Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 114 – INFORMASI


__ADS_3

“Ren kemana?” tanya Kai mencari Ren tidak ketemu.


“Tidak tau. Reyna juga tidak kelihatan.” kata Andrew juga tidak melihat Reyna.


“Jangan bilang kalau dia sudah pulang.” kata Aderald.


“Jangan bercanda. Padahal acaranya sudah mau dimulai.” kata Elard.


“Apa orang tuanya sudah datang?” tanya Kai.


“Sudah. Mereka sudah masuk.” jawab Aderald.


“Bagaimana kalau mereka menanyakan Ren?” tanya Kai.


“Bilang saja dia sudah datang. Apa pula susahnya.” jawab Andrew.


“Benar. Ren kan memang sudah datang.” kata Carlos.


Mereka berempat berbincang-bincang sampai seorang wanita mendekati mereka.


“Kai, Andrew.. Kalian sudah datang?” kata seorang wanita.


Semuanya langsung menoleh ke arah suara tersebut.


“Tante Hana. Kami baik tante. Apa kabar tante.” kata Kai menyapa wanita tersebut.


“Baik. Dimana Ren? Apa dia tidak bersama dengan kalian?” tanya Hana mencari keberadaan Ren.


“Ren sudah datang tante, cuma dia pergi entah kemana. Biasa dia orangnya tidak suka diam saja jika ada acara.” kata Andrew.


“Tumben dia mau ikut. Biasanya jika ada acara seperti ini dia tidak akan mau ikut. Bahkan tante, ibu kandungnya sendiri saja susah diajak. Beruntung Ren punya teman seperti kalian dan bisa membujuknya datang kesini.” kata Hana dengan senyum mendengar Ren sudah datang.


Kai dan yang lain hanya tersenyum saja. Ibu Ren pasti tidak tau kalau bukan Kai dan yang lain mengajaknya datang ke acara tapi Reyna. Jika dia tau kalau gadis yang membawanya datang bagaimana reaksi ibunya?


“Karena Ren sudah datang jadi tante sekarang harus menghubunginya. Anak satu ini sangat susah kalau di suruh pulang. Makanya tante memaksanya untuk ikut acara ini supaya dapat menemuinya.” kata Hana langsung mengeluarkan Hp nya dan telpon Ren.


“Kenapa anak ini tidak mengangkat telponnya?” kata Hana dengan kesal. Hana tidak mau putus asa langsung berkali-kali menelpon anaknya Ren.


“Apa kalian tau kemana Ren pergi?” tanya Hana pada Andrew.


“Tidak tau tante. Dia memang tadi ada bersama dengan kami. Tapi pergi ambil minum sampai sekarang belum kembali.” kata Andrew.


“Kenapa anak satu ini susah diatur sih!” gumam Hana dengan kesal.

__ADS_1


“Kalian semua bantu tante cari Ren sekarang. Jika sudah ketemu dengannya, panggil tante langsung.” kata Hana


Andrew dan yang lainnya saling menatap satu sama lain mendengar Ibu Ren menyuruh mencari Ren. Ruangan ini sangat luas tidak tau mau cari Ren kemana.


“Apa tidak telpon Ren saja tante?” tanya Kai merasa tidak ingin mencari Ren karena merasa lelah.


“Ren tidak menjawab telponnya. Coba kalian telpon dia. Jika dia menjawab kasih sama tante, jika tidak kalian cari Ren sekarang juga dan bawa dia kedepan tante.” kata Hana.


Andrew dan yang lain merasa tidak ingin mencari Ren karena mereka semua lelah karena Ren sudah memukul mereka karena Ren bertengkar dengan Tuan Riku. Tapi mereka tidak bisa menolak karena itu adalah ibu kandung Ren. Mau tidak mau mereka pergi mencari Ren.


Jika Ibu Ren tahu kalau Ren bertengkar dengan tuan Riku. Bahkan memiliki pacar bagaimana reaksi Ibunya?


Sedangkan di disisi lain di ruangan Ren dan yang lain.


“Rui, pergi cari baju ganti untukku.” kata Riku.


“Sekalian punyaku juga.” sambung Ren.


“Baik Bos.” kata Rui langsung keluar cari baju ganti untuk Riku dan Ren.


“Rey, kau sangat kejam. Bisa-bisanya kau melemparkan sampah padaku.” kata Ren ke Reyna sambil membuka kancing bajunya.


“Itu salah kalian sendiri. Aku sudah bicara baik-baik tapi kalian malah memukul ku. Atau jangan-jangan kalian berdua sengaja melakukannya.” kata Reyna dengan santai.


“Apa dia memukulmu Rey?” tanya Riku sudah menatap tajam Ren.


“Bukan cuma hanya Ren tapi Kau juga sama. Kalian berdua memukul aku sampai aku kesakitan di perut dan dahi ku.” kata Reyna sambil memperlihatkan dahinya ada benjolan sedikit.


“Siapa yang melakukan ini padamu?” tanya Ren dan Riku serempak.


Riku memeriksa dahi Reyna sedangkan Ren melihat perut Reyna. Dress Reyna bisa dibuka dibagian perut jadi Reyna tidak usah membuka dressnya.


Reyna     : “……”


Reyna melihat Ren dan Riku melihat lukanya akibat yang mereka buat sendiri. Reyna merasa sangat kesal melihat mereka berdua dengan cemas dan marah akibat luka yang di lakukan oleh mereka berdua sendiri.


“Hentikan!! Bukankah aku ini terluka karena kalian berdua. Jadi jangan berani tanya lagi siapa yang melakukannya. Jika kalian masih bertanya maka aku akan menjahit mulut kalian berdua.” kata Reyna dengan dingin menghempas tangan Ren dan Riku.


“Baiklah. Aku tidak akan bertanya. Apa masih terasa sakit?” tanya Ren dengan lembut mengelus perut Reyna.


“Tidak.” kata Reyna.


“Bos, aku sudah membawa bajunya.” kata Rui membuka pintu dan membawa sekantong plastik baju.

__ADS_1


Riku hanya mengangguk kepalanya. “ Kau ganti saja dulu bajunya.” kata Riku.


“Aku ganti baju dulu ya.” kata Ren dengan senyum dan langsung mencium dahi Reyna.


Riku dan Rui yang melihat itu langsung membulatkan mata mereka apa yang dilihatnya. Riku langsung menatap tajam Ren.


“Apa yang kau lakukan sialan!” teriak Riku.


Ren tidak menggubris langsung mengambil baju dari Rui dan pergi ke kamar mandi   ganti bajunya.


“Rey, apa hubunganmu dengannya?” tanya Riku ke Reyna setelah melihat Ren masuk ke kamar mandi.


“Kenapa kau bertanya? Apa ada hubungannya denganmu?” tanya Reyna datar.


“Tentu saja ada hubungannya denganku. Jangan bilang kalau kalian sudah…..” kata Riku mengantungkan kalimatnya.


“Kita hanya sebatas teman.” jawab Reyna.


“Kalau sebatas teman tidak mungkin dia mau mencium dahimu. Sudah pasti tidak ada yang tidak beres. Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?” kata Riku merasa Reyna menyembunyikan sesuatu darinya.


“Aku dan Ren hanya sebatas teman. Dia melakukan itu karena khawatir denganku saja karena aku menganggapnya sebagai kakak saja. Jika kau pasti juga melakukan hal yang sama kan?” tanya Reyna.


Riku berpikir ada benarnya juga. Ren dan Reyna teman sejak kecil, jadi kalau Ren mencium dahi Reyna pasti tidak ada masalah jika Ren menganggap Reyna sebagai adik. Tapi Riku merasa ada yang mengganjal karena melihat kelakuan Ren terhadap Reyna bukan hanya sebatas teman atau seorang adik. Riku merasa itu tidak mungkin karena Reyna tidak mungkin membohonginya.


“Kalau begitu aku percaya padamu.” kata Riku.


Rui terkejut mendengar perkataan Bosnya hanya karena perkataan nona Reyna. Rui berpikir kalau lelaki itu adalah pacar nona Reyna karena dia selalu mendekati dan memeluk nona Reyna. Apa kah bosnya tidak melihat itu.


Reyna hanya bermuka datar tapi hatinya tertawa karena Riku percaya apa yang dikatakannya.


Setelah 10 menit Ren keluar dari kamar mandi, Riku langsung saja pergi mandi karena bajunya sangat bau sampah.


Setelah Riku selesai mandi dan mengganti bajunya langsung saja mengeringkan rambutnya.


“Karena kalian berdua sudah bersih, apa aku boleh keluar sekarang?” tanya Reyna merasa sangat bosan di ruangan.


“Baiklah. Kita keluar karena kita sudah selesai bicara. Tapi aku belum selesai denganmu.” kata Riku menatap Ren.


“Bagaimana dengan gadis yang bernama Rayna itu?” tanya Reyna penasaran dengan gadis yang mirip dengannya itu.


“Itu biar aku yang urus. Kau tidak usah khawatir.” kata Riku mengelus kepala Reyna.


“Apa kau ada menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya Reyna.

__ADS_1


“Ini masih belum pasti sampai aku menyelidiki dan mendapatkan informasinya. Kau hanya bisa menunggu hasilnya Rey.” kata Riku dengan lembut.


__ADS_2