Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 242 - KE RUMAH NENEK


__ADS_3

Reyna dan yang lain sudah 3 hari di Mansion Gale. Mereka semua setelah hari kejadian Gale dan Aizen mencari para wanita, Gale dan Aizen tidak bertemu dengan Hana dan Siska.


Bahkan Gale dan Aizen tidur di perusahaan Gale karena Siska tidak mengijinkan Gale dan Aizen tidur di Mansion maupun rumah sebelah karena mereka pasti akan bertemu.


"Kita mau pergi kemana, Aunty?" tanya Rachel.


"Ra-ha-sia."


"Ehh..... Aunty menyebalkan..." Keluh Rachel sambil mengembungkan pipinya membuatnya semakin imut.


"Aunty tidak menyebalkan tapi suka iseng denganmu." kata Reyna dengan senyum.


"Itu sama saja Aunty...." keluh Rachel semakin kesal.


"Sabar.. Rachel... Sebentar lagi kita akan sampai tujuan. Tidak lama. 10 menit." kata Reyna dengan senyum.


"Lama....  Rachel ingin tahu sekarang." protes Rachel sampai memukul kursi depan Reyna.


"Rachel, tidak boleh." kata Rayna menghentikan Rachel memukul kursi.


Reyna dan yang lain sedang dalam perjalanan. Reyna ingin pergi kesuatu tempat bersama Rayna dan Rachel, tentu saja Siska dan Hana juga ikut. Sedangkan Ren berada di mobil yang berbeda dengan Reyna.


"Kenapa harus ikut dengan kalian?" tanya Ren dengan kesal karena mobilnya berbeda dengan Reyna.


"Kenapa kau masih marah? Bukankah kau pasti akan bersama kita?" tanya Calvin.


"Tidak! Aku rasa aku tidak akan mau pergi bersama kalian." kata Ren.


"Kenapa kau tidak menyetir saja sendiri? Kau bisa mengemudi kan? Kau mengemudi, lalu aku pergi ke tempat Rey." kata Ren menyuruh Calvin mengemudi.

__ADS_1


"Boleh. Tapi jika aku kena tilang, maka aku akan menuduh mu karena telah menyuruh aku menyetir." kata Calvin dengan santai.


"Tidak masalah. Dan lagi bukan aku yang mengemudi." kata Ren dengan santai.


"Kalau begitu nanti aku juga akan mengatakan pada Reyna kalau kau menyuruh polisi untuk mengtilang ku." kata Calvin.


"Aku hanya tinggal bilang kalau kau yang ingin mengemudi." kata Ren dengan santai.


"Baik. Kalau begitu aku beritahu Reyna sekarang. Jangan salahkan aku kalau Reyna marah padamu." kata Calvin langsung mengeluarkan Hp nya dan menelpon Reyna.


"Jangan berani kau telpon dia." teriak Ren dengan marah.


"Kalau begitu cepat jalan. Bukankah kalau kita cepat sampai, kau akan bertemu dengan Reyna?" tanya Calvin.


"Benar juga. Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Kalau begitu kenapa aku menyuruhmu mengemudi? Yang ada aku akan lama sampainya." kata Ren langsung tancap gas dan jalan dengan cepat.


Calvin dan yang lain hanya tersenyum melihat Ren dengan cepat memajukan kecepatan mobilnya.


"Rey, ini rumah siapa?" tanya Rayna melihat Mansion besar.


"Nanti kau akan tahu. Ayo masuk ke dalam." Reyna mengajak Rayna masuk ke dalam Mansion.


"Selamat datang Nona. Selamat datang Nyonya." pelayan menyambut Reyna dan yang lain.


"Apa Tuan kalian ada di rumah?" tanya Siska.


"Tuan besar sedang berada di ruang kerja, sedangkan Nyonya besar di Taman belakang." kata Pelayan.


"Kalau begitu kita ke taman belakang." kata Reyna mengajak Rayna dan Rachel ke taman belakang.

__ADS_1


"Mama dan Tante Hana ke atas ya. Kalian lihat saja tama di belakang dan sambil lihat lihat." kata Siska.


"Ok Ma." kata Reyna.


Reyna mengajak Rayna dan Rachel ke belakang melihat taman.


"Aunty.. Aunty... Tamannya luas benar Aunty." kata Rachel.


"Pergilah bermain. Tapi jangan jauh jauh ya." kata Reyna.


"Ok Aunty." kata Rachel dengan senyum langsung berlari ke taman.


"Aku menemani Rachel aja ya. Takut dia tersesat." kata Rayna.


"Taman yang seluas ini tidak ada apa-apa tidak akan tersesat Ray. Kecuali kalian jangan masuk ke hutan saja." kata Reyna.


"Ok." Rayna langsung mengejar Rachel. Sedangkan Reyna dia pergi menemui seseorang.


Reyna melihat Seorang wanita yang cantik yang seperti masih menawan. Reyna mendekati wanita itu dengan pelan.


"Nenek..."


"Reyna.. Kau sudah balik." wanita itu mendengar ada yang memanggilnya langsung melihat ke Reyna.


"Ya. 3 hari lalu aku balik." kata Reyna langsung memeluk neneknya.


"Nenek sangat merindukan mu. Ayo duduk, ada banyak yang ingin nenek bicarakan padamu." kata Sang Nenek langsung menyuruh Reyna untuk duduk.


Reyna dan neneknya berbincang-bincang berdua, sementara Rayna dan Rachel asyik bermain di taman.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2