang bertopeng sedang kesal bahkan melemparkan semua barang di meja.
"Sepertinya suami mu lumayan juga ya, bisa membasmi anak buah pengawal aku." kata orang bertopeng ke Rayna.
"Bagaimana kalau aku lukai saja wajah mu yang jelek itu jadi cantik. Aku rasa nanti suami mu akan terkejut dengan wajah cantikmu." kata Orang bertopeng langsung mendekati Rayna. Sedangkan Rayna hanya menggelengkan kepalanya dan menangis.
"Coba saja kau lukai wajahnya, maka aku akan membuat wajah kau itu menjadi lebih baik dari padanya." kata Seseorang dengan dingin dan tajam.
Orang bertopeng itu mendengar suara yang di belakangnya langsung menoleh ke belakang. Baru saja menoleh, orang bertopeng itu terkejut tiba-tiba ada orang yang masuk di ruangannya.
"Siapa kalian? Dari mana kalian datang?" tanya orang bertopeng melihat ada penyusup yang masuk ke ruangan nya.
"Siapa kami bukan urusanmu. Jika kau melukai wajahnya sedikit saja atau tergores sedikit, maka aku akan membuat wajahmu menjadi lebih cantik." kata Reyna dengan dingin.
Reyna, Ren dan Calvin masuk ke dalam ruangan setelah pengawalnya sudah di basmi oleh pengawal Ren.
"Bagaimana caranya Rey? Dan juga apa kau yakin akan membuat wajah dia menjadi cantik?" tanya Ren.
"Aku bisa membuatnya sampai aku terpesona dengan wajah cantiknya." kata Reyna datar melihat Ren yang sudah menatap tajam Reyna yang berpikir kalau orang bertopeng itu lebih tampan darinya.
"Apa kau ingin bersama dengan pria busuk ini?" tanya Ren dengan dingin dan tajam.
"Ya... Bisa Iya... Bisa tidak..." kata Reyna santai membuat Ren sudah menahan amarahnya dan menatap tajam orang bertopeng.
Reyna melihat orang bertopeng itu menaruh pisau di leher Rayna langsung menatap tajam orang bertopeng itu.
Reyna dengan cepat melempar batu ke tangan orang bertopeng itu sampai pisaunya jatuh.
Setelah itu Calvin dengan cepat memukul pria bertopeng itu dengan kuat dan memukuli nya dengan bertubi-tubi.
Buk...
Buk...
"Rasain kau. Siapa yang menyuruhmu berani menculik istriku." kata Calvin dengan tajam dan tidak berhenti memukul Orang bertopeng dengan keras dan cepat sampai orang bertopeng itu tidak bisa melawannya.
"Apa kau baik-baik saja Rayna?" tanya Reyna membuka ikatan Rayna.
Setelah Reyna membuka lakban di mulutnya Rayna langsung menangis dan memeluk Reyna.
"Waaa... Aku takut sekali...." teriak Rayna memeluk Reyna dengan kuat dan gemetar.
__ADS_1
"Maaf kami terlambat. Kau tidak apa kan?" tanya Reyna dengan lembut.
"Hmm... Tidak apa.. A-Aku hanya ketakutan saja, berpikir kalau dia sudah membunuh aku." kata Rayna dengan suara gemetar.
"Sudah Ray, tidak apa. Ada kita di sini." kata Reyna dengan lembut.
"Mendingan bawa Rayna keluar istirahat dulu.." kata Ren melihat Reyna dan Rayna berpelukan.
"Ya. Ayo Ray. Kita keluar ya." kata Reyna dengan lembut.
Reyna baru saja mau berjalan keluar, langsung saja orang bertopeng itu menabrak Reyna dan Rayna. Orang bertopeng itu langsung di belakang Reyna dan menaruh pisau kecil di lehernya.
Sedangkan Calvin sudah jatuh di lantai karena lengah.
"Reyna!" teriak Rayna melihat Orang bertopeng itu menyandera Reyna.
"Jangan ada yang bergerak, jika tidak ingin dia mati!" teriak orang bertopeng yang masih menyandera Reyna.
"Memangnya apa yang kau inginkan?" tanya Ren ingin mendekat.
"Jangan bergerak atau mendekat jika ingin wanita ini selamat." kata Orang bertopeng.
"Kau mau apa?" tanya Ren.
"Harusnya kau tau apa yang aku pikirkan. Juga aku ada sandera wanita yang lemah ini." kata pria bertopeng.
"Hmm... Aku ingin memberitahukan mu satu hal." kata Ren dengan datar melihat Reyna yang sedang di sandera nya.
"Apa?" tanya pria bertopeng.
"Kau salah menyandera orang, Tuan." kata Ren dengan senyum.
"Apa?"
Pria bertopeng baru saja melonggarkan pisaunya, Reyna dengan cepat memukul perut orang bertopeng itu dengan sikunya.
"Akh..." orang bertopeng itu kesakitan sampai memegang perutnya.
Setelah Reyna lepas dari orang bertopeng itu langsung saja Reyna memukul perut orang bertopeng itu 4 kali dan menendang kepala orang bertopeng ke dinding samping dindingnya retak.
Ren : "...!!!"
__ADS_1
Semua orang di sana merasa ngeri dan ketakutan melihat Reyna memukul orang bertopeng itu, bahkan Ren membulatkan matanya terkejut melihat Reyna bisa menghancurkan dinding itu dengan kakinya.
"Kau sudah salah menyandera orang. Jika itu Rayna maka kau sudah bisa keluar dari sini, jika itu aku maka kau siap-siap kena batunya." kata Reyna dengan datar melihat orang bertopeng itu sudah tidak sadarkan diri dan masih tersangkut di dinding.