Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH.155 - BUKAN CEO TAPI PUTRA CEO


__ADS_3

"Awas saja kau Rayna. Aku akan membalas apa yang kau perbuat padaku." marah wanita itu melihat Reyna sudah naik lift.


"Sepertinya masa lalu Rayna sangat kelam. Sepertinya aku harus mencari infomasi tentang Rayna. Jika aku meminta sama dia yang ada pasti tidak akan di kasih karena aku sudah berkali-kali minta tidak mau di kasih infomasi sedikitpun." kata Reyna.


Lift berhenti di lantai 8, Rayna langsung keluar lift dan ke kamar 808 tempat Rayna dan Calvin tinggal.


Ting~ Tong~


"Mungkin itu nona Reyna. Aku buka pintu dulu ya." kata Calvin mendengar suara bunyi bel.


"Kalau begitu aku pergi ambil air." kata Rayna langsung mengambil air di kulkas.


"Selamat datang nona Reyna. Silakan masuk kedalam." kata Calvin membuka pintu dan mempersilakan Reyna masuk kedalam.


"Hay.. Apa kalian menunggu lama?" tanya Reyna dengan senyum langsung masuk ke dalam.


"Tidak juga nona." kata Calvin dengan senyum dan menutup pintu.


Reyna melihat di dalam kamar ternyata sangat bersih. Awalnya Reyna berpikir hotel yang mereka pilih sangat kotor dan tidak bersih karena di lobby tadi Reyna melihat lobby nya sangat kotor dan tidak bersih seperti tidak pernah di bersihkan.


"Apa kalian yang menyuruh hotel ini membersihkannya? Kamar kalian sangat bersih, bahkan debunya juga tidak ada sedikitpun." kata Reyna memegang meja sangat bersih.


"Itu karena Rayna yang membersihkannya. Rayna sangat suka dengan kebersihan. Jadi sekali melihat ada debu sedikit saja langsung di bersihkannya." kata Calvin.


"Dia sangat teliti dengan kebersihan. Kenapa kalian tidak mencari hotel yang lain? Aku merasa hotel ini sangat kotor dan tidak sopan." kata Reyna karena barusan dia di cuekin oleh orang hotel padahal dia ingin bertanya kamar Rayna. Dan akhirnya Reyna langsung naik lift tanpa banyak bicara.


"Memangnya kenapa nona?" tanya Calvin dengan bingung karena pas mereka ingin menginap mereka di terima dengan sopan.


"Barusan aku menanyakan kamar kalian mereka tidak menjawab malah di cuekin." kata Reyna.


"Tidak mungkin mereka seperti itu nona. Kami saja di terima dengan sangat baik." kata Calvin merasa tidak percaya.


"Apa kalian beneran di terima dengan baik? Apa kamar kalian ini sudah bersih ketika kalian masuk kedalam?" tanya Reyna.


Calvin terdiam dengan perkataan Reyna karena ada benarnya ketika mereka masuk ke hotel ini mereka berdua memang di terima dengan baik, tapi pas masuk ke kamar ternyata kamarnya sangat kotor dan banyak debu. Calvin sudah meminta ganti kamar tapi tidak di perbolehkan oleh hotel bahkan mereka tidak mau membantu membersihkannya.


"Memang pas kita masuk ke kamar ini, kamar ini sangat banyak debu bahkan kasurnya tidak di ganti oleh mereka." kata Calvin.

__ADS_1


"Silakan minum nona. Maaf kami hanya ada kue sedikit." kata Rayna mengasih minum dan kue kecil untuk Reyna.


"Terima kasih Rayna." kata Reyna dengan senyum langsung minum.


"Kenapa kalian tidak pindah hotel saja?" tanya Reyna.


"Karena kita sudah sangat capek nona. Mau tidak mau kita menerimanya karena ingin istirahat." kata Calvin.


"Kalian menginap berapa hari di hotel ini?" tanya Reyna.


"Hanya 1 hari ini saja nona. Nanti sore kita sudah keluar dan mencari tempat tinggal." kata Calvin.


"Kalian kemas barang kalian berdua. Siang ini kita keluar ke rumah sakit dan mencari tempat untuk kalian berdua." kata Reyna.


"Bukankah kalian ada rumah di kota ini? Kenapa tidak mau pulang?" tanya Reyna.


"Itu...." Calvin merasa tidak enak untuk menceritakan pada Reyna.


Reyna yang mengerti maksud Calvin akhirnya berkata, "Jika tidak ingin membicarakan juga tidak apa. Karena ini masalah pribadi kalian."


"Tidak usah nona. Aku tidak mau menyusahkan nona." kata Calvin dengan cepat.


"Kalian tidak menyusahkan aku. Karena aku juga ingin bicara banyak dan ingin semakin dekat dengan Rayna." kata Reyna.


"Aku tau kalau kalian pasti ada rumah di kota ini dan kalian tidak mau kembali karena tidak ingin orang tua mu tau keberadaan kalian kan." kata Reyna.


Rayna dan Calvin terdiam dengan perkataan Reyna karena apa yang dikatakan oleh Reyna adalah benar. Mereka tidak ingin pulang ke rumah karena takut orang tua Calvin tahu dan akan akan menyiksa Rayna lagi.


"Tinggal saja dulu di apartemen aku. Aku tau kalian pasti ingin menghemat uang dan mencari kerja untuk kebutuhan kalian bukan?" tanya Reyna.


"Aku ke toilet sebentar dan kalian pikirkan baik-baik." kata Reyna langsung ke toilet.


Rayna dan Calvin saling pandang dan melihat Reyna ke toilet.


"Kak, apa kita terima ajakan nona Reyna saja? Kita tinggal di rumah nona Reyna untuk sementara dulu. Setelah mendapatkan tempat baru kita pergi." kata Rayna ke Calvin.


"Tapi aku tidak ingin menyusahkan nona Reyna, Ray." kata Calvin merasa tidak enak tinggal di tempat orang lain.

__ADS_1


"Untuk sementara saja kak. Paling 2-3 hari sampai kita dapat tempat tinggal baru pergi." bujuk Rayna.


"Apa kau ingin bicara banyak dengannya?" tanya Calvin melihat Rayna seperti ingin dekat dengan nona Reyna.


"Iya kak. Aku mohon ya. Kita tinggal di apartemen Reyna dulu sampai kita dapat tempat tinggal." pinta Rayna.


"Baiklah. 2-3 hari saja ya. Karena aku tidak ingin merepotkan nona Reyna." kata Calvin langsung setuju melihat Rayna memintanya.


"Terima kasih kak." kata Rayna langsung mencium pipi Calvin. Calvin langsung membalas mencium pipi Rayna.


Setelah Rayna dan Calvin bicara Reyna langsung keluar dari kamar mandi.


"Jadi bagaimana?" tanya Reyna.


"Kami terima ajakan nona untuk tinggal di apartemen nona. Apakah kami tidak menyusahkan nona jika kami tinggal di apartemen nona?" tanya Calvin.


"Tentu saja tidak. Aku bahkan akan sangat senang karena aku bisa banyak bicara dengan kalian berdua." kata Reyna dengan senyum.


"Apa kita langsung ke rumah sakit?" tanya Rayna.


"Tidak. Kita tunggu Ren datang dulu. Katanya dia mau menemani kita ke rumah sakit." kata Reyna.


"Bukankah tuan Ren harus pergi bekerja?" tanya Calvin.


"Tidak. Dia di kasih libur sama CEO karena telah membantu mengerjakan semua berkas semalam." kata Reyna.


"CEO? Tuan Ren bukan CEO perusahaan Ryuujin?" tanya Rayna dengan bingung.


"Tidak. Dia magang di perusahaan Ryuujin tempat perusahaan papanya." jawab Reyna.


Rayna dan Calvin menganga dan terkejut mendengar kalau tuan Ren bukan CEO perusahaan Ryuujin tapi putra CEO perusahaan Ryuujin.


"Ja-jadi tuan Ren bukan CEO perusahaan Ryuujin tapi putra CEO perusahaan Ryuujin?" tanya Calvin dengan terkejut.


"Ya. Harusnya berkas-berkas di ruang CEO itu di kerjakan oleh papanya Ren tapi karena dia ada meeting dengan perusahaan lain makanya papanya menyuruh Ren membantunya." kata Reyna.


Calvin dan Rayna terkejut dan berpikir kalau Ren adalah CEO tapi ternyata putra CEO perusahaan Ryuujin.

__ADS_1


__ADS_2