Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 49 – BALAS DENDAM


__ADS_3

Maria mengedus kesal karena Ren dan yang lain tidak memperdulikan mereka. Ren, Kai dan Andrew masuk ke ruangan lelang A.


“Kai, kau pergi beli minum untuk kita.” kata Ren ke Kai yang baru masuk ke Lelang.


“Kenapa harus aku? Kenapa sebelum masuk gedung tidak bilang?” Kai mengedus kesal ke Ren.


“Bukankah kau yang mengajak aku ke lelang? Jadi kau harus beli minum untuk aku. Aku mau cappuccino.” kata Ren dengan datar.


“Kalau aku teh manis.” kata Andrew.


“Kenapa kau ikutan Andrew.” kata Kai menatap tajam Andrew.


“Biar sekalian belinya, belinya kan ditempat yang sama.” jawab Andrew dengan senyum.


“Kalian menganggap aku seperti pembantu tau.” kata Kai dengan kesal.


“Anggap saja itu hukumanmu.” jawab Andrew.


“Hukuman akukan sudah selesai.” kata Kai.


“Kau pergi beli atau aku suruh kau besok jadi pembersih lapangan selama bazar Kai.” kata Ren dengan intimidasi.


Kai terkejut dengan kata Ren kalau besok jadi pembersih selama bazar. Takut tubuhnya tidak kuat membersihkan lapangan di kampus bazar yang sangat luas. Kai mengedus kesal terpaksa pergi beli minum untuk Ren dan Andrew.


“Apa kau tidak terlalu keterlaluan Ren. Kai sudah capek mengurus tugasmu dan patroli di kampus.” kata Andrew.


“Emangnya aku peduli.” kata Ren dengan dingin.


“Apa kau tidak bisa baik sedikit padanya?” tanya Andrew.


“Sudah, jangan dibahas lagi mendingan kita masuk ke dalam.” kata Ren mengajak Andrew masuk ke dalam.


Andrew menghela nafasnya karena Ren masih belum puas menghukum Kai. Andrew langsung mengikuti Ren masuk kedalam. Ren dan Andrew masuk kedalam ternyata lelangnya sudah dimulai.


“Baiklah permisa, selanjutnya tanah di High Hells harga awal dijual dengan harga 200 juta.” kata pembicara.


“Wah… sepertinya benar rumor tanah itu palsu. Harga awal saja dijual dengan harga 200 juta.”


“Benar, kalau benar itu tanah baru pasti harus mulai dengan harga 1 miliar.”


Banyak orang di ruangan itu berbisik-bisik bahwa tanah terbaru itu palsu. Hanya beberapa orang yang menaikkan harga sampai harga 800 juta.


“Nih minuman kalian.” kata Kai yang baru saja duduk dikursinya.


“Tumben lama.” kata Andrew mengambil minumannya.

__ADS_1


“Harusnya kalian tau alasannya kenapa aku bisa lama.” kata Kai dengan cuek sambil meminum jus.


Andrew hanya tersenyum melihat Kai cuek dengannya karena Andrew tau Ren memesan cappuccino ditempat langganannya banyak orang.


“Apa tanah terbaru itu sudah keluar?” tanya Kai.


“Ini lagi dilelang.” kata Andrew.


“800 juta? Apa tidak salah dengan harganya?” tanya Kai melihat harga lelang tertinggi.


“Benar. Mungkin tanah itu palsu makanya tidak ada yang mau. Bahkan yang menaikkan harganya saja baru 3 orang.” kata Andrew dengan senyum.


“Apa kau serius itu tanah palsu?” tanya Kai menatap Andrew tidak percaya


“Benar kemungkinan besar tanah itu palsu. Harga awal lelang saja 200 juta.” kata Andrew.


“What? 200 juta? Mereka tidak salah kasih harga?” tanya Kai dengan tidak percaya.


“Benar 200 juta. Kenapa aku harus berbohong?” kata Andrew dengan senyum tipis.


“Wah siapa yang berani membuat rumor tanah itu asli?” tanya Kai.


“Entahlah. Mungkin hanya ingin tanahnya dijual dengan harga mahal. Benarkan Ren?” kata Andrew ke Ren yang dari tadi diam saja.


“Entahlah. Aku bahkan tidak perduli dengan tanah baru itu.” kata Ren yang tidak tertarik dengan lelang ini. Mata Ren dari tadi melihat sekelilingnya mencari Reyna bahkan mencoba telpon nomornya tidak diangkat dari tadi. Ren berpikir Reyna pasti ditempat ramai sampai tidak menjawab telponnya.


***


“Reyna, sepertinya HP kau bergetar? Apa tidak lihat?” tanya Yuna.


“Tidak apa. Hanya ada seseorang yang tidak penting aku.” jawab Reyna dengan datar.


“Kau keluar saja telpon dengan orang itu. Disini biar aku yang jaga.” kata Yuna.


“Tidak usah Yuna. Jika aku angkat atau chatting dengannya pasti mulut dan tangan dia tidak berhenti. Kau tenang saja nanti setelah lelang selesai aku akan menghubunginya.” kata Reyna.


“Baiklah.” kata Yuna.


Reyna sekilas melihat HP-nya ternyata Ren menelpon dan banyak WA yang masuk. Reyna hanya menghela nafas pasti Ren ingin bertanya dimana keberadaannya. Jika Reyna mengasih tau keberadaannya pasti Ren akan langsung kemari.


Reyna dan Ren tidak tau kalau mereka di tempat dan ruangan yang sama.


“Yuna, naikkan lagi harganya.” pinta Reyna.


“Eh.. tapi Reyna kemungkinan tanah ini palsu. Mendingan jangan ikutan.” kata Yuna dengan pelan.

__ADS_1


“Naikkan saja. Karena lelang tanah hanya ada 3 dilelangkan hari ini dan ini yang ke-2. Mendingan  kita ambil.” kata Reyna.


“Tapi Reyna…” kata Yuna dengan ragu.


“Jika kita menunggu tanah terakhir dan kemungkinan besar kita tidak mendapatkannya, karena pasti banyak orang yang menginginkannya.” kata Reyna.


“Tapi Reyna tempat tanah ini sangat jauh dari kota.” kata Yuna.


“Percaya pada aku Yuna. Naikkan harganya. Nanti papamu tidak bisa buka usahanya kalau tidak mendapatkan tanah.” kata Reyna membujuk Yuna supaya percaya padanya.


“Baiklah.” kata Yuna dengan sendu.


Yuna menaikkan harganya menjadi 1 miliar membuat semua orang melihat ke Yuna.


“Siapa gadis itu? Apa dia gila membeli tanah itu dengan harga 1 Miliar.”


“Apa dia tidak tau wilayah itu sangat tidak bagus? Wilayah itu sangat jauh dari kota.”


“Apa dia ingin membuka usaha kecil?”


“Jika buka usaha kecil juga tidak ada untungnya? Disana banyak preman yang berkeliaran.”


Banyak orang memandang Yuna dan Reyna membeli tanah diwilayah High Hells dengan tidak percaya membeli tanah diluar kota dengan harga 1 miliar.


Tanah High Hells itu tempat banyak preman dan banyak orang yang curang dalam usaha membuat tempat itu menjadi tempat tidak tau aturan dan banyak masalah.


“Naikkan lagi harganya.” kata seorang wanita yang menatap Yuna dengan sinis.


“Ta-tapi nona, nanti papa nona bisa marah besar. Bukankah tuan mengatakan bahwa nona tidak boleh mengikuti lelang ini.” kata Seketaris.


“Lakukan saja apa yang aku bilang.” bentak wanita mentap tajam seketaris papanya.


Seketaris hanya bisa pasrah dan menaikkan harganya.


“No 7 1.2 Miliar.”


Reyna dan Yuna terkejut mendengar suara ada orang yang menaikkan harganya. Reyna melihat didepannya ada wanita yang menatap sinis dengannya.


“Siapa wanita itu?” tanya Reyna.


“Ma-maria…” kata Yuna dengan pelan.


“Kenapa? Apa kalian sudah tidak punya uang lagi untuk membeli tanah?” tanya Maria dengan sinis menatap Reyna dan Yuna.


Setelah Ren dan yang lain meninggalkan Maria, Mari telpon papanya supaya mengikuti lelang. Awalnya Papanya tidak ingin Maria mengikuti lelang karena lelang yang mereka inginkan tidak akan keluar.

__ADS_1


Maria menceritakan bertemu dengan Reyna dan Yuna membuatnya kesal dan dia ingin balas dendam. Papanya mendengarkan cerita Maria tetap saja menolak untuk tidak mengikuti lelang itu.


Maria kesal dengan papanya karena tidak mengizinkannya. Akhirnya Maria diam-diam mengikuti  lelang. Sebelumnya Maria sudah daftar sehari sebelum lelang dimulai atas nama papanya tanpa sepengetahuan papanya.


__ADS_2