
“Alasan pribadi.” jawab Reyna dengan senyum tipis.
“Baiklah. Apa kau sudah mencoba makan di dalam?” tanya Miyuki. Miyuki tidak bertanya lebih lanjut karena Reyna tidak ingin membicarakannya.
“Sudah beberapa makanan ku coba.”
“Ayo masuk ke dalam. Di sini banyak angin nanti bisa sakit.” kata Miyuki mengajak Reyna masuk ke dalam Gedung.
Reyna hanya mengikuti Miyuki saja. sebenarnya Reyna masih belum ingin masuk karena pasti Ren sedang mencarinya.
Miyuki mengajak Reyna makan kue di slaah satu meja. Mereka berdua saling berbicara sambil menikmati makan.
Ren yang sedang mencari Reyna akhirnya ketemu Reyna yang sedang makan kue bersama seseorang. Ren langsung saja mendekati Reyna dengan Langkah cepat.
“Rey…” Ren melihat Reyna langsung saja memeluknya.
Reyna mendengar suara Ren langsung menoleh. Reyna terkejut tiba-tiba Ren memeluknya. Reyna dengan cepat menjauhkan tubuhnya pada Ren. Miyuki terkejut melihat lelaki tiba-tiba memeluk Reyna.
Ren langsung saja menggenggam tangan Reyna dan membawa Reyna keluar. Miyuki terkejut melihat lelaki membawa sahabatnya pergi langsung saja ikut Ren. Miyuki takut Ren melakukan sesuatu pada Reyna.
Ren membawa Reyna ke slaah satu ruangan yang sepi dan tidak ada orang. Reyna hanya ikut Ren saja karena tahu apa yang akan Ren lakukan.
“Apa?” tanya Reyna.
Ren melepaskan tangan Reyna dan melihat ke Reyna. Ren melihat mata biru Reyna yang cantik itu.
“Apa? Kenapa kau membawa ku kesini?” tanya Reyna.
“Kenapa? Bukankah kau sudah tahu jawabannya?” tanya Ren memeluk Reyna dengan lembut.
“Bukankah kau lebih suka dengan tunangan baru mu?” tanya Reyna tidak membalas pelukan Ren.
“Tidak! Aku bukan tunangannya. Tunangan aku hanya kau dan kau satu-satunya yang akan menjadi Istriku selama akhir ayatku.” kata Ren dengan tegas.
“Benarkah?” tanya Reyna dengan senyum mendengar perkataan Ren.
“Tentu saja. Apa aku perlu membuktikanya padamu?” tanya Ren dengan senyum.
Ren mencium Reyna dengan lembut. Reyna hanya diam saja dan membiarkan Ren mencium sepuasnya.
“Apa aku perlu memberitahu kalau kau adalah milikku?” tanya Ren setelah cium dengan Reyna.
“Aku rasa masih belum saatnya. Entah kenapa aku punya perasaan buruk jika aku datang ke sini.” kata Reyna.
__ADS_1
“Perasaan buruk? Apa terjadi sesuatu?” tanya Ren.
“Entahlah. Aku juga tidak tahu. Tapi insting aku berkata akan terjadi sesuatu di acara ini.” kata Reyna dengan perasaan instingnya.
“Apa kau pulang saja? Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu.” kata Ren dengan lembut dan cemas jika terjadi sesuatu pada Reyna.
“Tidak apa. Dan lagi aku ini kuat.” kata Reyna dengan seny um percaya diri.
Ren tersenyum mendengar kata Reyna. Ren mencium dahi Reyna dengan lembut.
“Aku percaya. Dan lagi jika terjadi sesuatu padamu, maka aku akan turun tangan. Walaupun kau menyuruh mengrahasiakan hubungan kita ke semua orang tapi aku lebih mementingkan dirimu dari pada hubungan kita. Mengerti?” kata Ren dengan tegas.
Ren tidak mau Reyna terluka karena jika itu terjadi Ren tidak perduli lagi dengan rahasia mereka sebagai pasang kekasih. Ren lebih mementingkan keselamatan Reyna dari pada hubungan di ketajui oleh orang lain.
“Aku tahu. Kau apsti lebih mementingkan diriku dari pada hubungan kitakan. Karena itulah aku tahu mencintaiku dengan selubuk hatimu.” kata Reyna dengan senyum.
Reyna mencium Ren dengan lembut. Ren hanya tersenyum dan senang, Ren membalas ciuman Reyna. Setelah ciuman Ren dan Reyna saling pandang dan tersenyum.
TOK
TOK
“Reyna…”
Reyna melihat ke pintu ternyata Miyuki mengetok pintu karena Reyna tidak berkunjung keluar.
“Ya. Dia sahabat ku di luar negeri. Kebetulan dia ada di negara ini. Miyuki yang mengajak aku ke acara Reuni ini.” ajwab Reyna.
“Pantas saja kau bisa ada di sini. Ternyata teman mu yang mengajakmu. Aku sanagt penasaran semenjak kau bisa ada di sini sedangkan kau tidak mengenal semua orang yang ada di acara.” jawab Ren dengan senyum.
Ren dari awal sangat penasaran kenapa Reyna bisa datang keacara Reuninya. Mendengar jawaban dari Reyna, Ren akhirnya tahu.
“Reyna, apa kau tidak apa?” tanya Miyuki langsung memeluk Reyna dan menatap tajam Ren.
“Aku tidak apa. Maaf mambuatmu khawatir.” jawab Reyna dengan senyum.
Reyna tahu kalau Miyuki pasti ingin membuat perhitungan pada Ren karena berani mengambilnya. Ren yang melihat tatapan Miyuki hanya berwajah datar saja dan tidak takut, karena Ren tidak melakukan apapun pada Reyna.
“Apa?” tanya Ren melihat Miyuki menatapnya dengan tajam.
“Siapa kau? Apa perlu kau dengan sahabatku?” tanya Miyuki menatap tajam Ren.
“Aku hanya menayakan sesuatu padanya saja. Kenapa? Aku tidak melakukan apapun padanya.” kata Ren dengan datar.
__ADS_1
Ren tidak memberitahu Miyuki kalau dia takut Reyna marah padanya.
“Kalau menayakan sesuatu kenapa sampai masuk ke dalam ruangan ini. Jika kau melakukan sesuatu pada Reyna maka kau akan tahu akibatnya.” kata Miyuki menatapa tajam Ren.
Ren hanya diam saja dan tidak takut dengan ancaman Miyuki. Ren melihat ke Reyna seperti menayakan boleh bilang hubungan mereka. Ren melihat Reyna hanya menggelengkan kepalanya hanya diam dan mengerti.
“Aku pergi dulu karena urusanku sudah selesai.” kata Ren dengan datar lagnsung pergi meninggalkan Reyna dan Miyuki.
“Reyna, apa benar kau tidak apa? Dia tidak melakukan apapun padamu kan.” kata Miyuki dengan cemas.
“Tidak apa. Dia hanya ingin menayakan sesuatu saja dan dia tidak ingin orang lain mengetahuinya.” kata Reyna dengan senyum.
“Syukurlah kau baik-baik saja. Jika dia melakukan sesuatu padamu, bilang padauk. Aku akan menghajarnya.” kata Miyuki dengan tegas. Miyuki tidak akan membiarkan Ren menyakiti Reyna.
“Tenang saja. Dia tidak akan bisa melakukan apapun padauk.” kata Reyna dengan pasti.
“Kenapa?” tanya Miyuki.
“Kau harusnya sudah tahu jawabannya.” kata Reyna.
Miyuki memukul dahinya, dirinya lupa kalau Reyna bisa bela diri. Miyuki yakin kalau Reyna tidak akan kalah dengan Ren.
“Sudah jangan di bicarakan lagi. Kita pergi makan saja.” kata Reyna mengajak Miyuki pergi makan dan meminta jangan membahasnya lagi.
Miyuki hanya mengangguk dan mengikuti Reyna pergi makan di acara.
Miyuki masih belum tahu kalau Ren tidak bisa memukul Reyna bukan karena Reyna bisa bela diri, tapi karena Ren adalah pacar Reyna makanya Ren tidak akan menyakiti Reyna.
Ren sedikitpun tidak akan mau memukul Reyna apalagi seorang Wanita. Menurut Ren Wanita tidak di pantas di pukul karena memukul Wanita bukanlah seorang lelaki sejati.
***
"Kita sudah sampai nona."
"Ayo turun."
"Ini dimana Sara?" tanya Rayna melihat gedung tinggi. Rayna punya firasat buruk.
"Bukankah aku sudah bilang kalau kita akan ke acara." kata Sara.
"Aku rasa aku pulang saja. Anak dan suami ku sudah menungguku." kata Rayna tidak ingin masuk ke dalam.
"Ayolah kita sudah sampai tujuan kau tidak mau masuk. Tenang saja kita akan sebentar saja." kata Sara memaksa Rayna keluar dari mobil dan masuk ke dalam gedung.
__ADS_1
'Kenapa aku merasa kalau Sara akan melakukan hal buruk untukku.' gumam Rayna.
T.B.C